PDA

View Full Version : Budak Majikan


knock
10-10-2015, 05:55 AM
Sebelumnya perkenalkan, aku
adalah seorang pria yang
sebut saja Reno dengan umur
28 tahun. Aku merupakan pria
yang memiliki wajah lumayan
ganteng dan tubuh yang kekar
dengan
tinggi 185 cm dan
berat 81 kg. Tetapi
pengalaman ini telah terjadi 3
tahun yang lalu saat aku masih
berusia
25 tahun. Pengalaman
yang aku alami sangat
menyakitkan karena aku
diperbudak oleh tiga orang
nyonya yang haus sex
sekaligus. Bukan hanya satu
hari, dua hari atau tiga hari
saja, tetapi dalam wakti satu
minggu atau tujuh hari.
Cerita bermula ketika aku baru
datang
dari daerahku di
daerah Sulawesi. Waktu aku
datang, aku tidak memiliki
pekerjaan yang pasti dan uang
yang aku bawa hanya pas-
pasan. Paling-paling uang
tersebut hanya bisa untuk
makan tiga hari saja. Aku
memberanikan diri datang ke
Jakarta karena kata temanku
mendapat pekerjaan di Jakarta
mudah asal mau melakukan apa
saja semua bisa diatur.
Ketika hari sudah malam dan
sepi, mungkin sekitar pukul 9
malam. Aku sudah tidak tahu
mau kemana lagi. Tiba-tiba saja
ada
seorang wanita naik mobil
Mercy menghampiri aku.
Menanyakan keadaan aku,
siapa namaku, dan asal aku.
Dari penampilannya dia terlihat
baik, anggun, cantik, sopan,
dan sekitar berumur 36 tahun.
Dia adalah Nyonya Lenny.
Setelah sedikit kenal aku tahu
bahwa dia seorang janda
tanpa anak. Dia tinggal di
daerah Pondok Indah. Dia
adalah seorang Direktris dari
sebuah Perusahaan Swasta
terkenal di Jakarta.
Aku diperbolehkan tinggal di
rumahnya. Dan aku bekerja
sebagai supir pribadinya. Tanpa
test apapun aku diterimanya
bekerja. Untunglah kataku,
karena aku sudah tidak
memiliki apa-apa lagi termasuk
uang. Di rumah Nyonya Lenny
aku diberi makan dan pakaian
yang layak. Sedangkan
barang-barang yang aku bawa
sudah dibuang seluruhnya atas
perintah Nyonya Lenny. Karena
ia suka pada kebersihan rumah
dan seseorang. Ya aku tidak
memikirkannya, karena semua
sudah diberikan oleh Nyonya
Lenny. Barang-barangku tidak
penting, hanya sebuah baju,
celana, dan celana dalam yang
kupakai. Sedangkan yang
kubawa tertinggal di Stasiun
Kereta waktu aku datang. Aku
merasa beruntung karena
bertemu dengan Nyonya Lenny.
Aku sudah bekerja dengan
Nyonya Hanna selama 2 bulan
berjalan. Hari ini aku
disuruhnya menjemput dua
orang temannya di Bandara.
Mereka datang dari daerah
Bandung dan akan menginap
kurang lebih selama satu
mingguan di rumah Nyonya
Lenny. Setelah aku mengantar
Nyonya Lenny ke kantor, aku
langsung menuju ke Bandara
untuk menjemput kedua
temannya. Aku tidak kesulitan
menemukan mereka, karena
aku sudah memiliki foto-foto
mereka. Dari foto terlihat
mereka seorang Nyonya-
nyonya yang cantik dan muda.
Yang satu bernama Lola dan
yang satu bernama Lina.
Lalu mereka aku antar
langsung ke tempat Nyonya
Lenny di kantornya. Mereka
banyak mengobrol dan melepas
kangen mereka. Setelah
diberitahu oleh Nyonya Lenny
ternyata yang bernama Lina
berumur 34 tahun dan bekerja
sebagai Kapten pada sebuah
kantor kepolisian. Lola adalah
seorang waria yang bekerja
pada sebuah salon kecantikan
dan berumur 30 tahun tanpa
operasi, jadi masih memiliki
penis tetapi Nyonya Lola
memiliki payudara, makanya dia
disebut waria. Nyonya Lenny
juga berpesan agar aku juga
menuruti perintah kedua
nyonya temannya itu, seperti
aku mematuhi perintah Nyonya
Lenny. Aku hanya bisa patuh
dan tentunya mengiyakan.
