PDA

View Full Version : Inne Oh Inne


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Namaku Andi, aku mahasiswa
di salah satu PTN top di
Bandung. Sekarang umurku
20 tahun. Jujur saja, aku
kenal seks baru sejak SMP.
Aku senang sekali ada situs
khusus buat bagi-bagi
pengalaman seperti ini,
sehingga apa yang pernah
kita lakukan bisa dibagi-bagi.
Awal aku mengenal seks yaitu
saat secara tidak sengaja
aku buka-buka lemari di
rumah teman SMP-ku dan
menemukan setumpukan Video
VHS tanpa gambar di dalam
sebuah kotak. Karena
penasaran film apa itu,
kuambil satu dan langsung
kucoba di video temanku di
kamar itu yang kebetulan
sepi, karena temanku sedang
les.
Kusetel film yang berjudulaE|
apa ya? aku lupa, ternyata
itu film dewasa (waktu itu
aku belum banyak tahu). Aku
cuma pernah dengar teman-
temanku pernah nonton film
begituan, tapi aku tidak
begitu penasaran. Nah, saat
itu aku baru tahu itu loh
yang namanya BF. Kebetulan
itu film seks tentang anak
kecil yang masih mungil
bercinta dengan bapaknya,
oomnya, temannya dan lain-
lain.
Dan aku ingin cerita nih
pengalaman pertamaku.
Kejadian ini terjadi ketika aku
masih SMA, di rumahku
ternyata ada pembantu baru.
Orangnya masih lumayan kecil
sekitar 12 tahun lah, tapi itu
dia yang membuatku suka.
Aku itu suka sama wanitae
imut-imut yang masih agak
kecil mungkin gara-gara video
waktu itu (aku suka begitu
melihat situs-situs tentang
Lolita, soalnya cewek-cewek
di situs-situs itu masih imut-
imut). Dan yang paling
membuatku terangsang
adalah payudaranya yang
masih baru tumbuh, masih
agak runcing (tapi tidak
rata).
Setiap hari itu dia
kerjaannya, biasalah kerjaan
pembantu rumah tangga, ya
ngepel, ya mencuci dan lain-
lain. Kalau aku sarapan,
kadang suka melihat dia yang
sedang ngepel and roknya
agak terbuka sedikit, jadi
tidak konsentrasi deh
sarapannya karena berusaha
melihat celana dalamnya, tapi
sayang susah. Untuk awal-
awal aku hanya bisa minta
dibuatkan teh atau susu.
Lambat laun karena aku
sudah ingin begitu melihat
tubuhnya itu, kuintip saja dia
kalau sedang mandi. Tapi
sayang karena lubang yang
tersedia kurang memadai,
yang terlihat hanya
pantatnya saja, soalnya
terlihat dari belakang.
Kadang-kadang terlihat
depannya hanya tidak jelas,
payah deh. Nah pada suatu
hari aku nekat. Kupanggil dia
untuk pijati aku, oh iya nama
dia Ine.
aEsIne.. pijitin saya dong, saya
pegel banget nih abis maen
bola tadiaEt, kataku.
aEsIya Mas, sebentar lagi ya.
Lagi masak air nih,
tanggungaEt, jawabnya.
aEsIya, tapi cepet ya. Saya
tunggu di kamar saya.aEt
Cihuy, dalam hati aku
bersorak. Nanti mau tidak dia
ya aku ajak begituan. Lalu
kubuka bajuku sambil
menuggu dia. Lalu pintuku
diketok,
aEsPermisi MasaEt, ketoknya.
aEsMasuk aja Ne, nggak dikunci
kokaEt, lalu dia masuk sambil
bawa minyak buat mijit.
Mulailah dia memijatku. Mula-
mula dia memijat punggungku
dan sambil kuajak ngobrol.
aEsKamu sekolah sampai kelas
berapa Ne?aEt tanyaku.
aEsCuma sampai kelas tiga aja
Mas, soalnya nggak ada
biayaaEt, jawab dia.
aEsSekarang kamu umur
berapa?aEt tanyaku lagi.
Dia menjawab, aEsUmur saya
baru mau masuk 12 Mas.aEt
aEsUdah gede dong yaaEt, kataku
sambil tersenyum.
