PDA

View Full Version : Janda Muda


knock
10-10-2015, 05:58 AM
Peristiwa itu bermula ketika
aku berkeinginan untuk
mencari tempat kos-kosan di
Surabaya. Pada saat itu,
pencarian tempat kost-
kostan ternyata membuahkan
hasil. Setelah aku menetap di
tempat kost-kostan yang
baru, aku berkenalan dengan
seorang wanita, sebut saja
namanya Varia. Usia Varia
saat itu baru menginjak 30
tahun dengan status janda
Tionghoa beranak satu.
Perkenalanku semakin
berlanjut. Pada saat itu, aku
baru saja habis mandi sore.
Aku melihat Varia sedang
duduk-duduk di kamarnya
sambil nonton TV. Kebetulan,
kamarku dan kamarnya
bersebelahan. Sehingga
memudahkanku untuk
mengetahui apa yang
diperbuatnya di kamarnya.
Dengan hanya mengenakan
handuk, aku mencoba
menggoda Varia. Dengan
terkejut ia lalu meladeni olok-
olokanku. Aku semakin berani
mengolok-oloknya. Akhirnya ia
mengejarku. Aku pura-pura
berusaha mengelak dan
mencoba masuk ke kamarku.
Eh.. ternyata dia tidak
menghentikan niatnya untuk
memukulku dan ikut masuk ke
kamarku.
aEsAwas kau.. entar kuperkosa
baru tahu..aEt gertaknya.
aEsCoba kalau berani..aEt
tantangku penuh harap.
Aku menatap matanya,
kulihat, ada kerinduan yang
selama ini terpendam, oleh
jamahan lelaki. Kemudian,
tanpa dikomando ia menutup
kamarku. Aku yang
sebenarnya juga menahan
gairah tidak membuang-buang
kesempatan itu.
Aku meraih tangannya, Varia
tidak menolak. Kemudian kami
sama-sama berpagutan bibir.
Ternyata, wanita cantik ini
sangat agresif. Belum lagi aku
mampu berbuat lebih banyak,
ternyata ia menyambar
handuk yang kukenakan. Ia
terkejut ketika melihat
kejantananku sudah setengah
berdiri. Tanpa basa-basi, ia
menyambar kejantananku
serta meremas-remasnya.
aEsOh.. ennaakk.. terussh..aEt
desisanku ternyata
mengundang gairahnya untuk
berbuat lebih jauh. Tiba-tiba
ia berjongkok, serta melumat
kepala kontolku.
aEsUf.. Sshh.. Auhh.. Nikmmaat..aEt
Ia sangat mahir seperti tidak
memberikan kesempatan
kepada untuk berbuat tanya.
Dengan semangat, ia terus
mengulum dan mengocok
kontolku. Aku terus dibuai
dengan sejuta kenikmatan.
Sambil terus mengocok,
mulutnya terus melumat dan
memaju-mundurkan
kepalanya.
aEsOh.. aduhh..aEt teriakku
kenikmatan.
Akhirnya hampir 10 menit aku
merasakan ada sesuatu yang
mendesak hendak keluar dari
kontolku.
aEsOh.. tahann.. sshh. Uh.. aku
mau kkeluaar.. Oh..aEt
Dengan seketika muncratlah
air maniku ke dalam mulutnya.
Sambil terus mencok dan
mengulum kepala kontolku,
Varia berusaha membersihkan
segala mani yang masih
tersisa.
Aku merasakan nikmat yang
luar biasa. Varia tersenyum.
Lalu aku mencium bibirnya.
Kami berciuman kembali.
Lidahnya terus dimasukkan ke
dalam mulutku. Aku sambut
dengan mengulum dan
menghisap lidahnya.
Perlahan-lahan kejantananku
bangkit kembali. Kemudian,
tanpa kuminta, Varia
melepaskan seluruh
pakaiannya termasuk bra dan
CDnya. Mataku tak berkedip.
Buah dadanya yang montok
berwarna putih mulus dengan
puting yang kemerahan
terasa menantang untuk
kulumat. Kuremas-remas
lembut payudaranya yang
semakin bengkak.
aEsOhh.. Teruss Ted.. Teruss..aEt
desahnya.
Kuhisap-hisap pentilnya yang
mengeras, semnetara tangan
kiriku menelusuri pangkal
pahanya. Akhirnya aku
berhasil meraih belahan yang
berada di celah-celah
pahanya. Tanganku
mengesek-geseknya. Desahan
kenikmatan semakin melenguh
dari mulutnya. Kemudian
ciumanku beralih ke perut
dan terus ke bawah pusar.