Hari ini aku diberitahukan
bahwa Nyonya Lenny harus
dijemput pukul lima tepat.
Sedangkan para karyawan lain
pada hari ini dipulangkan lebih
cepat pada pukul 3 sore.
Mungkin sekitar pukul 4 sore
sudah tidak ada karyawan lagi
selain Nyonya Lenny dan kedua
temannya, yaitu Nyonya Lina
dan Nyonya Lola. Selama dua
jam mereka berbincang-bincang
serius
dan sepertinya akan
merencanakan sesuatu dalam
jangka panjang. Tapi apa
rencana mereka aku sendiri
tidak tahu. Karena aku pikir
itu bukanlah urusan aku.
Itukan urusan para Bos-bos
besar. Sedangkan aku hanya
seorang supir.
Setelah pukul lima tepat aku
sudah sampai di kantor Nyonya
Lenny. Dari luar terlihat sepi,
karena tidak ada satu mobil
pun di luar. Hanya lampu di
ruang kerja Nyonya Lenny saja
yang masih menyala,
sedangkan yang lainnya sudah
dipadamkan. Lalu aku menuju
ruang kerja Nyonya Lenny dan
mengetuk pintu.
Lalu terdengar suara "Silakan
Masuk!!" kata Nyonya Lenny.
"Selamat
Sore, Bu," kataku
menyapa Nyonya Lenny.
"Apa yang
harus saya lakukan,
Bu?" tanya aku kepadanya.
"Hari
ini kamu harus patuh
kepada kami" dengan nada
suara yang sedikit membentak.
"Baik,
Bu saya akan patuh
kepada ibu"
Mendengar kataku mereka
bertiga malah tertawa
terbahak-bahak. Lalu Nyonya
Hanna menyuruhku untuk
menandatangani sebuah kertas
yang aku sendiri tidak tahu
apa isinya. Karena aku sedikit
takut, aku langsung saja
menandatangani surat
tersebut secara langsung.
"Bagus sekali!!" katanya sambil
mereka tertawa senang Ha..
Ha.. Ha..!!
Setelah aku menadatangani
surat yang sah karena diatas
materai, mereka menyuruhku
untuk membaca surat yang
baru saja aku tanda tangani
tadi. Betapa terkejut dan
kagetnya aku. Didalam surat
tersebut menuliskan aku harus
sanggup dan tanpa paksaan
harus melayani keinginan dan
kepuasan sex mereka berdua
tanpa batas. Surat ini dibuat
tanpa paksaan karena aku
masih memiliki setumpuk
hutang-hutang yang harus aku
lunasi.
Dalam surat itu juga
menuliskan kalau aku seorang
budak mereka yang harus
patuh. Hatiku jadi menjerit tapi
pasrah atas tindakan dan
sikap mereka. Memang aku
dalam bekerja dua bulan ini
sudah meminjam beberapa kali
kepada Nyonya Lenny untuk
memeberikan uang kepada
orangtuaku yang sakit dan
untuk membiayai sekolah dua
orang adikku.
"Nah, Sekarang kamu buka
siapa-siapa lagi. Kamu adalah
budak sex kami. Karena kamu
punya banyak hutang," kata
Nyonya Lenny kepadaku.
"Iya,
Bu" kataku pelan dan
pasrah.
"Kau
memang penurut. Lagi
pula kalaupun kau tidak mau,
apa yang bisa kau perbuat.
Semua yang kau miliki
sekarang adalah milikku. Kau
tidak punya apa-apa lagi,
termasuk baju dan celana
kamu, bahkan celana dalam
kamu pun milikku. Ha.. Ha.. Ha..!!"
Mereka tertawa penuh
kemenangan.
"Ya,
Bu saya akan patuh pada
perintah ibu."
"BUKAN
IBU!!" bentak Nyonya
Lenny, "Sekarang kamu harus
memanggil kami dengan
sebutan NYONYA"
"Kamu
mengerti!!" bentak
Nyonya Lenny Lagi.
"Baik, nyonya," kataku pelan.
Permainan akan segera dimulai.
