PDA

View Full Version : Fat Lady Yang Pemalu


knock
10-10-2015, 05:54 AM
Sebut saja namaku Rangga
(samaran), meski nama ini
samaran tetapi begitulah
beberapa wanita memanggilku.
Umurku saat ini 31 tahun dan
telah menikah. Aku tinggal di
ibukota yang padat penduduk
dan bekerja di sebuah
perusahaan swasta.
Sebenarnya sudah sejak lama
aku melakukan petualan sex,
tetapi baru kali ini aku
beranikan diri mengirim cerita
setelah beberapa hari yang lalu
tanpa sengaja aku browsing
situs cerita-cerita erotis dan
kudapatkan situs ini.
Aku mengangkat kisah ini dari
kejadian sesungguhnya yang
kualami, sengaja kuceritakan
dari pengalaman yang sekiranya
pembaca kurang menarik
karena kebanyakan cerita yang
kubaca menggambarkan
seorang wanita cantik dan
seksi.
Tidak demikian hal-nya dengan
yang kualami bersama Novi,
wanita sebayaku berumur
34tahun. Novi berperawakan
diluar kewajaran, bertubuh
gemuk dan besar, wajahnya
biasa saja. Kalaupun mau
disebutkan kelebihan dari fisik
Novi adalah kulitnya yang putih
dan mulus.
Dengan ukuran tubuh 165cm
dengan berat 75kg tentu
pembaca bisa membayangkan
seberapa besar bentuk
tubuhnya, bandingkan dengan
tubuhku yang berukuran 171cm
dengan berat 67kg. Sebagai
lelaki normal, apalagi selama ini
telah matang berpetualang
dengan wanita-wanita dari
segala usia yang berhasil tidur
denganku tanpa memberikan
imbalan uang sedikit-pun, tentu
saja sosok Novi tidak masuk
dalam hitunganku.
Namun ceritanya menjadi lain
manakala saat pertama kali aku
dekat dengan Novi gara-gara
bertabrakan saat terburu-buru
memasuki pintu lift gedung di
tempat aku bekerja. Bisa
pembaca bayangkan, dengan
berlari kecil mengejar pintu lift
yang terbuka, aku langsung
saja menyeruduk masuk tanpa
kuketahui ruang lift sudah
penuh sesak.
Penuh sesak? Sebenarnya tidak
juga, tetapi karena ada Novi,
tampak ruang lift menjadi
sesak, dan saat itu pulalah aku
tanpa sengaja bertabrakan
dengan Novi, wanita yang
bekerja satu lantai denganku
tetapi berbeda perusahaan.
Tentu saja aku mengenalnya
sudah lama, tetapi belum
pernah saling berbicara karena
memang aku tidak tertarik
untuk mengajak berbicara.
"Ups.sorry" itulah kata
pertama-ku kepadanya.
"It's ok, gak masalah" timpalnya
dengan muka menunduk.
Aku jadi teringat cerita teman
sekantor bahwa di kantor
sebelah ada cewek gendut
namanya Novi yang pendiam
dan pemalu.
Sepintas cerita itu benar,
tetapi beberapa saat setelah
pintu lift tertutup dan
merangkak naik, "Wah.bajunya
agak basah mas, terkena
tetesan hujan ya? Emang gak
bawa paying?" meluncur kata-
kata Novi seolah sudah
mengenal-ku sejak lama.
"Eh.iya, abis turun dari bus
langsung berlari karena ujan
deres banget sih" gelagapan
aku menimpali pertanyaannya.
Novi ternyata ramah juga dan
tidak seperti yang kutahu dari
cerita teman-teman.
"Biasanya jam segini sudah di
kantor, tumben kita ketemu di
lift?" Novi masih meneruskan
pertanyaannya.
"Bangun kesiangan, karena
nonton siaran langsung bola di
TV", aku sudah mulai bisa
mengatasi keadaan dan
perlahan tiba-tiba menjadi enak
ngobrol dengan Novi.
Teng..bunyi lonceng lift
menandakan lantai yang kutuju
telah sampai. Bruakkkk..untuk
kedua kalinya kami
bertabrakan, karena kami
keluar secara bersamaan. Tetap
saja masih belum kusadari
bahwa Novi adalah cewek yang
bertubuh gemuk.