Aku membaringkan tubuhnya
ke kasur. Tanpa dikomando,
kusibakkan pahanya. Aku
melihat vaginanya berwarna
merah muda dengan rumput-
hitam yang tidak begitu tebal.
Dengan penuh nafsu, aku
menciumi memeknya dan
kujilati seluruh bibir
kemaluannya.
aEsOh.. teruss.. Ted.. Aduhh..
Nikmat..aEt
Aku terus mempermainkan
klitorisnya yang lumayan
besar. Seperti orang yang
sedang mengecup bibir,
bibirku merapat dibelahan
vaginanya dan kumainkan
lidahku yang terus berputar-
putar di kelentitnya seperti
ular cobra.
aEsTed.. oh.. teruss sayangg..
Oh.. Hhh.aEt
Desis kenikmatan yang keluar
dari mulutnya, semakin
membuatku bersemangat.
Kusibakkan bibir kemaluannya
tanpa menghentikkan lidah
dan sedotanku beraksi.
aEsSrucuup-srucuup.. oh..
Nikmat.. Teruss.. Teruss..aEt
teriakannya semakin merintih.
Tiba-tiba ia menekankan
kepalaku ke memeknya,
kuhisap kuat lubang
memeknya. Ia mengangkat
pinggul, cairan lendir yang
keluar dari memeknya
semakin banyak.
aEsAduhh.. Akku.. keluuaarr.. Oh..
Oh.. Croot.. Croot.aEt
Ternyata Varia mengalami
orgasme yang dahsyat.
Sebagaimana yang ia lakukan
kepadaku, aku juga tidak
menghentikan hisapan serta
jilatan lidahku dari memeknya.
Aku menelan semua cairan
yang kelyuar dari memeknya.
Terasa sedikit asin tapi
nikmat.
Varia masih menikmati
orgasmenya, dengan spontan,
aku memasukkan kontolku ke
dalam memeknya yang basah.
Bless..
aEsOh.. enakk..aEt
Tanpa mengalami hambatan,
kontolku terus menerjang ke
dalam lembutnya vagina Varia.
aEsOh.. Variaa.. sayang.. enakk.aEt
Batang kontolku sepeti
dipilin-pilin. Varia yang mulai
bergairah kembali terus
menggoyangkan pinggulnya.
aEsOh.. Ted.. Terus.. Sayang..
Mmhhss..aEt
Kontolku kuhujamkan lagi
lebih dalam. Sekitar 15 menit
aku menindih Varia.. Lalu ia
meminta agar aku berada di
bawah.
aEsKamu di bawah ya, sayang..aEt
bisiknya penuh nikmat.
Aku hanya pasra. Tanpa
melepaskan hujaman kontolku
dari memeknya, kami merobah
posisi. Dengan semangat
menggelora, kontolku terus
digoyangnya. Varia dengan
hentakan pinggulnya yang
maju-mundur semakin
menenggelamkan kontolku ke
liang memeknya.
aEsOh.. Remas dadaku..
Sayaangg. Terus.. Oh.. Au..
Sayang enakk..aEt erangan
kenikmatan terus memancar
dari mulutnya.
aEsOh.. Varia.. terus goyang
sayang..aEt teriakku memancing
nafsunya.
Benar saja. Kira-kira 15 menit
kemudian goyang pinggulnya
semakin dipercepat. Sembari
pinggulnya bergoyang,
tangannya menekan kuat ke
arah dadaku. Aku
mengimbanginya dengan
menaikkan pinggulku agar
kontolku menghujam lebih
dalam.
aEsTedii.. Ah.. aku.. Keluuaarr,
sayang.. Oh..aEt
Ternyata Varia telah
mencapai orgasme yang
kedua. Aku semakin mencoba
mengayuh kembali lebih cepat.
Karena sepertinya otot
kemaluanku sudah dijalari
rasa nikmat ingin
menyemburkan sperma.
Kemudian aku membalikkan
tubuh Varia, sehingga
posisinya di bawah. Aku
menganjal pinggulnya dengan
bantal. Aku memutar-
mutarkan pinggulku seperti
irama goyang dangdut.
aEsOh.. Varia.. Nikmatnya.. Aku
keluuarr..aEt
Crott.. Crott.. Tttcrott.