Aku hanya pasrah. Walaupun
aku memiliki tubuh yang kekar
dan atletis aku tidak bisa
berbuat apa-apa terhadap
mereka. Karena aku takut dan
harus patuh kepada mereka.
Walaupun aku mau lapor ke
polisi juga susah karena
Nyonya Lina adalah Seorang
Kapten Polisi yang terkenal
Killer.
Permainan segera dimulai. Baik
sekarang, "Buka baju
kemejamu!!" bentak Nyonya
Lenny.
Aku segera membuka kancing
kemeja yang aku kenakan.
Mereka sangat menyukai
tubuhku. Karena tubuhku
atletis dan kekar. Dada dan
perutku terawat dengan baik,
apalagi aku juga dibiayai untuk
fitness oleh Nyonya Lenny agar
aku
sehat dan bugar dalam
menyetir. Setelah aku
telanjang dada, lalu Nyonya
Lenny menyuruhku untuk
melepas sepatu dan kaos kaki
yang aku kenakan dan jam
tanganku juga aku lepaskan.
Lalu Nyonya Lola yang waria
menyuruhku untuk membuka
celanaku. Tapi aku hanya diam
saja dan tidak
menghiraukannya. Tapi aku
malah mendapat marah dari
Nyonya Lenny dan dia
melempar aku dengan sebuah
spidol yang ada diatas
mejanya.
"Kamu harus patuh pada
temanku, Nyonya Lola," bentak
Nyonya Lenny.
"Sekarang
lepas celana
panjangmu!!"
"CEPAT!!" bentak Nyonya Lenny.
Melihat aku melepas celana
panjangku, Nyonya Lola
tertawa bahagia penuh
kemenangan. Sekarang aku
hanya mengenakan celana
dalam saja yang berwarna
putih. Mata mereka tertuju
kearah tubuh dan penisku
yang masih terbungkus dengan
celana dalam yang masih
kukenakan.
Lalu Nyonya Lina
menghampiriku dan memelintir
tanganku ke belakang. Lalu
Nyonya Lina mengeluarkan
borgolnya dan memborgol
kedua tanganku ke belakang.
Sedangkan Nyonya Lola
mengambil gunting dan
mengunting celana dalam yang
aku kenakan. Sekarang aku
sudah dalam keadaan polos
tidak ada sehelai pun yang ada
di
tubuhku. Mereka puas dan
tertawa melihat aku dalam
keadaan bugil. Semua
pakaianku disita oleh Nyonya
Lenny dan dimasukkan dalam
lemari besi pada ruangannya.
Lalu aku di dudukkan di kursi
dalam keadaan tangan di
borgol dan mata ditutup
dengan sehelai kain. Aku tidak
tahu apa yang akan mereka
lakukan kepadaku. Tiba-tiba
ada yang memegang penisku.
Rupanya salah satu dari
mereka sedang mencukur bulu
kemaluanku. Kini bulu
kemaluanku pun sudah bersih,
kini aku tidak memiliki bulu lagi
disekitar penis. Lalu penisku
juga dicengkram dan dikocok-
kocok dengan kuat.
Hampir saja aku keluar, tapi
semua itu dapat kutahan
sementara. Penisku kini sudah
tegak, tegang, dan memerah.
Lalu mereka mengikat penisku
dimulai dari bola pelir. Mereka
ikat secara terpisah dan diikat
keduanya secara bersama
dengan disatukan. Begitu juga
dengan kepala penisku, mereka
ikat dengan pengunakan bahan
dari karet sehingga kepala
penisku benar-benar terikat
dengan kuat. Sehingga penisku
tidak mau melemas. Selain itu
mereka juga memberikan aku
obat kuat berupa tiga butir
yang harus aku minum.
Mungkin hal itu yang membuat
penis aku dapat tegang lama.
Dan mereka mengatakan
bahwa aku harus minum obat
ini sehari dua kali sebanyak
tiga butir.
Lalu mereka menjepit kedua
puting susuku dan dihubungkan
pada tali di kepala penisku. Aku
benar-benar
tidak berdaya
dan pasrah karena tanganku
masih diborgol dan mataku
masih tertutup kain. Seketika
mereka membuka tutup
mataku dan juga borgolku. Lalu
mereka menyuruhku bergaya
dengan beberapa gaya. Aku
pun menurut. Lalu kilatan
lampu blitz memancar kearah
aku. Mereka memotret aku
dalam keadaan seperti itu.