"Hmmm..gitu ya gak mau ngalah
ama wanita.lady first dong.
apalagi ukuran-ku kan untuk
dua orang" omel Novi dengan
nada tersenyum dan bercanda
"Iya deh sorry, kirain cukup
buat aku tadi.hehehehe"
obrolan semakin mencair.
Sejak kejadian tabrakan di lift,
Novi yang semula tidak
kuperhatikan, sekarang menjadi
salah satu wanita teman
ngobrolku di saat istirahat
kantor. Maklumlah, di kantorku
sendiri juga tidak banyak
wanita, jadi kehadiran Novi
cukup memberikan suasana
segar saat mengisi istirahat.
Hingga suatu saat Novi
menawariku dua buah tiket
konser, "Rangga, aku punya
tiga tiket konser nih,
rencananya yang dua buah
untuk teman-ku yang sudah
pesan, mendadak mereka
membatalkan nonton karena
harus keluar kota, sayangkan
kalau gak kepakai. Nih yang dua
buah buat kamu aja, terserah
kamu ajak siapa, tapi kalau bisa
kita berangkatnya bareng"
tawaran Novi disela-sela
istirahat kantor.
"Wow, serius nih, tapi siapa lagi
yang satu ya? Boleh kan buat
istriku" jawab-ku
"Loh terserah aja" jawan Novi
Tetapi ternyata istriku menolak
karena kebetulan sudah
telanjur janji untuk acara
kangen-kangen-an dengan
teman-teman satu sekolahnya
dulu.
Dihari yang ditentukan untuk
nonton konser, kami janjian di
sebuah mall di tengah kota,
berhubung aku tidak punya
kendaraan, maka Novi bersedia
berangkat sama-sama dengan
mobilnya yang memang kutahu
sejak lama bahwa selama ini dia
ke kantor juga mengendarai
mobil pribadi.
Konser musik rock di ancol ini
memaksaku untuk larut ikut
berjingkrak-jingkrak. Tidak
kusangka Novi cukup pede
untuk ikutan jingkrak-jingkrak.
Dan tentu saja keakraban kami
semakin lengket dan tanpa rasa
malu-malu sesekali kami
berangkulan sambil goyang
bersama.
Konser selesai jam 11 malam,
dalam keadaan lelah aku
gantian nyetir kendaraan Novi
yang sejuk ber-AC. Entah siapa
yang memulai, kami saling
berangkulan dan Novi merapat
ke pundak-ku yang sedang
konsentrasi mengendarai
mobilnya.
Sepanjang perjalanan dengan
kecapatan yang sedang, kami
saling bercerita pribadi masing-
masing dan tanpa ada rasa
malu Novi bercerita bahwa dia
belum punya pacar karena
terlalu malu dan gak pede
dengan keadaan dirinya.
Entah dapat ide darimana tiba-
tiba aku bertanya "Nov, selama
ini kalau kamu lagi kesepian dan
tiba-tiba horny gimana tuh?"
"Ya self service lah" timpal Novi,
"Masturbasi?" komentarku,
"Iya..abis gimana lagi? Gak ada
yang bantuin sih.hahahahaha"
seloroh Novi tanpa rasa malu.
"Wah..tau gitu aku bantuin mau
gak?" aku juga tiba-tiba
menawarkan diri
"Eit.mulai nakal ya..emang
berani? Gimana caranya?"
sahut Novi penuh penasaran
"Sepanjang kamu gak
keberatan, kenapa aku tolak?"
tantang-ku.
Tiba-tiba ruang mobil yang ber-
AC serasa hangat
menggairahkan. Kami tahu,
masing-masing dalam kelelahan
menahan desahan nafas,
sementara dada-ku berdetak
tak karuan.
"Rangga..apa kamu gak
keberatan memberikan
kehangatan?" ajak Novi
"Nngg..." darahku serasa
mendidih dan nafasku memburu.
Jujur saja aku belum punya
pengalaman bercinta dengan
wanita gemuk, tetapi kini
disebelahku duduk seorang
wanita gemuk yang
menawarkan diri untuk diberi
kehangatan. Darah laki-laki-ku
terpacu, dan tawaran-nya
segera ku-iyakan.
Maka Novi menawarkan untuk
meluncur ke rumah pribadinya
yang memang kosong dan
hanya ditempati dirinya di
kawasan Jakarta Selatan.
