PDA

View Full Version : Rezeki Ngojek


knock
10-10-2015, 05:58 AM
Namaku budi, pria 23 tahun.
Aku punya pengalaman yang
dapat saya
bagikan kepada seluruh
pembaca situs 17tahun ini,
sebenarnya saya
sedikit malu, namun untuk
pembaca sekalian akan saya
ceritakan namun
dengan nama-nama samaran.
Awal kejadiannya adalah bulan
desember 2001
kemaren. Saya adalah
mahasiswa pts di kota Yogya,
karena terdesak
dengan banyaknya kebutuhan
hidup maka setiap sore
sampai malam saya
bekerja sebagai tukang ojek
di daerah terminal. Seperti
biasanya-hari
itu adalah senin malam-
sekitar jam 19.00 wib saya
masih nongkrong di
pos ojek menunggu
penumpang. Malam itu sepi
karena banyak teman yang
tidak berangkat mungkin
disebabkab sejak jam 5 sore
tadi hujan
mengguyur kota ini. Hanya
kami bertiga yang masih
bertengger di pos
ojek sambil main kartu untuk
membunuh waktu.
Saat itu aku sudah jenuh,
dan aku kalah mainnya,
aturannya yang
menang akan menarik
penumpang duluan. Setelah
kelewat sepuluh menit
kami main kartu, dari arah
magelang datang sebuah bus
malam yang
menurunkan banyak
penumpang. Ada dua orang
yang datang ke arah kami
dan
tentulah mereka adalah
penumpang. Sejurus kemudian
kedua temanku sudah
meninggalkan aku sendirian di
pos. Yaah aku tidak dapat
duit nih hari
ini. Kemudian aku putuskan
untuk pulang saja karena
memang hujan tidak
bersahabat, tentu para
penumpang lebih suka naik
taksi yang lebih
nyaman. Saat aku starter
motor aku lihat seorang
perempuan muda 30-an
tahun mungkin tengah
menunggu taksi ataupun
hujan reda. Kemudian saat
aku lewat didepannya aku
menawarkan tumpangan.
aEsojek mbak?aEt
perempuan itu tampak ragu2.
lantas melihat ke arahku.
aEske jetis berapa?aEt
aEstujuh ribu mbak!aEt tak
kusangka Mbak itu mau juga
aku tawarin.
aEsmm baiklah, ada jas
hujannya tho?aEt
aEsiya mbak, tapi cuma satu,
nanti dibelakang khan nggak
kena hujanaEt
kataku meyakinkannya,
padahal dia sudah basah
kuyup oleh hujan.
tubuhnya yang aduhai cukup
terlihat dengan seksi, wah
aku yang
beruntung nih dibandingkan
teman-temanku tadi.
Dibawah hujan rintik,
perempuan ini ada
dibelakangku, aku sempat
berpikir bila dia bukan
penumpangku, wah pasti udah
kugoda nih,
tiba-tiba dia merapatkan
dadanya dipunggungku.
aEssiapa namamu?aEt
aEsbudiaEt jawabku sambil
bertanya juga siapa namanya,
dan ternyata dia
bernama dewi. tak terasa
ternyata sudah sampai
didepan rumahnya.
aEskamu mampir dulu, Bud, ntar
Mbak buatkan kopi
penghangat tubuh, sambil
nunggu hujan redaaEt kata
dewi
aEsmakasih mbak, baiklah!aEt
kataku sambil berpikir betapa
beruntungnya
aku. aku masuk rumah
mengikuti dewi dan duduk di
bangku kayu.
aEsnih handuknya, dan diminum
kopinya yaaaEt dewi melirik
kearahku yang
basah kuyup. kulihat
tubuhnya hanya dibalut baju
piyama dan rambutnya
masih diikat dengan handuk.
dadanya terlihat menonjol
besar sekali, wah
pasti enak nih, aku meliriknya.
beberapa manit kemudian
muncul seorang
perempuan lagi sambil
menggendong seorang anak
yang katanya berumur 13
bulan, dan mengenalkan diri
sebagai Ina, adik dewi. bayi
dalam
gendongannya sudah tertidur,
dan Ina pamitan menidurkan
anaknya.
aEsKamu nginap disini saja, Bud,
hujan malah tambah derasaEt
kata dewi lagi.