Mereka memotretku dengan
kamere digital dan juga
merekam dengan handycam.
Akupun diancam tidak boleh
macam-macam, karena foto-
foto bugil aku akan disebar
jika aku bertindak macam-
macam. Termasuk mereka juga
akan menyerahkan fotoku
kepada keluaragaku di
kampung. Mendengar itu, aku
semakin menuruti semua
keinginan mereka. Kini aku
duduk sambil berlutut, karena
hanya seperti itu hak dan
tempatku sekarang.
Sekarang aku dipakaikan
kalung anjing lengkap dengan
rantai pengiringnya. Selain itu
mereka juga membungkam dan
menutup mulutku alat penutup
yang menyerupai bola,
sehingga mulutku terbuka. Lalu
aku disuruh merangkak
layaknya seekor anjing. Setiap
gerak-gerikku sudah terekam
baik dalam foto maupun
kamera.
Sekarang mereka membawa
aku keluar kantor dengan
menarik rantai pada leher aku.
Aku berjalan di depan mereka,
sesekali mereka menendang
dan mencambuk pantatku dan
pnggungku sewaktu aku
berjalan lambat ataupun terlalu
cepat.
Kami berjalan menuju
mobil yang sudah kuparkir.
Keadaan kantor sudah sepi
dan aman termasuk ruang
parkir hanya ada mobil Nyonya
Lenny saja. Karena satpam
juga sudah diperbolehkan
pulang sejak jam tiga tadi.
Sekarang jam menunjukkan
pukul tujuh malam. Aku masuk
kedalam mobil dan duduk
dibelakang tapi tidak di kursi
melainkan dilantai mobil. Mereka
juga kembali memborgol dan
menutup mataku. Nyonya Lina
membuka penutup mulutku.
Dalam keadaan itu aku disuruh
untuk menjilati vagina Nyonya
Lina. Aku menuruti
kemauannya, aku jilati
vaginanya dan Nyonya Lina
memegangi kepalaku agar
terus menjilati vaginanya. Aku
terus-menerus menjilatinya
vaginanya termasuk
klitorusnya menjadi santapan
aku waktu itu.
Semua itu terjadi sampai kira-
kira lima belas menit dan
Nyonya Lina terus menerus
mendesah dan mengerang
keenakan. Mobil Nyonya Lenny
sudah dilengkapi dengan alat
peredam suara sehingga
suaranya tidak akan terdengar
keluar. Tak lama kemuadian
aku merasa ada cairan yang
keluar dari vaginanya. Lalu
Nyonya Lina Semakin Menekan
kepalaku dan menuruhku untuk
buka mulut dan meminum
cairan yang keluar dari
vaginanya. Terdengara suara
decap-depap anatara vagina
dan mulutku. Aku menjilati dan
menelan semua cairan yang
keluar dari vaginanya. Memang
rasanya aneh dan asing bagiku.
Ada rasa asin dan bercampur
dengan rasa aneh bagiku. Tapi
aku meminum dan menalan
semuanya sampai habis. Nafas
Nyonya Lina semakin memburu
dan terlihat dia senang dan
puas.
Sesudah Nyonya Lina, lalu
rantai yang aku kenakan ada
yang menariknya. Rupanya
yang menariknya adalah
Nyonya Lola yang seorang
Waria. Aku disuruh untuk
menjilati penisnya dan meminum
sperma yang nantinya akan
keluar. Aku masukkan penisnya
kedalam mulutku. Sesekali
Nyonya Lola Mendesah penuh
nikmat terhadap hisapanku
terhadap penisnya. Sesekali
Nyonya Lola juga menyryhku
untuk menjilati lubang anusnya.
Semula aku tidak mau, tapi
kepalaku ditekan ke lubang
anus dan aku mendapat
cambukan dan tamparan
karena tidak menurut. Nyonya
Lola semakin keenakan
mendapat jilatan di anus dan
hisapan pada penisnya.
Gerakan hisapan semakin aku
percepat saja. Dan tidak lama
kemudian Nyonya Lola menekan
kepalaku, rupanya ia mencapai
klimaks. Cairan spermanya
kental dan masuk kedalam
mulutku dan aku terpaksa
menelannya. Hampir sama
rasanya, memiliki rasa manis-
manis asin.
