PDA

View Full Version : Reny Dan Reny


knock
10-10-2015, 05:58 AM
Cerita ini terjadi beberapa
waktu yang lalu. Semuanya
bermula ketika penerimaan
mahasiswa baru di kampusku.
O iya, aku adalah salah satu
mahasiswa di salah satu
perguruan tinggi ternama di
kotaku. Saat itu, maklumlah
namanya juga senior, maka
semua mahasiswa baru baik
itu mahasiswa baru cowok
maupun cewek tunduk atas
semua perintahku.
Pada hari kedua orientasi
pengenalan kampus, aku
berkenalan dengan seorang
mahasiswa baru yang
bernama Reny dan berasal
dari luar pulau. Anaknya
imut-imut, manis dan lucu,
membuatku sangat tertarik
kepadanya. Berbagai cara pun
kucoba untuk melakukan
pendekatan, sehingga berhasil
menjadikannya pacar.
Singkat cerita, setelah dua
bulan pacaran aku mengajak
dia jalan-jalan ke rumahku
yang kebetulan lagi kosong.
Setelah sampai di rumah, kami
bercerita sebentar, mulai dari
hal-hal yang berbau kampus
hingga menyentuh masalah
seks. Ternyata ia melayaniku
dengan semangat, sampai
pikiranku pun melayang ke
hal-hal yang tidak-tidak. Aku
berusaha memancingnya terus
dengan menambah bumbu-
bumbu cerita, dan dia pun
terangsang. Perlahan-lahan
kudekatkan tubuhku padanya
dengan hati-hati, takut siapa
tahu dia menolak. Diluar
dugaan, dia tidak menghindar,
maka kucoba lebih jauh lagi
dengan cara menciumnya.
Ternyata dia membalas
kecupanku dengan penuh
nafsu. Aku menjadi lebih
berani lagi.
Aku berusaha untuk membuka
baju dan celana panjang yang
ia pakai. Ohhh betapa
indahnya bentuk tubuhnya
ketika kulihat hanya
menggunakan penutup buah
dada dan celana dalam
putihnya. Aku pun tidak
tahan lagi, sambil mengulum
bibirnya yang basah, aku pun
membuka seluruh pakaianku.
Dia terkejut dan takjub
ketika melihat batang
kemaluanku yang besar telah
tegang.
Dia membuka penutup dada
dan celana dalamnya dan
memegang batang
kemaluanku sambil berkata,
aEsKak, besar sekali punyamu,
aku kok ingin mencobanya..!aEt
Sambil menahan nafsu, aku
membaringkan Reny ke lantai.
Awalnya kami hanya bergelut
dengan saling berpelukan
saja, tetapi keinginan untuk
melakukan yang lebih dari itu
pun tidak dapat kami
bendung lagi. Hingga pikiran
sehat dan rasa ingin
memeperlakukan Reny
selayaknya wanita yang baik
pun sirna saat itu. Kami saat
itu sudah dilingkupi oleh
keinginan birahi yang sangat
tinggi.
aEsRen.., aku ingin mencium
milikmu, boleh kanaE|?aEt tanyaku
merayunya.
aEsOh.., Kak.. Lakukan saja, aku
sudah tidak tahan lagi..!aEt
jawabnya sambil tangannya
mencoba memegang batang
kemaluanku yang sudah
berdiri tegak itu.
Kami saling melakukan oral
seks dengan posisi 69.
Kegiatan kami yang satu itu
berlangsung hingga 10 menit,
dan kami pun terhenti
bersamaan karena rupanya
sama-sama menginginkan hal
yang lebih lagi.
Setelah itu aku mulai
memasukkan batang
kemaluanku ke dalam liang
keperawanannya secara
perlahan-lahan. Dia meringis
menahan sakit yang teramat
sangat, tapi tidak berusaha
untuk menolakku. Aku pun
bertambah semangat untuk
mengocok liang
keperawanannya dengan
cepat sambil menggoyangkan
pinggulku.
Setelah 15 menit kami
bermain cinta, aku
mengajaknya terbang ke alam
nikmat.