Aku tidak kuat lagi
mempertahankan sepermaku..
Dan langsung saja memenuhi
liang vagina Varia.
aEsOh.. Ted.. kau begitu
perkasa.aEt
Telah lama aku menantikan
hal ini. Ujarnya sembari
tangannya terus mengelus
punggungku yang masih
merasakan kenikmatan
karena, Varia memainkan otot
kemaluannya untuk meremas-
remas kontolku.
Kemudian, tanpa kukomando,
Varia berusaha mencabut
kontolku yang tampak
mengkilat karena cairan
spermaku dan cairan
memeknya. Dengan posisi 69,
kemudian ia meneduhi aku
dan langsung mulutnya
bergerak ke kepala kontolku
yang sudah mulai layu. Aku
memandangi lobang
memeknya. Varia terus
mengulum dan memainkan
lidahnya di leher dan kepala
kontolku. Tangan kanannya
terus mengocok-ngocok
batang kontolku. Sesekali ia
menghisap dengan keras
lobang kontolku. Aku merasa
nikmat dan geli.
aEsOhh.. Varia.. Geli..aEt desahku
lirih.
Namun Varia tidak peduli. Ia
terus mengecup, mengulum
dan mengocok-ngocok
kontolku. Aku tidak tinggal
diam, cairan rangsangan yang
keluar dari vagina varia
membuatku bergairah kembali.
Aku kemudian mengecup dan
menjilati lobang memeknya.
Kelentitnya yang berada di
sebelah atas tidak pernah
aku lepaskan dari jilatan
lidahku. Aku menempelkan
bibirku dikelentit itu.
aEsOh.. Ted.. nikmat.. ya.. Oh..aEt
desisnya.
Varia menghentikan sejenak
aksinya karena tidak kuat
menahan kenikmatan yang
kuberikan.
aEsOh.. Terus.. Sss.aEt desahnya
sembari kepalanya berdiri
tegak.
Kini mememeknya memenuhi
mulutku. Ia menggerak-
gerakkan pinggulnya.
aEsOhh.. Yaahh. Teruss.. Oh..
OoohhaEt aku menyedot kuat
lobang vaginanya.
aEsTed.. Akukk ohh.. Keluuaarra..
Ssshhss..aEt
Ia menghentikan gerakannya,
tapi aku terus menyedot-
nyedot lobang memeknya dan
hampir senmua cairan yang
keuar masuk kemulutku.
Kemudian dengan sisa-sisa
tenaganya, kontolku kembali
menjadi sasaran mulutnya.
Aku sangat suka sekali dan
menikmatinya. Kuakui, Varia
merupakan wanita yang
sangat pintar membahagiakan
pasangannya.
Varia terus menghisap dan
menyedoti kontolku sembari
mengocok-ngocoknya. Aku
merasakan nikmat yang tiada
tara.
aEsOh.. Varia.. Teruss.. Teruss..aEt
rintihku menahan sejuta
kenikmatan. Varia terus
mempercepat gerakan
kepalanya.
aEsAu.. Varia.. Aku.. Keluuarr..
Oh..aEt
Croott.. Croott.. Croot..
Maniku tumpah ke dalam
mulutnya. Sementara varia
seakan tidak merelakan
setetespun air maniku meleleh
keluar.
aEsTerimakasih sayang..aEt
ucapku..
Aku merasa puas.. Ia
mengecup bibirku.
aEsTed.. mungkinkah selamanya
kita bisa seperti ini. Aku
sangat puas dengan
pelayananmu. Aku tidak ingin
perbuatan ini kau lakukan
dengan wanita lain. Aku
sangat puas. Biarlah aku saja
yang menerima kepuasan ini.aEt
Aku hanya terdiam.
Sejak saat itu, aku sering
meniduri di kamarnya, selalu
dalam keadaan telanjang
bulat, terkadang dia juga
tidur di dalam kamar kostku,
tentu saja dengan
mengendap-endap.
Terkadang, kami tidur saling
tumpang tindih, membentuk
posisi 69, aku tertidur
dengan menghirup aroma
segar kemaluannya,
sedangkan Varia mengulum
penisku. Di kala pagi, penisku
selalu ereksi, diemut-emutnya
penisku yang ereksi itu,
sementara aku dengan
cueknya tetap tidur sambil
menikmati oralnya, terkadang
aku jilat kemaluannya karena
gemas.
Tamat