Lalu aku membalikkan badan,
aEsPijitin bagian dadaku yaaE|aEt
pintaku sambil menatap
memohon. aEsIya masaEt, katanya.
Dia memijati dadaku sambil
agak menunduk, jadi baju
yang dia pakai agak kelihatan
longgar jadi aku bisa melihat
bra yang dia kenakan yang
menutupi dua buah payudara
yang masih baru tumbuh.
Wah, kemaluanku jadi tidak
karuan lagi rasanya. Dan aku
juga menikmati wajahnya
yang masih polos itu. Begitu
dia selesai memijati dadaku,
aku langsung bilang, aEsPijitan
kamu enakaEt, terus aku nekat
langsung meraba payudara
dia yang imut itu, tapi
ternyata dia kaget dan
langsung menepis tanganku
dan langsung lari dari
kamarku. Aku kaget dan jadi
takut kalau dia minta
berhenti dan bicara dengsn
ibuku. Gimana nich? aku
langsung dihantui rasa
bersalah. Ya sudah ah, besok
aku minta maaf saja dengan
dia dan berjanji tidak akan
mengulangi lagi.
Benar saja, besok itu dia
ternyata agak takut kalau
lewat depanku. Aku langsung
bicara saja dengan dia.
aEsNeaE| yang kemaren itu maaf
yaaE| Saya ternyata khilaf,
jangan bilang sama Ibu ya.aEt
aEsIya deh Mas, tapi janji nggak
kayak gitu lagi khan, abis Ine
kaget dan takutaEt, kata dia.
aEsIya saya janjiaEt, jawabku.
Sebulan setelah peristiwa itu
memang aku tidak ada
kepikiran untuk menggituin
dia lagi. Dan dia juga sudah
mulai biasa lagi. Tapi pada
suatu hari pas aku sedang
mencari celanaku di belakang,
mungkin celanaku sedang
dicuci. Soalnya itu celana ada
duitku di dalamnya. Yah basah
deh duitku. Eh, pas aku lewat
kamar si Ine, kelihatan lewat
jendela ternyata dia lagi
tidur. Rok yang dia pakai
tersibak sampai ke paha. Yah,
timbul lagi deh ide setan
untuk ngerjain dia. Tapi aku
bingung bagaimana caranya.
Akhirnya aku menemukan ide,
besok saja aku masukkan
obat tidur di minumannya.
Dan aku menyusun rencana,
bagaimana caranya untuk
memberi dia obat tidur.
Besok pas sedang makan dan
kebetulan rumah sedang sepi,
aku minta dibuatkan teh.
Setelah selesai dia buat dan
diberikan ke aku. Kumasukkan
saja obat tidur ke teh itu.
Terus manggil dia,
aEsNeaE| kok tehnya rasanya
aneh sih?aEt
aEsMasa sih Mas?aEt kata dia.
aEsCobain saja sendiriaEt, dia
langsung minum sedikit.
aEsBiasa saja kok MasaE|aEt
katanya.
aEsCoba lagi deh yang banyakaEt,
kataku.
Dia minum setengah, terus
aku bilang,
aEsYa udah yang itu kamu
abisin saja, tapi buatin yang
baru.aEt
aEsIya deh Mas, maaf ya Mas
kalo tadi tehnya nggak
enakaEt, jawabnya.
aEsNggak apa-apa kokaEt,
jawabku lagi.
Aku tinggal tunggu obat tidur
itu bekerja. Ternyata begitu
dia mau buat teh baru, eh
dia sudah ambruk di dapur.
Langsung saja kuangkat ke
kamarku. Begitu sampai di
kamarku, kutiduri di kasurku.
Berhasil juga aku bisa
membawa dia ke kamarku,
pikirku dalam hati. Lalu aku
mulai membukan bajunya,
gileaE| aku deg-degan, soalnya
pertama kali nich! Kelihatan
deh branya, dan di dalam bra
itu ada benda imut berupa
gundukan kecil yang bisa
membuatku terangsang berat.
Lalu kubuka roknya, kelitan
CD-nya yang berwarna krem.