"Rupanya kamu pintar ya, ha..
Ha.. Ha.. Dan enak kan rasa
cairannhya ha.. Ha.. Ha.." kata
mereka kepadaku.
Sesudah itu aku terdiam saja
dan suasana menjadi hening.
Mungkin Nyonya Lina dan
Nyonya Lola tertidur. Karena
perjalanan yang jauh menuju
puncak di Villa milik Nyonya
Lenny. Aku sendiri tidak tahu
ada dimana dan tidak berdaya
dalam ikatan borgol, tetapi
penisku masih tegak berdiri
karena adanya ikatan yang
kuat dan pengaruh obat kuat
yang diberikan oleh Nyonya
Lenny.
Tak lama kemudian terdengar
mesin mobil dimatikan. Berarti
sudah sampai di villa Nyonya
Lenny. Udara sangat dingin
waktu itu. Penutup mataku
dibuka dan aku disuruh
berjalan merangkak layaknya
seekor anjing. Tapi lain untuk
kali ini. Karena mereka
menunggangi aku seperti kuda.
Jadi aku harus mengantarkan
mereka satu persatu dari mobil
menuju villa tersebut Sambil
sesekali aku dicambuk dan
punggungku ditetesi lilin.
Setelah mengantarkan mereka
bertiga aku sungguh kelelahan.
Sesudah sampai disana terlihat
mereka bertiga kelelahan,
karena dua dari mereka baru
saja mencapai klimaks dan
Nyonya Lenny sudah kecapaian
karena menyetir.
Lalu mereka membawa aku ke
ruang belakang dan
memasukkan aku kedalam
kandang yang sempit, mungkin
hanya sebesar 2,5cm x 2 cm
saja. Tapi sebelumnya aku
sudah diberi semangkuk susu
dan sepiring roti yang
dihancurkan kecil-kecil. Tentu
saja aku hanya bisa makan
dan minum menggunakan mulut
dan lidahku saja. Lalu mereka
meninggalkanku sendiri sambil
makan. Nyonya Lenny
mengatakan bahwa makanan
itu harus habis bila ia lihat
besok.
Tanganku tetap diborgol
kebelakang, jadi aku tidak bisa
berbuat banyak, tapi tetap
aku berusaha menghabiskan
roti dan susu tersebut. Setelah
habis separuh makanan
tersebut, Nyonya Lenny
menghampiri aku dan
memasukkan tiga butir obat
kuat kemulutku. Dan aku
menelannya dengan segelas
susu pemberian Nyonya Lenny.
Lalu mereka meninggalkan aku
sampai besok pagi. Aku pun
berusaha untuk tidur. Tapi sulit
tetapi aku tetap berusaha
untuk memejamkan mata.
Keesokkan paginya aku di
bangunkan oleh Nyonya Lenny
dengan kasar. Nyonya Lenny
mengedor pintu kandang yang
terbuat dari besi dengan
mengunakan kayu sehingga
mengeluarkan bunyi suara besi
yang nyaring. Hal itulah yang
membuat aku bangun. Melihat
masih ada sisa sedikit makanan
tadi malam, Nyonya Lenny
marah dan mencambuk aku
serta menendang pantat aku.
Aku jadi sedikit terjatuh.
Dan Nyonya Lenny memakiku,
"Dasar Anjing Kau!!" kata
Nyonya Lenny.
"Hari ini kamu makan Cuma
sekali dan hanya setengah
porsi dari kemaren!!" katanya
lagi.
"Itu semua karena ulah
perbuatanmu sendiri, Anjing,"
kata Nyonya Lenny.
Lalu Nyonya Lenny menarik
rantai kekang leherku menuju
ke kamar mandi. Dia
melepaskan pengikat leher,
rantai kekangku dan juga taili
yang mengikat penisku, tapi
dia tidak membuka borgol
tanganku. Lalu datang Nyonya
Lina dan Nyonya Lola. Mereka
menyuruhku untuk buka mulut
dan meminum air kencing
mereka. Aku terpaksa harus
menuruti kemauan mereka. Aku
dibaringkan di lantai kamar
mandi. Mereka mengencingi
wajahku, sebagian besar dari
air kencing mereka masuk ke
dalam hidung dan mulutku dan
terpaksa aku menelannya.
