PDA

View Full Version : Cerita Sex Dengan Ibu Kandung


knock
10-10-2015, 05:57 AM
saat ini tercatat
sebagai mahasiswa sebuah
PTS terkenal di Surabaya.
Keluargaku broken home,
kedua
orangtua
kandungku bercerai
sejak aku berumur 6 tahun.
Aku tinggal bersama ayahku,
singkat
cerita sampai
suatu hari dia terlibat
masalah di luar negeri dan
lalu aku tinggal bersama ibu
kandung dan adikku.
Perlu aku ceritakandisini,
bahwa Ibu kandungku
sangat seksi dan cantik meski
usianya sudah 36 tahun,
sedangkan adikku sangat
manis dan merangsang meski
baru berumur 14 tahun,
mungkin ini dikarenakan
tubuhnya yang tumbuh
dengan pesat sehingga
tonjolan di tubuhnya terlihat
menggairahkan. Perlu
diketahui,
nafsu sex ku
sangat besar. Hampir setiap
hari aku melakukan onani
akibat ga kuat menahan
gejolak sex, sampai
akhirnya muncul cerita sex
panas ini dikarenakan nafsu
sex binalku ini.
Setelah 3 minggu aku tinggal
bersama mereka, timbul nafsu
birahiku untuk menyetubuhi
ibuku. Bagaimana tidak
terangsang melihat wajah
cantik yang dewasa dan
menggairahkan serta tubuh
yang seksi luar biasa
(mungkin dikarenakan ikut
senam). Setiap ibuku mandi,
aku selalu menyempatkan diri
untuk mengintipnya. Sambil
melihat aku pun melakukan
onani sampai-sampai maniku
berceceran di lantai tempatku
mengintip.
Disitulah setiap hari aku
melakukan aktifitas ini tanpa
takut ketahuan oleh ibu
maupun adik dan pembantuku.
Terkadang kalau tidak
sempat, aku tidak
membersihkan bekas maniku
karena takut ibuku lebih dulu
datang. Aku tidak tahu dia
sadar akan hal ini atau tidak,
tapi yang pasti sampai 3
minggu ini masih aman.
Pada pagi hari ibu
menyiapkan sarapan untukku,
aku duduk di meja makan
menunggu sarapan tiba.
Waktu itu adikku sudah
berangkat sekolah,
sedangkan pembantuku
belanja ke pasar. Kulihat
ibuku hanya memakai celana
dalam, sedangkan bagian
atasnya dia hanya memakai
kaos, sehingga tonjolan
dadanya terlihat sekali.
Mungkin dia tidak risih
berpakaian demikian karena
seisi rumah biasanya hanya
wanita, tetapi aku yang
melihatnya membuat
jantungku berdegup kencang
dan darah mudaku pun
mendesir. Apalagi sarapan
yang kumakan kebanyakan
menambah libido, sehingga
birahiku pun semakin tinggi.
aEsSay.., celanamu kenapa..?aEt
tanyanya.
Memang pada saat itu batang
kemaluanku tegang sekali
sampai terlihat dari luar
celana. Saking kagetnya
ditanya demikian, gelas yang
sedang kuminum pun tumpah,
untung tidak pecah.
aEsKalau minum pelan-pelan
dong, Sayang..aEt sahutnya
sambil mendekatiku dan
mengelap tumpahan air di
bajuku.
Begitu dia mendekat aku
merasa tidak tahan lagi. Aku
segera berdiri dan
memeluknya serta menghisap
lehernya. Waktu itu otakku
sudah keruh dan tak perduli
apa-apa lagi.
aEsSay, jangan.. aku ini ibumu..,aEt
hanya itu yang dia katakan,
tetapi dia sedikit pun tidak
melawan, malah kemudian
membiarkan aku membuka
kaosnya sehingga tubuh
indahnya pun terlihat.
Aku pun mulai menggerayangi
seluruh tubuhnya,
payudaranya yang besar
kuhisap seperti pada waktu
aku masih bayi, dan tanganku
kupakai untuk memijat
payudara sebelahnya serta
untuk memeluknya.
