PDA

View Full Version : Pacar Kembar


knock
10-10-2015, 05:58 AM
Namaku Rio, umurku 24 tahun
dan aku memiliki face yang
manis dan
menarik sehingga aku mudah
untuk mendapatkan cewek
yang aku sukai. Aku
tinggal di kota Malang.
Cerita ini berawal ketika aku
mempunyai pacar yang
ternyata dia
punya saudara kembar yang
identik hampir segalanya,
rambutnya, bodynya,
suaranya, pokoknya semua
sama jadi aku sulit untuk
membedakan yang mana
pacarku. Ceritaku ini benar-
benar nyata.
Pacarku itu namanya Dina
dan dia punya saudara
kembar yang bernama
Dini. Aku dan Dina berkenalan
di telepon dan mengobrol
cukup lama, lalu
aku mengajak Dina bertemu
di rumahnya.
Jadi sorenya aku langsung
berangkat ke rumah Dina.
Ternyata Dina itu
adalah cewek yang menarik
dan mempunyai wajah yang
nafsuin, alis
matanya begitu indah
menurutku dan bodynya
sudah benar-benar aduhai n
seksi. Dinapun tampaknya
juga menyukaiku. Lalu dia
mempersilakan aku
masuk dan kami berbincang-
bincang dirumahnya. Dalam
waktu singkat kami
berdua mulai akrab karena
punya banyak kecocokan.
Waktu itu kami berdua
duduk bersebelahan di sofa
panjang. Aku sering mencuri
pandang wajahnya
yang cantik, dia juga begitu.
Setelah capek ngobrol dan
bercanda kami berdua saling
terdiam cuma saling
berpandangan dan tersenyum.
aEsKamu cantik..aEt kataku
memecah kebisuan.
aEsKamu juga cakep, yo..aEt
jawabnya.
Aku benar-benar ingin
menciumnya, aku sudah tak
tahan ingin
merasakan bibirnya yang
seksi itu. Mata kami tetap
saling bertatapan.
aEsAku suka mata kamu, bibir
kamu..aEt pujiku sambil mataku
memandang ke arah bibirnya
yang mungil.
Dina hanya tersenyum
mendengar kataku itu. Lalu
aku mulai
mendekatkan wajahku
perlahan dan Dina juga
melakukan hal yang sama.
Kami mulai berciuman, saling
menikmati dan merasakan.
Mulanya ciuman
kami begitu hangat tapi
lama-lama terasa ada nafsu
dalam ciuman kami.
Aku mulai menggigit bibirnya
yang mungil dan lidah kami
beradu, lidahku
mulai menari dalam bibirnya
lalu aku mulai merasa lidahku
seakan
tertarik masuk ke dalam
mulutnya, kami berdua mulai
tak bisa
mengendalikan diri, desah
nafasnya makin membara,
matanya terpejam dan
wajahnya yang cantik itu
mulai merona merah, kedua
tangannya menjambak
rambutku seakan menahan
nafsu yang ingin meledak.
Sambil berciuman kami mulai
berganti posisi, Dina duduk di
pangkuanku dan tanganku
mulai nakal meraba dan
meremas-remas buah
dadanya yang montok.
Kurasakan kedua pahanya
menjepit erat pinggangku
saat bibirku memciumi
lehernya dan lidahku menjilati
dan menghisap daun
telinganya. Sementara itu
tanganku mulai turun
meremas remas pantatnya
yang empuk.
Desahannya terdengar makin
keras, satu tangannya mulai
berani
memegang kontolku yang
mengeras diluar celanaku.
Bosan menciumi
lehernya, tanganku membuka
bajunya dan melepas BH-nya,
lalu kuhisap
buah dadanya dan kusedot
masuk kedalam mulutku,
sementara itu lidahku
kuputar-kuputar di puting
susunya.
aEsUhhaEt desahnya menikmati
rangsanganku.