"Bener nih kamu mau dengan
wanita gemuk seperti aku?"
"Loh kan makin asyik karena
makin hangat seperti selimut"
candaku menahan nafsu.
Tanpa menunggu lama,
setibanya kami di garasi
rumahnya, aku bergegas
digiring ke kamar-nya. Rupanya
Novi juga sudah menahan gairah
yang terpendam. Diakuinya ini
akan jadi pengalaman pertama
kali. Pertama kali?
Ya ini akan jadi pengalaman
pertama kalinya, karena selama
ini Novi mengaku yakin sudah
tidak perawan lagi tetapi bukan
oleh lelaki tetapi oleh
kebiasaannya bermasturbasi.
Maklumlah, Novi sangat tidak
pede didekati cowok.
"Rangga, selama ini aku hanya
tahu lewat nonton BF, please
kamu jangan malu, lakukan
seperti yang biasa kamu
lakukan atau lakukan seperti
yang biasa aku tonton di BF
ya." desah nafas Novi semakin
memburu.
Dalam hati, ini juga pengalaman
pertama aku bercinta dengan
wanita gemuk, yang jujur saja
sebenarnya tidak menarik dari
bentuk tubuhnya. Tetapi
tawaran ini tidak bisa kutolak,
disamping penasaran juga
gairah yang tiba-tiba muncul.
Aku ingin memberikan kesan
yang mendalam kepada Novi.
Maka secara perlahan
kudekatkan wajahku ke
wajahnya, dan desahan
nafasnya terasa di bibir-ku.
Setenang mungkin, kurapatkan
tubuh-ku ke dadanya yang
empuk dan kenyal. Dan terasa
olehku meski masih dibungkus
be-ha, tetapi ada yang
mengeras di permukaan
payudaranya yang berukuran
luar biasa.
Bibirnya kurapatkan dan
kulumat perlahan tetapi kuat.
aagghh, kudengar desah
nafasnya yang memburu. Kini
bibirnya sudah basah oleh
permainan bibir-ku. Dan lidahnya
menari-nari di mulutku.
Kusambut juluran lidahnya
dengan permainan lidahku yang
tak kalah lincahnya. Perlahan
tangan-ku meraih kancing baju
Novi, satu persatu kulepaskan
dan sengaja kusisakan satu
kancing terakhir bagian bawah.
Novi tersentak kaget, tetapi
gairahnya menuntun rasa
keingintahuan yang lebih dalam.
Secara insting Novi
melonggarkan lengannya agar
terlepas dari lengan baju dan
dengan kancing tersisa satu
buah, baju tersebut terlepas
dari bahunya tapi masih
menyangkut di pinggulnya.
Kini dihadapan-ku berdiri wanita
gemuk yang menggairahkan
dengan belahan dada yang
rapat dan payudara yang super
montok. Baru kusadari bahwa
meski gemuk, Novi ternyata
seksi juga, karena tidak terlihat
tumpukan lemak di sekitar
perutnya.
Dibungkus kulit yang putih dan
mulus..perlahan kuraba dan
kuusap, tanganku menjalar
disekitar perutnya dan
perlahan naik mendekati dada.
Terasa olehku degup
jantungnya yang berdetak
kencang tak karuan.
Sementara lidahku masih
bermain dengan lidahnya yang
tak kalah hebat dalam
memperebutkan sensasi di
mulut kami masing-masing.
"Rangga.oouugghh..this is
great. " want it so bad." Novi
mendesah tak karuan.
Tanganku berhenti menjalar
dadanya, kini kedua tanganku
menjulur kebelakang mencari
kaitan tali be-ha yang membuat
payudaranya masih terbungkus
padat. Tidak sulit untuk
menemukannya dan melepaskan
kaitannya, dan sesaat kemudian
pemadangan didepanku semakin
menggairahkan.
Wanita gemuk ini, ternyata
memiliki payudara yang padat
dan kencang. Putingnya masih
berwarna merah merekah
besar, dan payudaranya bulat
padat kenyal memenuhi
dadanya. Payudaranya tidak
lembek dan tidak bergelantung
dibanding kebanyakan wanita
yang pernah bercinta
denganku.