Setelah itu daerah erotis
lainnya pun segera kunikmati
seperti dadanya, ketiak,
sampai akhirnya aku
terduduk mengarah persis di
celana dalamnya. Kulihat
waktu itu CD-nya sudah
basah sekali, lalu kutarik CD-
nya ke bawah dan langsung
aku melakuan oral seks di
liang kewanitaan ibuku. Waktu
itu terciumlah bau khas
wanita yang sebenarnya
kurang sedap, tapi bau itu
merupakan bau terindah yang
pernah kucium dikarenakan
nafsuku sudah memuncak.
Aku pun menciumi permukaan
kemaluannya sambil lidahku
menari-nari di daerah paling
sensitifnya, perbuatanku ini
membuatnya melonjak seperti
kesetrum.
aEsCukup Jim, hentikanlaah..
aah..aEt katanya tetapi
tangannya terus memegangi
kepalaku yang tenggelam di
selangkangannya, bahkan
menahanku untuk tetap
menjilatinya.
Saat lidahku menjilati
klitorisnya dengan lembut,
tidak lama kemudian tubuh
ibuku mengejang dengan
hebat, dan desahannya
semakin keras. Aku tidak
perduli lagi dan terus menjilati
kemaluan ibuku yang
memuncratkan cairan-cairan
kental saat dia mencapai
orgasme tadi. Kuhisap semua
cairan yang keluar, meskipun
rasanya aneh di lidah tetapi
terasa nikmat sekali.
Kemudian ibuku yang terlihat
lelah melepaskan kepalaku
dan duduk di kursi makan.
Aku pun segera berdiri dan
melucuti pakaianku. Dia
tampak terkesan melihat
batang kemaluanku yang
besar dengan panjang kira-
kira 15 cm dan berdiameter 4
cm. Ketika aku mendekat,
ibuku mendorongku hingga
aku terduduk di kursi makan
dengan sisa tenaganya yang
lemas. Kupikir ibuku menolak
dan akan marah, tetapi dia
segera berlutut mengarah ke
batang kejantananku.
Mulutnya begitu dekat ke
kemaluanku tetapi dia diam
saja. Aku yang sudah tidak
tahan segera mendorong
kepalanya menuju batang
kejantananku.
Ibuku langsung mengulum
senjataku dengan penuh
nafsu. Hal itu terlihat dari
kulumannya yang liar dan
berirama cepat serta
tangannya menggosok
pangkal kemaluanku. Sambil
dia melakukannya, kubelai
rambutnya dan merasakan
kenikmatan yang luar biasa,
tidak terkira dan tidak dapat
kulukiskan dengan kata-kata.
Sampai akhirnya aku merasa
tidak tahan lagi, air maniku
menyembur di dalam mulut
ibuku.
Dia segera memuntahkannya,
dan kemudian membersihkan
sisa-sisa air mani yang
menetes di batang
kejantananku dengan
mulutnya. Melihat batang
kejantananku masih tegang,
dia segera naik ke
pangkuanku dan membimbing
burungku memasuki
sarangnya. Akhirnya
tenggelamlah seluruh batang
kemaluanku ini ke liang
senggamanya. Gila.., rasanya
luar biasa sekali. Meski aku
sering jajan, tapi kuakui liang
kewaniataan ibuku ini terasa
nikmat luar biasa dibanding
lainnya.
Dia mulai naik turun
menggosok batang
kejantananku sambil memeluk
kepalaku sehingga aku
berada persis di belahan
payudaranya. Hal itu
kumanfaatkan untuk
menikmati sekitar wilayah
dadanya.
Akhirnya dia berada di
puncak orgasmenya, dan
langsung mengerang
kenikmatan. Aku pun mulai
kewalahan menghadapi
goyangannya yang semakin
liar, dan akhirnya muncratlah
air maniku untuk kedua
kalinya di dalam liang
senggamanya. Kami pun lalu
saling berciuman dengan
mesra. Kemudian tanpa
berkata apa-apa, dia
langsung menuju kamar mandi
dan membersihkan badannya.
Waktu itu aku sadar bahwa
aku telah menyetubuhi ibuku
sendiri, karena merasa
bersalah aku segera
meninggalkannya untuk
berangkat kuliah setelah
berbenah, sementara dia
masih di kamar mandi. Aku
tidak tahu apa nantinya yang
kulakukan dan bingung
menghadapi ini semua.