Wah, tawaran yang aku
tunggu nih, aku segera
memasukkan motorku ke
garasi dan bergegas kembali
kedalam sambil mengeringkan
tubuhku. Aku
menuju ruang TV tempat dewi
menikmati secangkir kopinya.
setelah tahu
aku datang, dia memberikan
baju piyama kepadaku.
aEsaku ganti dimana nih?aEt aku
bertanya.
aEstuh dikamarku sajaaEt jawab
dewi sambil menunjuk pintu
kamar. aku
bergegas masuk kamar,
kemudian melucuti semua baju
basahku dan memakai
piyama itu. tanpa kusadari
ternyata dewi sudah berada
di belakangku
sambil memeluk aku. aku
berbalik, dadaku bergetar
melihat dia membuka
tali piyamanya.
aEskenapa Bud, takut
yaa?aEtkatanya sambil
mendekat kearahku terus
berjongkok didepanku. kulihat
dadanya lumayan besar. dan
membuat big
penisku tegak berdiri.
aEswoow, gedhe banget!!aEt kata
dewi manja sambil mengusap
zakarku pelan-pelan.
Dan dikulumnya penisku
masuk kedalam mulutnya
yang mungil. kurasakan
sensasi yang luar biasa. terus
dikocoknya kemaluanku,
pelan-pelan penuh
perasaan, kayaknya dewi
sudah mahir sekali. kutarik
bajunya hingga kami
benar-benar telanjang.
kugendong tubuh dewi ke
ranjang dan kuletakkan
di sudutnya. kukulum bibirnya,
dia membalas dengan napas
memburu.
kuremas dadanya, payudara
yang besar, halus dan kuning
itu segera
kulumat.
aEsMmmhh,..nikmat sekali Wi,..aEt
aEsTeruuss,..BuuddaEt
Tanganku terus
mengeranyangi kemaluan dewi
yang sudah basah. terus
kujilati kelentitnya yang
hangat, aku jambak rambut
kemaluannya, dewi
menjerit sambil mengeluarkan
cairan bening ke mulutku, dia
menggelinjang, orgasme. Terus
kujilati cairan itu sampai
habis,
sesekali kusentil kelentitnya
dengan lidahku.
aEsBud,..masukkan penismu,
pleaseeaEt kata dewi sambil
merem melek.
Langsung saja aku dekatkan
batang kemaluanku ke arah
lubang
senggamanya, kumasukkan
kepalanya sedikit, dewi tidak
tahan lantas
menaikkan pinggulnya dan
tanpa terhalang-halangi
penisku masuk ke dalam
vaginanya. aku tusukkan
pelan-pelan penisku karena
ukurannya terlalu
besar bagi vagina dewi.
aEsteruuss yang kencangg
BuudaEt
aEsahh ahh uuhhaEt kutusuk lebih
keras, hingga berbunyi
aEssluugg, sluuggaEt.
sambil kuremas payudaranya
yang sudah mengeras
putingnya. gerakkanku
semakin kesetanan, melihat
dewi merem melek sambil
mendesah. lebih dari
setengah jam aku dalam
posisi tradisional seperti itu,
kulihat dewi
sudah lemas sekali, dia sudah
berkali-kali orgasme.
aEswi, aku masukkan dalam
yaaaEt kataku sambil mengocok
penisku terus di dalam
vaginanya
aEsmmhh, terrserahhaEt kata
dewi sudah tidak jelas lagi
dan croot croott,
aku semburkan lahar panas
ke dalam vaginanya, dewi
lemas dan mungkin
malah setengah pingsan.
kemudian kucabut penisku
dan berbaring
disampingnya.
Kupeluk dewi yang kecapaian,
karena perjalanan siang tadi,
ditambah
harus melawan penisku yang
sudah cukup terkenal
dikalangan cewek
teman-temanku. aEsAku tidur
dulu Bud, capek!, besok pagi
bangunkan aku
yaaaEt kata dewi lagi.
Aku bangun, sambil
mengenakan piyama lagi dan
menuju keruang TV, aku
baru tidak ingin tidur cepat
nih, karena masih pukul 23.30
wib. kulihat
Ina masih duduk didepan TV
dan memelototinya.
aEsAcaranya bagus In?aEt
tanyaku berbasa-basi
aEsWah jelek nih, pusing
jadinya..aEtkatanya sekenanya
aEsTolong dong Bud, ganti VCD
saja, tuh didepan banyak
VCDaEt kata Ina lagi.