Tangannya mulai berani
membuka resleting celanaku
dan mengeluarkan
kontolku dari dalam celanaku,
tangannya yang kecil itu
mulai mengocok
kontolku yang besar pelan-
pelan, akupun juga
memerosotkan celana dan
CD-nya. Lalu tangan kiriku
meremas-remas pantatnya
dan tangan kananku
meraba-raba vaginanya,
terasa bulunya begitu halus
dan jemariku terasa
basah terkena lendir dari
vaginanya, jari telunjukku
mulai kumasukkan
ke dalam vaginanya yang
basah dan licin itu dan
kutarik maju mundur
perlahan, sementara itu
mulutku terus merangsang
puting susunya yang
kecil.
aEsAhh.. ShhaEt desahnya tak
tertahankan, nafasnya
tersengal-sengal menderu.
Kemudian Dina mendekatkan
badannya semakin merapat
ketubuhku sambil
tangannya menggesek-
gesekkan kontolku diluar
vaginanya, kontolku terasa
geli saat kena bulu jembutnya
yang halus itu. Aku sudah tak
tahan ingin
memasukkan kontolku ke
vaginanya, tapi aku cuma
diam saja mengikuti
alur permainannya.
aEsYo, aku pengen ML sama
kamu nih..aEt ajaknya sambil
tersenyum malu-malu.
aEsSekarang di rumah kamu
ada siapa? Ntar kalau ada
yang melihat gimana..?aEt
jawabku.
aEsTenang aja, orangtuaku
sedang keluar kota, adikku
sekarang lagi tidur,
jadi aman kok..aEt, jawabnya
sedikit memaksa sambil
tangannya terus
meremas kontolku.
Tanpa menuggu jawabanku,
Dina mulai berdiri dengan
lututnya sambil
tangannya menggesek-
gesekkan kontolku di bibir
vaginanya. Wajahnya
tampak begitu seksi saat itu.
Helm kontolku mulai terasa
basah terkena
lendirnya. Kemudian
pantatnya mulai turun pelan-
pelan, terasa helm
kontolku masuk didalam
vaginanya. Lalu Dina mulai
bergerak naik turun
perlahan, rasanya kontolku
sedikit sulit masuk seluruhnya
meskipun
vaginanya sudah sangat licin
karena kontolku terlalu
besar. Tapi Dina
terus memaksakan,
pantatnya turun terus,
akhirnya kontolku mulai
masuk
seluruhnya kedalam, rasanya
kontolku seperti dipijat-pijat
dan di tarik
oleh vaginanya. Kami berdua
mendesah pelan menahan
kenikmatan itu.
aEsAchh.. OhhaEt suaranya
semakin membangkitkan
birahiku.
Pantatnya mulai bergerak lagi
naik turun perlahan kemudian
bergerak
semakin cepat, tanganku
meremas pantatnya sendiri
sambil membantunya
bergerak agar lebih cepat.
Pentil susunya terus kulumat
dan kuhisap
masuk di mulutku. Dina terus
bergerak naik turun, terasa
kepalaku sakit
karena dia terlalu kuat
menjambak rambutku dan
menarik kepalaku ke buah
dadanya. Aku sudah tak
tahan menahan orgasmeku
yang hampir ke puncak,
lalu terasa tubuh Dina
bergetar dan pahanya terasa
menjepit erat
pinggangku, gerakannya
sedikit tertahan tapi dia
terus bergerak naik
turun, matanya terpejam
sambil bibirnya makin
mendesah keras.
Lalu terasa kontolku makin
hangat dan basah di dalam
vaginanya.
Rupanya Dina telah orgasme,
gerakannya mulai terasa
amat perlahan, tapi
tanganku terus mengangkat
pantat Dina naik turun
karena aku juga hampir
orgasme, akhirnya kontolku
memuncratkan spermaku ke
dalam vaginanya,
Dina ikut bergerak lagi
membantuku mencapai puncak
kenikmatan. Rasanya
pahaku basah kuyup kena
cairan orgasme kami berdua.
Kemudian Dina
berdiri lalu jongkok di
depanku, tangannya
mengocok kontolku, lidahnya
sekali-kali menjilati sisa
spermaku, benar benar suatu
kenikmatan yang
tak mampu terucap dengan
kata-kata.