Rasanya sangat berbau pesing
dan asin.
Setelah itu mereka bertiga
memandikan aku dengan
banyak sabun dan busa, sambil
sesekali mereka mengocok
penisku tapi tidak sampai
klimaks. Mereka beriga sangat
kompak dalam membagi tugas
dalam memandikan aku.
Pertama Nyonya Lina
Menyabuni Badanku dan
memainkan puting susuku.
Nyonya Lenny Menyabuni penis
dan kakiku kebawah sambil
sesekali mengocok. Sedangkan
Nyonya Lola menyabuni
punggungku dan kadang-
kadang memainkan anusku.
Mereka melakukan itu semua
sambil berganti-ganti tugas.
Sedangkan aku hanya diam
dan sesekali mendesah
keenakan.
"Ah.. Akh.. Akh.." Melihat aku
hampir klimaks mereka
berhenti dan menguyur
tubuhku air dingin dari shower.
Sangat dingin sekali, karena
udara pagi dan air daerah
puncak yang terkenal sangat
dingin.
Setelah bersih dari busa
mereka secara bergantian
menjilati penisku dari mulai pelir
dan penisnya termasuk kepala
penis. Nyonya Lola menjilati
lubang anusku. Sedangkan
Nyonya Lenny asik dengan
penisku. Aku sungguh sangat
menikmati perlakuan itu. Sebagi
lelaki sungguh aku sangat
senang dan menikmatinya,
sangat nikmat.
"Akh.. Akh.. Oh.. Uu.. Ahh.."
Akhirnya tidak lama aku keluar
didalam mulut Nyonya Lenny,
Crot.. Crot.. Crot..
Aku merasa muncrat banyak
sekali ke dalam mulut Nyonya
Lenny. Lalu Nyonya Lenny
membagi spermaku kepada
Nyonya Lola dan Nyonya Lina.
Tidak hanya itu Nyonya Lenny
juga membagi spermaku sedikit
denganku. Dia memasukkan
ludahnya yang bercampur
sperma kedalam mulutku.
Nyonya Lenny membekap
mulutku sehingga aku tidak
bisa membuangnya dan aku
menelannya.
Lalu Nyonya Lola menghisap
penisku dan membersihkan
sisa-sisa sperma yang ada.
Setelah itu mereka kembali
membersihkan tubuh dan
pensiku. Lalu Mereka mandi
secara bersama-sama.
Sedangkan aku hanya berdiri
di pojok kamar mandi sambil
memperhatikan kegiatan
mereka. Mereka kadang-
kadang melakukan adengan
lesbian. Ada yang menjilat,
menghisap, dan berciuman satu
dengan yang lainnya.
Setelah bersih mereka berganti
pakaian serba hitam dan ketat.
Lalu mereka menjemput aku
dari kamar mandi. Lalu
dipasangkan kembali rantai
kekang di leherku. Mereka
mengiring aku menuju kamar
tidur mereka. Kamar tidurnya
sangat luas dan besar. Juga
ada kamar mandi didalamnya.
Ada ranjang yang sangat
besar dan dipinggir-pinggir di
keempat sisi ranjang ada
borgol masing-masingnya. Jadi
jumlahnya ada empat borgol.
Lalu mereka melepaskan borgol
tanganku dan melepaskan
rantai kekang leherku.
Mereka merebahkan aku di
ranjang besar tersebut.
Ranjangnya sedikit besar, jadi
tangan dan kakiku sedikit
tertarik dengan borgo
tersebut. Sekarang tubuhku
sudah berbentuk huruf X dan
aku kembali tidak berdaya kali
ini. Tangan dan kakiku sulit
untuk digerakkan karena
keempat borgol sudah
mengunci erat-erat tangan
dan kakiku. Setelah memborgol
aku, mereka menutup mataku
dengan kain berwarna hitam.
Sekarang aku sudah tidak
berdaya lagi dalam keadaan
yang gelap gulita. Mereka
memasangkan sebuah penjepit
pada kedua ujung puting
susuku, lalu menjepitkan tiga
buah penjepit disekitarnya.
Mereka juga menjepit kulit
penisku yang masih dalam
keadaan terikat dan masih
tegak berdiri. Mungkin kira-
kira ada lima atau enam
penjepit di daerah penisku.