Dengan malas aku meraih VCD
dan menghidupkan playernya,
kusetel saja
sebuah VCD tanpa gambar
sampul disitu. Setelah hidup
akupun berbalik
kearah Ina sambil duduk di
sofa, disampingnya. Aku kaget
ketika kulihat
dilayar sebuah aksi yang
sangat mendebarkan, seorang
laki-laki yang
bersenggama dengan empat
cewek! wah?!
aEsKamu suka kayak gitu ya
In?aEt kataku menggoda. Ina
hanya tersenyum sambil
berbisik kearahku.
aEsAyo puaskan aku seperti
kakakku tadi, aku tahu apa
yang kau lakukanaEt
Ina melucuti pakaiannya, dan
menarik tali tali piyamaku.
burungku yang
dari tadi sudah tegak dapat
dilihat langsung oleh Ina.
Langsung saja
Ina meraup mulutku dan kami
berciuman diatas sofa. bibir
Ina melumat
bibirku. Keliatan sekali dia
sangat bernafsu, mungkin dia
sudah lama
tidak pernah melakukannya.
kuangkat tubuhnya hingga
dadanya ada didepan
hidungku, kumasukkan
putingnya kemulutku,
kukulum, dan mmnnhh
ternyata
keluar air susunya.
aEswah, kamu ada susunya
yaa?aEtkataku sambil terus
meneguk susu tawar itu,
maklum aku kehausan karena
sudah aE~bermainaE? dengan
kakaknya.
aEsiya, kamu habisin juga gak
apa-apa, toh anakku sudah
bobo sekarang!!?aEt aku
semakin bersemangat.
Kuhirup susu segar itu
langsung dari pabriknya,
belum pernah lagi aku
merasakan hal ini, wah asyik
sekali. Ina terus menggelinjang
sambil
menggosok-gosokkan
vaginanya ke penisku yang
sudah tegak penuh.
Vaginanya memang sudah
sangat basah, aku maklum
saja.
aEsBud, aku ingin langsung saja,
kamu diam disitu, biar Ina
saja yang,..aEt
ina terus berceloteh sambil
memutar tubuhnya
membelakangiku dan
menghadap TV, didudukinya
kemaluanku yang tegak
berdiri keatas.
aEsAhh, aauuaEt bless tanpa
hambatan burungku segera
bersarang ke vaginanya.
Dengan brutal, seperti orang
kelaparan, Ina menggenjot
tubuhnya, hingga
penisku keluar masuk dan
mengesek dinding vaginanya.
dari pantulan kaca
kulihat buah dada Ina naik
turun dengan cepat. terus
kuraih saja dan
kupilin-pilin, tiba-tiba
tanganku sudah basah
dengan air susu yang
banyak keluar dari toketnya,..
aEsMmhh,..terus, InnaEt desisku
Ina terus menggoyang sambil
sesekali mendongak keatas
hingga rambutnya menyabet
wajahku.
aEsahh,..terussaEt aku kenikmatan.
sambil meremas-remas
payudaranya.
Setelah lima belas menit
kemudian aku tak kuat lagi,
kusemprotkan air
maniku keatas, membasahi
dinding vaginanya yang
hangat,..
aEsAhh..aEt Ina berhenti
kecapaian, aku juga sangat
kecapaian.
aEsMaafkan aku In, aku mungkin
belum bisa memuaskan kamu,
tapi besok
lagi, pasti kamu kubuat
pingsanaEt kataku cepat sambil
memeluknya
aEsAduh Bud, jangan salah,
walau kamu diam tadi, aku
malah dapat orgasme berkali-
kali, kamu hebat!aEt kata Ina.
Dia memelukku sambil
mengusap-usap alat
kelaminku yang masih basah
oleh
mani, kemudian dia
mendekatkan wajahnya dan
menjilati mani yang tersisa
di batang penisku sampai
habis.
Begitulah cerita singkatku,
sebagai tukang ojek yang
sangat
beruntung malam itu. kejadian
itu berulang terus seminggu
dua kali,
tiap kali Ina ataupun Dewi
membutuhkan kehangatanku,
aku segera datang
memenuhinya, hingga saat ini.
bahkan sejak satu setengah
bulan yang
lalu, aku tinggal dirumah itu
sambil menggarap skripsi
disana. Dan
tentunya menjadi teman
ranjang mereka berdua.
Namun yang membuat aku
gundah sekarang, Dewi yang
berusia 31 tahun hamil 4
bulan sejak mei
2002 kemaren, dan aku tahu
pasti itu karena ulahku. Aku
berencana
menikahi keduanya, karena
mereka sudah sangat baik
padaku dan membiayai
kuliah dan hidupku.