Dalam sekejap telapak
tanganku meraih gumpalan
padat itu, dan.."Wow..akh" Novi
menjerit tertahan, perasaan
eksotis yang belum
terbayangkan selama ini. Diam
sejenak, kami menghentikan
kuluman dibibir. Dan mataku
tertuju ke payudara Novi,
sementara telapak tanganku
tak cukup untuk menggenggam
seluruh permukaan payudara
Novi yang sintal.
Moment ini tak disia-siakan oleh
Novi, kepalanya mendangak dan
mulutnya terbuka sesaat dan
sekejap kemudian mulutnya
mengatup rapat sambil
menggigit bibir. Badannya
melengkung kebelakang dan
membuat payudaranya semakin
menyembul dalam genggaman-
ku.
Novi berteriak histeris
"Ranggaaa.sshh please..tease
me more and more"
Dalam keadaan badan
melengkung kebelakang,
membuat gerakan kepala-ku
semakin leluasa. Dan segera
kutelungkupkan kepalaku
terbenam di antara belahan
dadanya yang merangsang.
Jenggot di dagu-ku yang baru
bermunculan after shave
beberapa hari yang lalu
rupanya menggelitik bagian
bawah payudaranya. Hal ini
membuat guncangan di
perutnya menahan geli
sekaligus erangan yang luar
biasa.
Kepala-ku terus turun kebawah
dan sesekali lidahku menjilati
permukaan perutnya. Hingga
kepalaku berhenti di bawah
pusarnya, perlahan dengan gigi-
gigi-ku, kulepaskan kaitan
kancing baju terakhir yang
masih tersisa. Kini baju yang
menempel di tubuh Novi telah
terlepas.
Bagaikan selimut yang hangat,
aku mulai menikmati permainan
ini. Kutelusuri seluruh
permukaan tubuhnya dengan
jilatan dan kecupan. Novi
menggelinjang semakin tak
karuan.
Gairah yang tertahan selama ini
menyebabkan Novi bergerak liar
dan tak kuasa berlama-lama
berdiri, dia merebahkan diri ke
kasur yang berukuran king size.
Sesaat Novi berbaring, aku
melepaskan kancing-kancing
kemejaku. Di tempat tidur telah
berbaring wanita gemuk yang
seksi dengan kulit putih mulus
dan polos tanpa sehelai
benang-pun. Sementara aku
berdiri dengan bertelanjang
dada.
Mata Novi tak berkedip
memandang dada-ku dan sekali
lagi kulihat bibirnya merapat
dan giginya menggigit bibir
bawahnya menahan desahan
nafsu. Seolah memberi isyarat
bahwa ia-pun ingin menelusuri
tubuhku yang telanjang.
Dalam keadaan berbaring,
kutindih Novi dengan posisi
pasrah. Kukulum payudaranya
dan kumainkan lidahku di ujung-
ujung putingnya yang mengeras
dan makin memerah. Dadanya
terasa hangat di tubuhku.
Degup jantungnya memburu.
Permainan kami semakin tak
berirama, gerak tubuh kami
semakin liar.
Kami berguling dan saling
menindih, seolah berebut posisi
untuk dapat mereguk
kenikmatan satu sama lain.
Saling memagut, bercumbu,
bermain lidah. Sesekali kembali
lidahku menelusuri seluruh
permukaan payudaranya yang
mengundang untuk dijamah.
Tidak banyak kata terucap
keluar dari mulut kami, hanya
desahan nafas yang memburu,
rintihan kenikmatan dan
teriakan histeris ketagihan.
".ohh Rangga, aku ingin
merasakan penismu.please
perlihatkan Rangga.." pinta
Novi disela-sela bibir kami
berpagutan.
Tak perlu kujawab dengan
kata-kata, tetapi segera
kupelorotkan celana-ku, dan
kini Novi untuk pertama kalinya
bisa melihat real penis yang
telah berdiri tegak membesar
dihadapannya. Sengaja makin
kudekatkan penis-ku ke
wajahnya.
".ohh.yeessss.Rangga, penismu
sepertinya nikmat banget kalau
masuk ke vaginaku..udah basah
nih.buka dong" iba Novi seperti
ingin segera memulai permainan
berikutnya.
Tetapi, sebelum permintaannya
terkabul, segera aku berbalik
badan dan berusaha melepas
celananya termasuk cd-nya.