Aku mendengarnya mendesis,
aEsSsshhaE| ahhhhaE| Kak.., nikmat
sekali.., teruuusss.. KaakaE|
sepertinya ada yang mau
keluaaarraE|aEt
Aku berpikir bahwa dia sudah
mencapai orgasme yang
pertama, terus saja aku
mengocoknya dan tiba-tiba,
aEsKakkaE| aku keluar..!aEt dan
memuncratlah cairan kental
berwarna putih kemerah-
merahan, tanda bahwa
keperawanannya telah
kutembus.
Sampai empat kali dia
mengalami orgasme. Dia
kulihat mengalami lemas
lunglai, sedangkan aku sendiri
belum. Lama-kelamaan daya
tahanku mulai berkurang
juga. Sambil menahan rintihan
kenikamatan, aku merasa
spermaku sudah saatnya
dikeluarkan. Aku pun
mengeluarkan batang
kemaluanku dari dalam liang
kewanitaannya sambil
mengerang.
aEsAaahhhaE| RenyaE| kamu betul-
betul hebat sayang..!aEt dan
cairan putih kental dari dalam
batang kemaluanku
tertumpah di wajahnya.
Dia kemudian menjilati batang
kemaluanku yang besar itu
sambil tersenyum puas.
Setelah bersih dari cairan
sperma dan cairan
kewanitaannya, aku pun
mengecup bibirnya dengan
hangat. Kami kembali
melakukan percintaan sambil
berpelukan di bawah lantai.
Tidak terasa kami pun
tertidur pulas.
Setelah terbangun, aku
melihat Reny masih tertidur
pulas di lantai. Aku duduk
sebentar di sofa. Tiba-tiba
aku teringat pengalaman
masa lalu saat aku berumur
15 tahun. Aku mempunyai
seorang tante yang bernama
persis dengan nama pacarku
ini. Ya, nama tanteku juga
Reny. Waktu itu aku dan
tante tinggal serumah,
karena ayah dan ibuku lagi
keluar kota untuk mengurus
pernikahanpamanku.
Karena takut tidur sendiri,
maka tanteku minta tolong
agar aku menemaninya di
kamarnya, kebetulan di
kamar tanteku ada dua buah
tempat tidur yang letaknya
bersampingan. Malam itu
entah karena kelelahan, aku
dan tanteku lupa memasang
anti nyamuk elektrik, dan
bisa ditebak seluruh badanku
diserbu nyamuk yang memang
tidak tahu diri.
Tengah malam aku terbangun
karena tidak tahan akan
serangan nyamuk yang tidak
tahu diri itu. Aku berbalik ke
arah tanteku dan melihat dia
tertidur pulas sekali. Karena
kamar itu hanya diterangi
lampu pijar 10 watt, maka
samar-samar aku dapat
melihat tubuh molek tanteku
yang terbaring merangsang. O
ya, walaupun sudah berumur
26 tahun, tanteku mempunyai
wajah yang masih sangat
muda dan cantik. Entah
karena nafsu, aku
memberanikan diri
menghampiri tanteku. Kulihat
daster yang dipakainya
tersibak di bagian
selangkangannya.
Aku mencoba mengintip dan
melihat gundukan kecil dari
balik celana dalamnya. Ah,
betapa aku ingin melihat yang
ada di balik celana dalam itu.
Tiba-tiba tanteku terbangun,
aEsHei.., apa yang kamu
lakukan..?aEt
Karena terkejut, aku pun
menjawab asal-asalan, aEsTadi
aku melihat tikus tanteaE|aEt
Tante Reny menjerit sambil
memelukku, aEsAhhh.., dimana
tikusnya..?aEt
Sambil terbata-bata karena
gugup, aku menjawab bahwa
tikusnya sudah lari. Aku pun
kembali ke tempat tidur dan
akhirnya tertidur pulas
hingga pagi hari.
Keesokan harinya, saat
sarapan aku lihat tanteku
tersenyum-senyum sendiri,
tapi aku takut
untukmenanyakannya. Aku
merasa, kalau tanteku itu
sepertinya mengetahui
kelakuanku tadi malam, tapi
karena memang aku masih
merasa tidak enak dengan
tanteku, maka aku pun diam
saja.
Malam harinya aku sengaja
tidak tidur agar bisa
mengambil kesempatan
seperti malam sebelumnya.