Tubuhnya yang tinggal
memakai bra dan CD membuat
kemaluanku semakin tidak
tahan. Tubuhnya lumayan
putih. Dalam keadaan
setengah telanjang itu, posisi
dia kuubah menjadi posisi
duduk, lalu kuciumi bibirnya,
sambil meremas-remas
payudaranya yang masih
agak kecil itu. Dan tanganku
yang satu lagi mengusap CD-
nya di bagian bibir
kemaluannya. Kumasukkan
lidahku ke mulutnya dan aku
juga berusaha menghisap dan
menjilati lidahnya. Sekitar 10
menitan kulakukan hal itu.
Setelah itu kubuka branya
dan CD-nya. Wow, pertama
kalinya aku melihat seorang
gadis dengan keadaan
telanjang secara langsung.
Payudaranya terlihat begitu
indah dengan puting yang
kecoklatan baru akan
tumbuh. Bagian kemaluannya
belum ditumbuhi rambut-
rambut dan terlihat begitu
rapat.
Langsung kujilati dan kuhisapi
payudaranya. Dan payudara
yang satu lagi kuremas dan
kuusap-usap serta kupilin-
pilin putingnya. Putingnya
tampak agak mengeras dan
agak memerah. Setelah aku
mainkan bagian payudaranya,
kujilati dari dada turun ke
arah perut dan terus ke
arah bagian kemaluannya.
Bagian itu kelihatan masih
sangat polos, dan terlihat
memang seperti punya anak
kecil. Kubuka kedua pahanya
dan belahan kemaluannya,
begitu kudekati ingin menjilati.
Tercium bau yang tidak
kusuka, ah kupikir peduli
amat, aku sudah nafsu sekali.
Kutahan nafas saja. Kubuka
belahan kemaluannya dan aku
melihat apa yang di namakan
klitoris, yang biasanya aku
melihat di situs-situs X,
akhirnya kulihat secara
langsung. Lalu kujilati bagian
klitorisnya itu. Tiba-tiba dia
mengerang dan mendesah,
aEsSshhaE|aEt begitu. Aku kaget
hampir kabur. Ternyata dia
hanya mendesah saja dan
tetap terus tidur. Ketika aku
jilati itu, ternyata ada cairan
yang meleleh keluar dari
kemaluannya, kujilati saja.
Rasanya asin plus kecut.
Nah sekarang aku dalam
keadaan yang amat
terangsang, tapi begitu
kuperhatikan wajahnya dan
ke seluruh tubuhnya aku jadi
tidak tega untuk merebut
keperawanannya. Aku kasihan
tapi aku sudah dalam
keadaan yang amat
terangsang. Akhirnya
kuputuskan untuk masturbasi
saja. Soalnya aku tidak tega.
Aku pakaikan dia baju lagi
dan menidurkan di kamarnya.
Yah, aku melepaskan
pengalaman pertamaku untuk
bercinta dengan seorang
gadis mungil berumur 12
tahun! Tidak tahu deh aku
menyesal atau tidak.
Setelah melepas kesempatan
untuk bercinta dengan Ine.
Aku jadi kepikiran terus.
Setiap aku apa-ngapain,
selalu ingat sama payudara
mungilnya Ine dan daerah
kemaluannya yang masih
polos itu. Untungnya si Ine
tidak pernah merasa pernah
di apa-apain sama aku. Dia
selalu bersikap biasa di
depanku tapi akunya tidak
biasa kala melihat dia. Soalnya
pikiranku kotor melulu.
Pelampiasannya paling aku
masturbasi sambil melihat
gambar-gambar XXX yang
aku dapatkan dari situs-situs
lolita. Tapi aku bosan juga
dan hasrat ingin nge-gituin si
Ine semakin besar saja.
Sepertinya aku sudah tidak
tahan.
Akhirnya pada suatu waktu,
aku mendapat kabar yang
amat sangat bagus, ternyata
orangtuaku mau pindah ke
luar negeri, karena bapakku
ditugasi ke luar negeri selama
2 tahun. Jadi, aku tidak perlu
takut dia mengadu sama
ibuku, paling aku ancam
sedikit dan aku kasih duit dia
diam. Setelah kepergian
orangtuaku ke luar negeri,
aku langsung punya banyak
planning untuk ngerjain dia.
Yang pasti aku sudah malas
membius-bius segala. Soalnya
dia diam saja, tidak seru! Ya
sudah aku merencanakan
untuk memaksa dia saja (eh,
kalau ini termasuk
pemerkosaan tidak sih?).
