PDA

View Full Version : Nikmatnya Kakak Ipar


knock
10-10-2015, 05:56 AM
Aku memang ketagihan bermain
cinta dengan wanita setengah
baya alias STW. Ada lagi
pengalaman nyata yang
kualami. Pengalamanku
menaklukkan kakak iparku
yang pendiam dan agak
religius. Entah setan mana
yang merasuki diriku karena
aku menjerumuskan orang
baik-baik kedalam neraka
nafsu.
Kejadiannya begini, suatu hari
rumahku kedatangan tamu dari
Padang. Uni Tati kakak tertua
istriku. Dia datang ke Jakarta
karena tugas kantor ikut
seminar di kantor pusat
sebuah bank pemerintah. Uni
adalah kepala cabang di
Padang, Uni menginap dirumah
kami. Dari pada menginap di
hotel, mendingan juga uang
hotel disimpan buat beli oleh-
oleh. Selama seminggu dia
tinggal dirumahku. Dari istriku
kutau kalau Uni Tati berusia 40
tahun. Suaminya sudah
meningal 2 tahun lalu karena
kecelakaan. Orangnya cantik,
putih, tinggi semampai. Lebih
tepatnya kubilang anggun
karena orangnya cenderung
diam dan sangat religius.
Selama di Jakarta, setiap ada
kesempatan aku dan istriku
mengajak Uni jalan-jalan,
maklum ini kunjungan
pertamanya ke Jakarta,
biasanya ke mal karena
waktunya sempit. Kami sudah
berencana pas hari Sabtu akan
jalan-jalan ke Taman Safari.
Tiba hari Sabtu, istriku
ternyata punya tugas
mendadak dari kantor yaitu
harus mengawasi pameran di
Mangga Dua. Gagal deh
rencana jalan-jalan ke Taman
Safari. Istriku mengusulkan
agar aku tetap mengantar Uni
jalan-jalan misalkan ke Ancol
saja dan pulangnya bisa jemput
istriku di Mangga Dua.
Sebetulnya aku agak males
kalo nggak ada istriku. Aku
merasa risih harus jalan
berdua Uni karena orangnya
pendiam. Akupun menduga Uni
pasti nggak mau. Tapi tanpa
dinyata ternyata Uni
menyetujui usul istriku.
Pagi-pagi banget istriku sudah
berangkat naik KRL dari
stasiun Pondok Ranji. Rumahku
yang didaerah Bintaro cukup
jauh dari Mangga Dua dan
Ancol. Sementara menunggu Uni
yang lagi jalan-jalan pagi aku
sendirian dirumah menyeruput
kopi dan merokok. Kami
berencana jalan jam 10 pagi.
Sehabis ngopi dan merokok,
aku kembali tidur-tiduran di
kamarku menunggu jam.
Pikiranku melayang
membayangkan kakak istriku
ini. Uni Tati sangat menarik
perhatianku secara sexual.
Jeleknya aku, mulia keluar. Aku
tertantang menaklukkan
wanita baik-baik, aku
tertantang menaklukkan Uni.
Mumpung ada kesempatan.
Dasar setan selalu mencari
kesempatan menggoda.
Kuatur jebakan untuk
memancing Uni. Aku buru-buru
mandi membasuh badan dan
keramas. Dengan berlilit handuk
aku menunggu kepulangan Uni
dari olahraga paginya. Sekitar
10 menit aku menunggu dibalik
horden dan kulihat Uni
memasuki pagar depan dengan
pintu besi yang agak berderit.
Sengaja pintu rumah aku tutup
tapi dibiarkan tak terkunci.
Aku berlalu menuju kamarku
dan segera memasang jebakan
untuk mengejutkan Uni. Aku
masuk kamarku dan segera
bertelanjang bulat. Pintu kamar
kubuka lebar-lebar, jendela
kamar juga kubuka biar isi
kamar mendapat penerangan
jelas.
Kudengar pintu depan berbunyi
seperti ditutup. Akupun mulai
beraksi. Dengan bertelanjang
bulat aku menunggu Uni
melewati kamarku dengan
harapan dia melihat tubuh dan
juniorku yang sedari tadi
berdiri tegak membayangkan
petualangan ini. Handuk
kututupkan ke kepala seolah-
olah sedang mengeringkan
rambut yang basah sehabis
keramas. Aku berpura-pura
tidak melihat dan tidak
menyadari kehadiran Uni. Dari
bakik handuk yang kusibak
sedikit, kulihat sepasang
sepatu kets melintas kamarku.
Aku yakin Uni pasti melihat
tubuhku yang polos dengan
junior yang tegak berdiri.
Nafsuku semakin menggeliat
ketika kuamati dari balik
handuk sepasang sepatu yang
tadinya hampir melewati
kamarku kini seperti terpaku
berhenti didepan kamar tanpa
beranjak. Aku semakin aktif
menggosok-gosok rambutku
dan berpura-pura tak tau kalo
ada orang. Beberapa detik aku
berbuat begitu dan aku
merencanakan sensasi berikut.