Setelah selesai dan kontolku
mulai melemas, Dina duduk di
sebelahku,
kepalanya bersandar di
bahuku sementara tanganku
membelai rambutnya.
Kami berdua berusaha
mengatur nafas setelah
kecapekan bercinta. Lalu
kami memakai pakaian kami
kembali. Kami berdua tak
tahu kalau ada yang
mengintip kami sedang
bercinta tadi di sofa.
aEsYo, jangan anggap Dina
cewek nakal ya..? Pintanya
manja padaku.
aEsEnggak kok, aku gak pernah
berpikiran begitu sama
kamu..aEt jawabku
menenangkan hatinya, lalu
Dina tersenyum manis sambil
memelukku lebih
erat.
aEsYo.. Udah jam sepuluh nih,
kamu pulang dulu ya, tapi
janji besok kamu
harus ke sini pagi-pagi
ngantar Dina ke kampus..!aEt
pintanya padaku, aku
cuma mengangguk.
Akhirnya aku pulang ke
rumah dan langsung tidur
karena capek.
*****
Besoknya..
aEsWaduh.. Gimana nih, udah jam
dua belas siang..!aEt umpatku
karena
bangun kesiangan, lalu aku
bergegas mandi dan langsung
berangkat ke
rumah Dina, berharap dia
belum berangkat ke kampus.
Sesampainya di rumah Dina
aku langsung masuk karena
aku tahu
orangtuanya belum pulang
dari luar kota. Tak terlalu
sulit menemukannya
karena di rumahnya cuma
ada 3 kamar. Tampak di
depanku Dina sedang
tiduran di ranjang. Dina cuma
tersenyum melihatku.
aEsLho kamu sudah pulang
kuliah ya? Sorry ya tadi pagi
gak ngantar
kamu.. Abis kecapekan
kemarin bercinta ama kamu
sih..aEt alasanku supaya
dia gak marah.
aEsGak apa-apa kok Yang..
Lagian Dina juga gak ke
kampus karena kecapekan
kemarin..aEt jawabnya santai.
aEsSini, rebahan di samping
Dina, kangen nih..aEt ajaknya
manja.
Aku langsung tiduran di
sampingnya sambil
memeluknya.
aEsYo.. Emm.. Bercinta lagi yuk?aEt
ajaknya mengagetkanku, aku
langsung saja mengiyakan
kegirangan.
aEsTapi sekarang pemanasannya
yang lama ya..?aEt pintanya
manja.
Aku cuma tersenyum dan
langsung mengambil posisi di
atas tubuhnya.
Kemudian kami langsung
berciuman sangat hot dan
bernafsu, tapi terasa
ada yang beda dan aneh,
karena tindakannya berbeda
dengan yang kemarin
malam. Tapi aku tak peduli,
pikirku yang penting bercinta.
Dina kali
ini terasa kasar waktu
berciuman, lidahku digigit
cukup keras sementara
tangannya mencakar
punggungku, aku tak peduli,
pikirku Dina sekarang
amat bernafsu ML.
aEsSlow aja Dina..aEt, ujarku, tapi
dia seakan tak peduli,
kemudian
tangannya mendorong
kepalaku ke bawah, tepat di
atas gundukan vaginanya.
Tampak Dina sangat nafsu
menggesek-gesekkan
kepalaku di vaginanya
yang amat basah, terasa
hidung dan bibirku basah
kena cairannya,
lidahku langsung kumainkan
menjilati klitorisnya sembari
tanganku
meremas-remas puting
susunya.
aEsAhh.. Ahh, terus yo,
masukkan lidahmu ke dalam
dong..aEt desahnya
manja, langsung saja lidahku
kumasukkan dan kuputar-
putar di dalam
vaginanya, terasa cairannya
masuk ke dalam mulutku dan
kutelan.
aEsOhh.. Iya gitu Yang..aEt
rintihnya tanpa malu-malu.