Pada suatu hari, ketika Ine
sedang mandi. Kuintip dia.
Biasalah, cuma kelihatan
belakangnya saja, tapi aku
jadi bisa mengantisipasi kalau
dia sudah selesai mandi
langsung aku sergap saja.
Untungnya setelah dia selesai
mandi, keluar kamar mandi
menuju kamarnya hanya
memakai handuk saja tidak
pakai apa-apa lagi. Begitu
keluar kamar mandi langsung
kututup mulutnya dan
kupeluk dari belakang, dia-
nya meronta-ronta. Cuma
tenagaku sama tenaga anak
umur 12 tahun menang mana
sih. Kubawa masuk ke kamar
dia saja. Soalnya kalau ke
kamar aku jauh. Nanti kalau
dia meronta-ronta malah
lepas lagi. Pas masuk kamar
dia kujatuhkan dia ke kasur
sambil menarik handuknya. Dia
kelihatan ketakutan sekali
dengan tubuh tidak
mengenakan apa-apa.
aEsMas Andi, jangan MasaEt
mohonnya.
aEsTidak apa-apa lagi NeaE|
Paling sakitnya sedikit entar
kamu pasti akan ngerasain
enaknyaaEt, kataku.
Dia kelihatan seperti mau
teriak, langsung saja kututup
mulutnya.
aEsJangan coba-coba teriak
ya!aEt hardikku.
Dia mulai menangis. Aku jadi
sedikit kasihan, tapi setan
sudah menguasai tubuhku.
aEsCobain enaknya dehaE|aEt
kataku.
Sambil tetap menutup
mulutnya kuraba dan kuelus
payudaranya itu.
aEsSantai aja, jangan nangis.
Nikmati enaknya kalo
payudara kamu di elus-elusaEt,
kataku.
Setelah kulepas tanganku
dari mulut dia, langsung
kucium bibirnya. Ternyata dia
lumayan menikmati ciuman
sambil payudaranya tetap
kuremas-remas. aEsEnak kan?aEt
kataku. Dia diam saja. Terus
kubuka CD-ku. Kukeluarkan
batang kemaluanku. Dia kaget
dan takut.
aEsTolong pegangin anuku
donkaE| dipijitin yaaE|aEt pintaku.
Pertama-tama dia takut-
takut untuk memegang
anuku, tapi setelah lama
dipegang sama dia, dia mulai
memijiti. Wah, rasanya enak
sekali anuku dipijiti sama dia.
Setelah itu dia kusuruh
tiduran,
aEsMas mau ngapain?aEt
tanyanya.
aEsAku mau ngasih sesuatu hal
yang paling enak, kamu
nikmatin ajaaEt jawabku.
Kubuka belahan pahanya,
pertama dia tidak mau buka,
tapi setelah kubujuk dia
akhirnya membuka pahanya
dan kujilati kemaluannya
sampai ke klitorisnya. Dia
mendesah-desah keenakan.
aEsTuh kan enakaEt, kataku.
Kujilati sampai keluar
cairannya.
Aku merasa pemanasan sudah
cukup, begitu kusiapkan
batang kemaluanku ke depan
liang kemaluannya dia
menangis lagi dan berbicara,
aEsJangan Mas, saya masih
perawan.aEt
aEsSaya juga tau kok kamu
masih perawanaEt, jawabku.
Aku tetap bersikeras untuk
menyetubuhinya. Pas aku mau
mendorong kemaluanku masuk
ke dalam liang kemaluannya,
eh dia meronta dan mau lari.
Dengan cepat kutangkap.
Wah, susah nih pikirku.
Kebetulan di kamar dia
kulihat ada tali untuk
jemuran, kuambil dan kuikat
saja tangan dan kakinya ke
tempat tidur.
aEsAku tahu kamu masih
perawan, abis gimana lagi aku
udah amat terangsangaEt,
kataku.
Dia memandangku dengan
tatapan memohon dan sambil
dengan keluar air mata.
aEsAtau kamu lebih suka lewat
pantat, biar perawan tetap
terjaga?aEt tanyaku.
aEsIya deh Mas, lewat pantat
aja yaaE| tapi tidak apa-apa
kan Mas? Nanti bisa rusak
tidak pantat saya?aEt
jawabnya.
aEsTidak apa-apa kokaEt,
jawabku.