Dengan tiba-tiba kuturunkan
handuk dan menengok ke arah
pintu kamar. Aku pura-pura
kaget menyadari ada orang.
"E..eeeOmaaf Uni, aku kira
nggak ada orang," kataku
seraya mendekati pintu
seolah-olah ingin menutup
pintu. Aku tidak berusaha
menutup kemaluanku yang
menantang. Malah kubiarkan
Uni terdiam memandangi
tubuhku yang polos mendekat
kearahnya.
Dengan tenagnya seolah aku
berpakaian lengkap kudekati
Uni dan sekali lagi memohon
maaf.
"Maaf ya Uni, aku terbiasa
seperti ini. Aku nggak sadar
kalau ada tamu dirumha ini,"
kataku sambil berdiri didepan
pintu mau menutup daun pintu.
Tiba-tiba seperti tersadar Uni
bergegas meninggalkanku
sambil berkata "iOiOiya , tidak
apa-apaO..". Dia langsung
masuk ke kamar belakang
yang diperuntukkan kepadanya
selama tingal dirumahku. Aku
kemudian memakai celana
pendek tanpa CD dan
mengenakan kaos oblong
lantas smengetok pintu kamar
Uni. "Ada apa Andy," ujar Uni
setelah membuka pintu. Kulihat
dia tidak berani menatapku.
Mungkin malu. Membaca situasi
seperti itu, aku tidak
menyiakan kesempatan. "Uni,
maafkan Andy yaOaku lupa
kalau ada tamu dirumah ini,"
kataku merangkai obrolan biar
nyambung.
"Nggap apa-apa, cuma Uni malu
hati, sungguh Uni malu melihat
kamu telanjang tadi," balasnya
tanpa mau menatap aku.
"Kenapa musti malu? Kan
nggak sengaja, apa lagi Uni
kan sudah pernah menikah jadi
sudah biasa melihat yang
tegak-tegak seperti itu,"
kataku memancing reaksinya.
"Sejujurnya Uni tadi kaget
setengah mati melihat kamu
begitu. Yang Uni malu, tanpa
sadar Uni terpaku didepan
kamarmu. Jujur aja Uni sudah
lama tidak melihat seperti itu
jadi Uni seperti terpana,"
katanya sambil berlari
ketempat tidurnya dan mulai
sesenggukan. Aku jadi ngak
tega. Kudekati Uni dan
kuberanikan memegang
pundaknua seraya
menenangkannya.
"Sudalah nggak usah malu, kan
cuma kita berdua yang tau."
Melihat reaksinya yang diam
saja, aku mulai berani duduk
disampingnya dan merangkul
pundaknya. Kuusap-usap
rambutnya agak lama tanpa
berkata apa-apa. Ketika
kurasa sudah agak tenang
kusarankan untuk mandi aja.
Kutuntun tangannya dan
sekonyong-konyong setan
mendorongku untuk memeluk
saat Uni sudah berdiri
didepanku. Lama kupeluk erat,
Uni diam saja. Mukanya
diselusupkan didadaku.
Payudaranya yang masih
kencang serasa menempel
didadaku. Sangat terasa debar
jantungnya. Perlahan tangaku
kuselusupkan ke balik kaos
bagian belakang berbarengan
dengan ciumanku yang
mendarat dibibirnya.
"Jangan NdyOdosa," katanya
sambil melepaskan diri dari
pelukanku. Namun pelukanku
tidak mau melepaskan tubuh
sintal yang sedang didekapnya.
Daam usaha kedua Uni sudah
menyerah. Bibirnya dibiarkan
kulumat walau masih tanpa
perlawanan. Ucoba lagi
menyelusupkan tangan dibalik
kaosnya, kali ini bagian depan.
Tangan kanan yang
menggerayang langsung pada
sasaranOputting susu sebelah
kiri. Uni menggeliat.
Pilinan jariku di payudaranya
membuat nafsunya naik. Aku
tau dari desiran nafasnya yang
mulai memburu. Aku heran juga
dengan wanita ini, tetap diam
tanpa perlawanan. Mungkin ini
style wanita baik-baik.
Bagusnya, semua apa yang
kulakukan tidak ada penolakan.
Seperti dicocok hidungnya Uni
menurut saja dengan apa yang
kulakukan terhadapnya.
Perlahan kubuka kaosnya,
kubukan celana panjang
trainings pack-nya, kubuka Bh
nya, kubuka CD-nya , Uni diam
saja. Kubopong tubuhnya
ketempat tidur. Kubuka
kaosku, kubuka celana
pendekkuOO..Uni masih diam.
Lidahku mulai bermain disekujur
tubuhnya. Dari ujung kepala,
turun ke telinga, ke bibir, ke
leherOperlahan kusapu
dadanya, payudaranya kulumat
dengan gigitan kecilOturun lagi
kebawah, pusarnya kukorek
dengan lidahkuO.turun lagi ke
sekumpulan rambut dan kedua
pahanya hujilat-jilat terus
sampai keujung jempol kaki.