Tangannya makin mendorong
kepalaku, membenamkan
wajahku ke
vaginanya, aku terus menjilati
vaginanya makin cepat,
kemudian terasa
pahanya menjepit keras
kepalaku, tubuhnya bergetar
keras, sembari
tangannya menjambak
rambutku. Kemudian terasa
mulutku kena semprot
cairannya banyak sekali, bau
khas wanita orgasme,
tubuhnya makin
mengejang sampai
orgasmenya berakhir.
Setelah itu Dina menarik
tubuhku dan menjilati
cairannya sendiri di
mulutku, setelah puas Dina
langsung mendorong tobuhku,
aku merebahkan
diri di ranjang, sementara itu
Dina bergerak liar melucuti
pakaianku,
lalu meremas dan mengocok
kontolku dengan cepat,
wajahnya tampak liar
bernafsu saat itu. Lalu
mulutnya mengulum kontolku,
memasukkan batang
kontolku ke dalam
tenggorokannya, kemudian
menghisap, menyedot
kontolku
dengan sangat nafsu, aku
cuma terpejam menikmati
rangsangan yang luar
biasa nikmat itu.
Lalu kurebahkan tubuhnya
dengan kasar ke atas
ranjang dan langsung
menindihnya. Kontolku
langsung kusodok-sodok
dengan cepat ke dalam
vaginanya.
aEsAhh.. Achh.. AchhaEt rintihnya
menahan gempuran kontolku.
Langsung saja kugoyang
dengan cepat pantatku maju
mundur. Dina
semakin merintih gak karuan,
semakin menambah nafsuku.
Setelah puas
menindihnya, kubalikkan
badannya membelakangiku lalu
kusodok lagi dari
belakang dengan cepat,
sementara tanganku
meremas-remas buah
dadanya.
aEsYo.. Masukin di lubang pantat
Dina dong..!aEt ajaknya
mengagetkanku.
aEsGak apa-apa nih..?aEt jawabku.
aEsHe.. Eh, Dina suka kok..aEt
kemudian kucopot kontolku,
lalu lubang
pantatnya kubasahi dengan
ludahku, Dina cuma mendesah
keenakan campur
geli.
Setelah itu kugesekkan
kontolku di pantatnya dan
kusodok
pelan-pelan, rasanya sulit
sekali masuk karena lubang
pantatnya terlalu
kecil, tapi terus saja kusodok
sampai akhirnya masuk
setengah. Kemudian
kugoyang maju mundur agar
lebih masuk lagi, sampai
akhirnya batang
kontolku terbenam
seluruhnya di dalam
pantatnya. Terasa sangat
nikmat
sekali karena lubangnya
sangat sempit, kontolku
berdenyut-denyut
merasakan pijatannya sampai
akhirnya terasa spermaku
mengalir di dalam
urat kontolku. Lalu langsung
menyemprot di dalam lubang
pantatnya.
aEsAhh.. Ahh..!aEt desahku
menikmati orgasme. Sampai
akhirnya aku merebahkan diri
sambil memeluknya karena
kecapekan.
aEsYo.. Gila kamu, ngapain kamu
ama adikku..!!aEt terdengar
suara yang
sangat mengagetkanku,
mataku langsung kubuka dan
aku bingung setengah
mati melihat Dina ada 2.
Dengan perasaan bingung
kutoleh bergantian wajah
mereka satu
persatu, ya ampun mirip
sekali keduanya, cuma yang
membedakan satu
wajahnya terlihat marah dan
satunya lagi terlihat
ketakutan.
aEsLho.. Dinaku yang mana..?aEt,
kataku kebingungan.
*****
Akhirnya aku tahu kalau aku
telah bercinta dengan
adiknya dan Dina
memaafkanku karena
sebelumnya gak mengatakan
padaku kalau dia itu
kembar. Kami berdua tetap
pacaran walaupun Dina tak
tahu kalau aku juga
masih sering bercinta dengan
adiknya. Jadi yang
membuatku bisa
membedakan Dina dengan
adiknya adalah hanya tattoo
kecil bertuliskan
namaku di punggungnya..