Ya, sudah kulepaskan talinya.
Aku tanya sama dia, dia
punya lotion atau tidak,
soalnya kalau lewat pantat
harus ada pelicinnya. Terus
dia bilang punya. Kuambil dan
kuolesi ke pantatnya dan
kuolesin juga ke kemaluanku.
Langsung saja aku ambil posisi
dan si Ine posisinya
menungging dan pantatnya
terlihat jelas. Aku mulai
masukkan ke pantatnya.
Pertama agak susah, tapi
karena sudah diolesi lotion
jadi agak lancar.
aEsSsllebaE| ahhhaE| enak sekaliaEt,
jepitan pantatnya sangat
kuat.
aEsAduhaE| Mas, sakit MasaE|aEt
rintihnya.
aEsTahan sedikit ya NeaE|aEt
kataku.
Langsung saja kugenjot. aEsGile
banget, enaknya minta
ampunaE|aEt Terus aku berfikir
kalau lewat kemaluannya lebih
enak apa tidak ya? masih
perawan lagi. Ah, lewat
kemaluannya saja dech, peduli
amat dia mau apa tidak.
Kulepaskan batang
kemaluanku dari pantatnya.
Aku membalikkan badannya
terus kuciumi lagi bibirnya
sambil meremas payudaranya.
aEsUdahan ya Mas, saya sudah
capeaE|aEt pintanya.
aEsBentar lagi kokaEt, jawabku.
Setelah itu langsung kutindih
saja badannya.
aEsLho Mas mau ngapain lagi?aEt
tanyanya sambil panik tapi
tak bisa ngapa-ngapain
karena sudah kutindih.
aEsTahan dikit ya NeaE|aEt kataku.
Langsung kututup mulutnya
pakai tanganku dan batang
kemaluanku kuarahkan ke
liang kemaluannya. Dia terus
meronta-ronta. Ine menangis
lagi sambil berusaha teriak
tapi apa daya mulutnya
sudah kututup. Akhirnya
batang kemaluanku sudah
sampai tepat di depan lubang
kemaluannya.
Aku mau masukkan ke
lubangnya susahnya minta
ampun, karena masih rapat
barangkali ya? Tapi akhirnya
kepala kemaluanku bisa
masuk dan begitu kudorong
semua untuk masuk, mata Ine
terlihat mendelik dan agak
teriak tapi mulutnya masih
kututup dan terasa olehku
seperti menabrak sesuatu
oleh kemaluanku di dalam
liang kemaluannya. Selaput
dara mungkin, kuteruskan
ngegituin dia walaupun dia
sudah kelihatan sangat
kesakitan dan berurai air
mata. Kucoba lepas tanganku
dari mulutnya. Dia menangis
sambil mendesah, aku makin
terangsang mendengarnya.
Kugenjot terus sambil kupilin-
pilin putingnya. Pada akhirnya
aku keluar juga. Kukeluarkan
di dalam luabang
kemaluannya. Pas kucabut
kemaluanku ternyata ada
darah yang mengalir dari
liang kemaluannya. Wah, aku
merenggut keperawanan
seorang anak gadis.
aEsIneaE| sorry yaaE| tapi enak
kan. Besok-besok mau lagi
kanaE|aEt tanyaku.
Dia masih sesenggukan, dia
bilang kalo kemaluannya
terasa sakit sekali. Aku bilang
paling sakitnya cuma sehari
setelah itu enak.
Besok-besok dia aku kasih
obat anti hamil dan aku bisa
berhubungan dengan dia
dengan bebas. Ternyata
setelah setahunan aku bisa
bebas berhubungan dengan
dia, dia minta pulang ke
kampung katanya dia dijodohi
sama orangtuanya. Kuberikan
uang yang lumayan banyak.
Soalnya dia tidak balik lagi.
aEsInget ya NeaE| kalo kamu lagi
pingin begituan dateng aja ke
sini lagi yaaE|aEt
Begitulah kisahku dan aku
tetap suka sama cewek yang
imut-imut. Kenapa ya? apa
aku fedofil? Tapi sepertinya
tidak deh, Soalnya yang
kusuka itu harus punya
payudara walaupun kecil. Jadi
sepertinya aku bukan pedofil,
Ok.
TAMAT