Dan saat itu pun tiba. Tepat
tengah malam, saat kulihat
tanteku tertidur pulas, aku
mengendap ke tempat
tidurnya dan mencoba
mengintip. Astaga, yang
kulihat bukan lagi celana
dalam putih yang biasa
dipakainya, melainkan
gundukan kecil yang
ditumbuhi bulu-bulu halus.
Sambil membayangkan yang
tidak-tidak, aku tidak
menyadari bahwa celanaku
sudah melorot turun. Ya,
tanteku ternyata tidak tidur.
aEsMasih belum tidur, De..?aEt
tanyanya.
Aku pun sadar karena
tenyata tante Reny
memegang batang
kemaluanku dan berkata,
aEsWah.., sudah besar yaaa..?aEt
aEsIhh.., geli tante..!aEt jawabku
mencoba menghindari
pegangan tangannya di
kemaluanku.
Tidak hanya itu saja, karena
kemudian tanteku bagun dari
tempat tidurnya dan langsung
mengulum kemaluanku yang
sudah jelas berdiri dengan
tegaknya. Dia mengulum,
hingga aku meringis menahan
rasa nikmat dan sedikit
kesakitan, karena memang
tanteku terlalu bernafsu
mengulum kemaluaku, hingga
sempat giginya menyentuh
batang rudalku. Tante Reny
kemudian membuka seluruh
pakaiannya dan menyuruhku
untuk naik ke atas. Dia
membimbingku untuk
menindihnya.
aEsDe.., ayo naik..! Tante tahu
kok kamu juga ingin kan..?aEt
katanya manis mencoba
membujukku.
Aku pun naik dan tanteku
membimbing batang
kemaluanku yang saat itu
masih belum terlalu besar
masuk ke dalam liang
kewanitaannya sambil
mengerang.
aEsAyo.. De.., kamu pasti bisa.
Jangan diam begitu dong..!
Gerakkan maju mundur.
Ayooo, yahhhaE| begitu..,
ahhhhh enak De..!aEt katanya
kesetanan.
Benar-benar aku mencoba
mengerahkan segala
kekuatan dan keahlian yang
kudapat dari beberapa kali
menonton film porno untuk
menerapkannya pada
perbuatan kami itu.
aEsTerus De.., terus.., tante
merasa enak..!aEt katanya
memuji goyangan tubuhku
dan rudalku yang mencoba
memuaskan gairah
kenikmatan tanteku.
Aku pun merasa keenakan
dan akhirnya, aEsCrutttaE|
cruttt.. cruttt..!aEt air maniku
pun keluar.
aEsWah.., belum apa-apa sudah
keluar. Tapi tidak apa-apa..,
wajar kok bagi pemula..aEt
aEsO ya.. tante.., normalnya
berapa lama baru air mani
keluar..?aEt tanyaku tanpa
malu-malu lagi.
aEsSatu jamaE|aEt katanya sambil
tersenyum simpul.
Kami terus saja melakukan
hal itu dalam berbagai macam
gaya. Aku tentu saja
menikmatinya, karena itu
merupakan pengalaman seks
pertamaku.
Setelah malam itu, kami
beberapa kali melakukan
hubungan seks sampai daya
tahanku betul-betul teruji.
Kami melakukan diantaranya
di kamar mandi, sofa dan
tentu saja kamar tanteku.
Memang saat-saat bersama
tanteku dulu, merupakan
kenangan yang indah untuk
kehidupan seksku.
Aku terus saja melamun
sampai kudengar suara Reny
menegurku, aEt Kak.., antarkan
aku pulang..!aEt katanya sambil
merangkul diriku.
aEsEh, Reny.., kamu sudah
bangun..?aEt tanyaku terbata-
bata karena kaget.
aEsKak.., lain kali kita bikin lagi
yaaa..?aEt pintanya manja.
aEsIyalah.., nanti. Enakkan..?aEt
tanyaku lagi.
aEsIya.. Kakak hebat mainnya,
Reny sampai ketagihan..!aEt
katanya sambil merangkul
tubuhku dengan erat dan
kemudian mencium pipi
kananku.
aEsIya dong.., siapa dulu..!aEt
balasku juga sambil mencim
keningnya.
Hanya sebentar setelah
percumbuan kami yang indah
itu, kami berpakaian kembali
dan membersihkan ruangan
itu yang sempat agak
berantakan. Kemudian aku
pun mengantar Reny pulang
dan tersenyum puas.
TAMAT