Aku tidak merasa jijik karena
tubuh Uni yang putih bersih
sangat membangkitkan gairah.
Kukangkangkan kakinya, uni
masih diam saja. Tapi kuamati
matanya terpejam menikmati
sentuhan tiap jengkal
ditubuhnya. Baru ketika
kudaratkan sapuan lidahku di
bibuir vagina dan klitorisnya
Uni tiba-tiba berteriak ,"
AhhhhhhhhOO.."
"Kenapa UniO.Sakit?," tanyaku.
Uni hanya menggeleng. Dan
aktifitas jilat menjilat vagina
itu kulanjutkan. Uni
menggelinjang dahsyat dan
tiba-tiba dia
meraung.."AndyyyyyyyO ayo
AndyO.jangan siksa aku dengan
nikmatOayo Andy
tuntaskanO.Uni udah nggak
tahan," katanya.
Aku tidak mau berlama-lama.
Tanpa banyak variasi lagi
langsung kunaiki kedua
pahanya dan kutusukkan
juniorku kelobang surganya
yang sudah basah kuyup.
Dengan sekali sentak semua
batangku yang panjang
melesak kedalam. Agak seret
kurasakan, mungkin karena
sudah dua tahun nganggur
dari aktifitas. Kugenjot
pantatku dengan irama tetap,
keluar dan masuk. Uni semakin
menggelinjang.
Aku pikir nggak usah lama-
lama bersensasi, tuntaskan
saja. Lain waktu baru lama.
Melihat reaksinya pertanda
mau orgasme , gerakan
pantatku semakin cepat dan
kencang. Uni meronta-ronta ,
menarik segala apa yang bisa
ditariknya, bantal, sepre.
Tubuhku tak luput dari
tarikannya. Semua itu
dilakukan dengan lebih banyak
diam. Dan tiba-tiba tubuhnya
mengejang,
"AhhhhhhhhhhhhhhhhOO.,"
lolongan panjangnya
menandakan dia mencapai
puncak. Aku mempercepat
kocokanku diatas tubuhnya.
Tiba-tiba aku dikejutkan
dengan hentakan tubuhnya
dibarengi tanganya yang
mendorong tubuhku. "Jangan
keluarin didalam O.aku lagi
subur," suaranya tresengal-
sengal ditengah gelombang
kenikmatan yang belum
mereda.
Kekagetanku hilang setelah tau
reaksinya. "Baik Uni cantik,
Andy keluarin diluar ya,"
balasku sambil kembali
memasukkan Junior ku yang
sempat terlepas dari vaginanya
karena dorongan yang cukup
keras. Kembali kupompa
pinggulku. Aku rasa kali ini Uni
agak rileks. Tapi tetap dengan
diam tanpa banyak reaksi Uni
menerima enjotanku. Hanya
wajahnya yang kadang-kadang
meringis keenakan.
Dan sampailah saatnya, ketika
punyaku terasa mulai
berkedut-kedut, cepat-cepat
kucabut dari vagina Uni dan
kugencet batang juniorku
sambil menyemprotkan sperma.
Kuhitung ada lima kali juniorku
meludah. Sekujur tubuh Uni
yang mulus ketumpahan
spermaku. Bahkan wajahnyapun
belepotan cairan putih kental.
Dan aku terkulai lemas penuh
kenikmatan. Kulihat Uni bagkit
mengambil tisu dan meneyka
badan serta mukanya.
"AndyOkamu sudah memberikan
apa yang belum pernah Uni
rasakan," kata wanita cantik
itu sambil rebahan disampingku.
Dengan persetujuan Uni, kami
menelpon istriku mengabarkan
kalau batal ke Ancol karena
Uni nggak enak badan. Padahal
kami melanjutkan skenario
cinta yang menyesatkan. Kami
masih tiga kali lagi melakukan
persetubuhan. Dalam dua sessi
berikut sangat kelihatan
perkembangan yang terjadi
sama Uni. Kalo permainan
pertama dia banyak diam,
permainan kedua mulai
melawan, permainan ketiga
menjadi dominan, permainan
keempat menjadi buasO.buasO
sangat buas. Aku sempat
memakai kondom biar bisa
dengan leluasa menumpahkan
sperma saat punyaku ada
didalam vaginanya.
"Aku sadar ini dosa, tapi aku
juga menikmati apa yang belum
pernah aku rasakan selama
bersuami. Istriku itu adalah
pilihan orang tua dan selisih 20
tahun dengan Uni. Sampai Uda
meninggal, Uni tidak pernah
merasakan kenikmatan sexual
seperti ini. Sebetulnya Uni
masih kepengen nikah lagi tapi
tidak pernah ketemu orang
yang tepat. Mungkin posisi Uni
sebagai kepala bagian membuat
banyak pria menjauh." Cerita
Uni sebelum kami sama-sama
tertidur pulas.