Aku hanya bisa merintih
kesakitan dan melenguh
panjang untuk menahan sakit.
"Akh.. Akh.. Akh.. Uh.. Sakit..,"
kataku kepada mereka.
Tapi mereka malah membentak,
memarahi, dan mentertawakan
aku. Mereka puas melihat aku
seperti itu tidak berdaya. Lalu
mereka mengambil dan
meneteskan lilin panas yang
besar ke arah puting susuku,
dada, perut, ketiak, dan
pahaku. Semua tubuhku terasa
terbakar dan aku sangat
kepanasan. Tapi itu belum
berakhir, lalu lilin-lilin panas
tersebut diarahkan ke
selangkanganku dan yang
paling utamanya adalah bola
pelir dan penisku. Mereka
meneteskan beberapa tetes
cairan lilin panas ke arah bola
pelirku kira-kira tiga puluh
tetes. Selain itu, mereka juga
meneteskan kepala penisku
dengan cairan lilin panas. Aku
keperihan dan keskitan sekali
sambil berteriak dan
mengerakkan pinggulku tidak
karuan.
Setelah puas dengan lilin dan
tubuhku, mereka menarik
semua penjepit yang ada
ditubuhku dengan kasar. Tentu
saja aku berteriak sejadi-
jadinya waktu itu. Sejenak
kira-kira lima belas menit
mereka meninggalkan aku.
Karena waktu itu jam sudah
menunjukkan jam tiga sore.
Mereka sudah menyiksaku
kira-kira lima jam sedari pagi.
Semua kejadian itu secara
terus menerus terjadi
kepadaku. Selama satu minggu
aku disiksa secara sadis.
Selama satu minggu pula aku
tidak pernah berpakaian dan
diberi makanan layaknya
seekor anjing. Pada hari
terakhir aku diajak untuk
berkeliling tapi masih dalam
keadaan telanjang. Lalu aku
disuruh turun dijalan raya
yang sedikit ramai. Lalu aku
disuruh mereka menyeberang
dalam keadaan telanjang. Aku
sungguh malu waktu itu. Tapi
apa boleh buat, semua aku
lakukan dengan pasrah. Lalu
setelah naik ke mobil aku
dibawa pulang ke jakarta
kembali karena kedua teman
Nyonya Lenny sudah akan
kembali ke kotanya masing-
masing. Aku ikut mengantar
tapi hanya di mobil karena aku
masih belum berpakaian alias
masih telanjang bulat.
Setelah mengantar kedua
temannya, Nyonya Lenny
kembali ke mobil. Dan Nyonya
Lenny menyuruhku untuk
menyetir mobilnya dalam
keadaan masih telanjang. Aku
menurut dan langsung
mengemudikan mobil. Di dalam
mobil, Nyonya Lenny mengocok
dan mengoral penisku. Selama
perjalanan yang memakan
waktu kurang lebih dua jam,
Nyonya Lenny mengoral dan
mengocok penisku dengan
kasar. Selama perjalanan aku
sudah mencapai klimaks tiga
kali. Aku sungguh lelah waktu
itu.
Kejadian itu sampai sekarang
masih teringat dalam ingatan
aku. Sampai sekarang aku
masih menjadi sopir Nyonya
Lenny sekaligus menjadi budak
sex Nyonya Lenny. Nyonya
Lenny sering menyuruhku
untuk menari telanjang,
memuaskan Nyonya Lenny
maupun Nyonya-Nyonya lain
teman Nyonya Lenny. Selain itu
aku juga harus memuaskan
Nyonya Lenny baik dalam BDSM
maupun dalam sex normal saja.
Karena aku tidak
diperbolehkan untuk pulang
kampung ataupun berhenti
bekerja. Karena Nyonya Lenny
memiliki foto dan video
telanjang aku. Selain itu juga,
aku masih memiliki pinjaman
yang belum aku lunasi. Setiap
melakukan hubungan sex pasti
Nyonya Lenny merekam dan
memotretku. Selain itu, setiap
mencapai klimaks aku harus
meminum cairan Nyonya Lenny.
Tetapi Nyonya Lenny juga
menyukai cairan spermaku,
yang katanya bisa buat obat
awet muda.
Terima kasih telah membaca
ceritaku. Mohon kasih
tanggapan yang positif dan
negatif atas cerita aku ini.