Sengaja kuatur posisi saling
berlawanan, dan kini dapat
kulihat jelas Novi sangat
merawat vaginanya. Rambutnya
hitam tetapi tidak lebat dan
seolah tersisir rapi melingkupi
bibir vaginanya yang memerah.
Bau harum khas cairan vagina
tercium keluar bibir vagina
Novi...menetes kebagian bawah
vaginanya.
Novi segera paham posisi yang
kutawarkan, dan tanpa
menunda waktu, dibukanya
mulutnya dan memegang
penisku perlahan untuk
disodorkan masuk ke mulutnya.
Tak berapa lama.hanya ada
perasaan mendesir menjalar
disekitar penisku, basah dan
hangat penuh terasa oleh
kuluman Novi.
Masih kubiarkan Novi
memainkan penisku di mulutnya,
rupanya penisku belum ia
masukkan semuanya..atau.
memang tidak cukup masuk
semua kedalam mulutnya.
Entahlan, yang jelas jilatan dan
kuluman Novi di penis-ku terasa
hangat dan mengejang.
Harum khas cairan vagina Novi
makin tercium, rupanya Novi
sudah terangsang hebat.
Sesekali pinggulnya dinaikkan
hingga vaginanya menyentuh
dagu-ku. Kugoda vaginanya
dengan sesekali kujulurkan
lidahku menyentuh bibir
vaginanya. Saat bersentuhan
itu kutahu tubuh Novi bergetar
dan sekejap menghentikan
kulumannya. Rupanya Novi
sudah tak kuasa menahan
untuk menikmati kulumanku di
vaginanya.
Kutelusuri seluruh bibir luar
vagina Novi dengan lidahku,
dalam keadaan basah, makin
kubenamkan lidahku mengulum
vaginaku. Semakin dalam
semakin masuk ke dinding
vagina dalam, Novi semakin
bergerak beringas. Kini desah
nafas berubah menjadi raungan
penuh permintaan.
Kujilati sambil sesekali kukecup
vaginanya. Terus kujalar lidahku
di vaginanya. Basah liurku
bercampur dengan basah cairan
vaginanya, semakin licin
kurasakan dinding vagina Novi,
dan raungan tadi tak henti-
hentinya meronta. Kini Novi
makin berani, penisku terasa
penuh dimulutnya, dan
suaranya tertahan di rongga
karena tertutup oleh penisku,
sementara jilatan-ku tak
berhenti menelusuri vaginanya.
Tak berapa lama kemudian
kurasakan tubuh Novi bergetar
hebat, suaranya melengking
tertahan, payudaranya terasa
di perutku mengeras dan padat.
Dalam keadaan bergetar
tersebut, tiba-tiba Novi
menghentikan seluruh
aktivitasnya, tangannya
meramas kuat pantatku. Dan
dalam keadaan diam sesaat,
tubuh Novi melengkung ke-atas,
tak peduli aku masih menindih
tubuhnya. Ditahannya posisi
vagina-nya agar tetap
terbenam dimuka-ku. Sesaat
kemudian tubuh yang bergetar
tersebut tiba-tiba melemah
lunglai disertai teriakan
melengking hingga suara Novi
hilang disertai melepas tangan
yang tadi meremas pantatku.
"Rangga...aku orgasme rangga.
oouugghhh..sshh"
Permainan oral sex kami
rupanya telah membuat Novi
orgasme, sementara penis-ku
yang masih tegang sejenak
hanya dibelai-belai sambil
menghela nafas kelelahan.
Dinginnya ruang AC kamar Novi
tak menghalangi peluh keringat
Novi menetes dan membasahi
sprei kasur Novi yang
berawarna hijau susu.
"Rangga, penismu belum masuk
aja aku udah orgasme.gimana
kalau nanti kamu masukin ya?.
ffiiuuhhh memang lebih nikmat
dibanding masturbasi ya?"
seloroh Novi dengan nafas
tersengal.
Demikianlah pembaca, permainan
babak pertama dengan Novi.
Pada cerita selanjutnya akan
saya ceritakan bagaimana
permainan babak kedua yang
tak kalah hebatnya serta
pengalaman-pengalamanku yang
lainnya dari yang berhubungan
dengan gadis belia (SMA) hingga
paruh baya (48 tahun), dari
yang straight hingga yang orgy
atau sex party.