PDA

View Full Version : Gadis Kampung


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Kala itu aku numpang kost di
rumah temanku yang sudah
berkeluarga, sedang seorang
gadis adik temanku kebetulan
numpang juga di rumah itu,
sebagai pengasuh anak-anak
temanku itu, berhubung suami
istri bekerja.
Pada awalnya aku
memandang gadis itu Nani
namanya, biasa-biasa saja,
maklum aku walaupun sudah
cukup dibilang dewasa (27)
tetapi sekalipun belum pernah
mengenal wanita secara
khusus apalagi namanya
pacaran, maklum orang tuaku
menekankan menuntut ilmu
lebih utama untuk masa
depan. Apalagi setelah aku
selesai kuliah dan langsung
bekerja, aku merasa berhasil
menikmati hasilku selama ini.
Itu sekedar background
kenapa gadis itu aku pandang
biasa saja, karena dia hanya
lulus SD sehingga aku kurang
peduli bila aku menyadari
tingkat pendidikanku sendiri.
Namun dari hari kehari Nani si
gadis itu selalu melayaniku
menyediakan makan, menjaga
kebersihan kamarku, dan
bahkan mencuci bajuku yang
terkadang tanpa aku minta
walaupun aku sebenarnya
biasa mencuci sendiri, namun
adakalanya aku cukup sibuk
kerja, sehingga waktuku
terkadang serasa di buru-
buru.
Rupanya gadis itu sedikit
menaruh hati, tapi aku tidak
tanggap sekali. Terlihat dari
cara memandangku, sehingga
aku terkadang pura-pura
memperhatikan ke arah lain.
Sampai pada suatu saat,
dimana temanku beserta
anak istrinya pulang kampung
untuk suatu keperluan selama
seminggu, sedangkan adik
perempuannya karena harus
menyediakan makan setiap
kali untukku, tidak diikutkan
pulang, sehingga tinggal aku
dan si gadis Nina itu di rumah.
Rupanya kesendirian kami
berdua menimbulkan suasana
lain di rumah, dan hingga
pada suatu pagi ketika gadis
itu sedang menyapu kamarku
yang kebetulan aku sedang
bersiap berangkat kerja,
masuklah gadis itu untuk
menyapu lantai. Sebagai mana
posisi orang menyapu, maka
saat gadis itu membungkuk,
aduhhaE|, rupanya perh yang
sedang bercermin tersapu
juga oleh pemandangan yang
menakjubkanku. Dua buah
melon yang subur segar
terhidang di depanku oleh
gadis itu, dengan sedikit basa
basi gadis itu menyapaku
entah sadar atau tidak dia
telah menarik perhatianku
karena payudaranya yang
tidak terbungkus BH, kecuali
dibalut baju yang
berpotongan dada rendah.
Dengan tidak membuang
kesempatan aku nikmati
keindahan payudara itu
dengan leluasa melalui cermin
selama menyapu dikamarku.
Menjelang dia selesai menyapu
kamarku, tiba-tiba dia dekap
perutnya sambil merintih
kesakitan dan muka yang
menampakkan rasa sakit
yang melilit. Dengan gerak
refleks, aku pegang
lengannya sambil aku tanya
apa yang dia rasakan. Sambil
tetap merintih dia jawab
bahwa rasa mules perut tiba-
tiba, maka aku bimbing dia ke
kamarnya dengan tetap
merintih memegangi perutnya
sampai ditempat tidurnya.
Kusuruh dia rebahan dan
memintaku untuk diberikan
obat gosok untuk perutnya.
Segera aku ambilkan dan
sambil berjaga dia gosok
perutnya dari balik blousenya.
Tetapi tiba-tiba saat
menggosok lagi-lagi dia
mengerang dan mengaduh,
sehingga membuatku sedikit
panik dan membuatku segera
ikut memegangi perutnya dan
sambil ikut mengurut juga.
Dan nampak sedikit agak
berkurang rintihannya, sambil
masih tetap kuurut perutnya.
Kepanikanku mulai hilang dan
aku mulai sadar lagi akan
keindahan payudara gadis itu
bersamaan dengan
bangkitnya perasaan gadis itu
selama aku urut tadi mulai
menelusuk ke tubuhnya
merasakan kenikmatannya
juga dan dengan tiba-tiba
tanganku dipegangnya dan
dibimbingnya tanganku ke
taman berhiaskan buah
melonnya yang subur segar
dan aku turuti saja
kenikmatan bersama ini untuk
mengusap buah melon yang
tidak terbungkus itu, dan
tanganku terus menelusup
diantara buah-buah itu sambil
memetik-metik putingnya.
Gadis itu mulai merintih
nikmat, dan erangan halus
dan memberi isyarat
tanganku untuk terus dan
terus memilin puting buahnya
yang semakin menegang. Baru
aku sadari bahwa untuk kali
pertama aku merasakan
puting gadis yang menegang
bila sedang terangsang
dengan erangannya yang
membuat penisku yang dari
tadi ikut mengeras tambah
menekan di dalam celanaku
yang sebenarnya sudah siap
untuk berangkat kerja,
namun untuk sementara
tertunda. aEsEehhaE| Mas.. gelii..
tapi nikmat, aahh.. eehmm
aduuhh nikmat mass..aEt Posisi
dia saat itu sambil duduk
membelakangiku, dan tiba-
tiba dia menyandar ke
dadaku sambil
menengadahkan mukanya dan
mulutnya mengendus-endus
leherku.
Tanpa buang waktu, mulutku
pun kuenduskan ke lehernya
dan selanjutnya mulut kami
saling berpautan, saling
mengulum dan saling
menjulurkan lidah dengan
penuh nafsu, sementara
tanganku terus menyusuri
buah-buah yang subur itu
untuk meningkatkan
kegairahannya, sedang
tangan gadis itu mulai hilang
kesadarannya oleh
kenikmatan itu dengan
ditandai kegairahannya untuk
melepas kaitan rok
bawahannya dan dilanjutkan
ke kancing-kancing blousenya.
Kembali kesadaranku
tertegun untuk pertama kali
aku menikmati keutuhan
tubuh seorang gadis yang
hanya mengenakan CD-nya.
Namun untuk saat itu juga
aku terperanjat, aEsEiitt, Nina
ini sudah jam delapan, aku
harus berangkat kerja wahh,
aku terlambataEt, kataku. Kami
saling tertegun pandang dan
saling senyum tertahan dan
kemudian kami berpeluk cium,
sambil aku berkata, aEsEntar
aku berangkat dan aku
segera kembali, hanya untuk
minta ijin kalau aku ada
keperluan yahh, gimana?aEt.
aEsHe.. eh, Mas entar kita
terusin lagi ya Mas, tapi janji
lho, ehh tapi Mas?aEt.
aEsKenapa NanaE|aEt tanyaku.
aEsMas kemot dulu dong buah
dadaku, ntar baru boleh
berangkataEt.
Achh lagi-lagi kenikmatan
yang tak bisa ditunda pikirku,
dengan aEsterpaksaaEt aku
kemot putingnya dan dengan
penuh gairah aku kemot buah
dadanya sampai hampir
merata bekas kemotan di
kedua buah dadanya, sampai-
sampai si Nani tak percaya
keganasanku. Kami saling
melepas pelukan yang seolah
adalah kerinduan yang selama
ini lama terpendam.
Kebetulan kantorku hanya
beberapa ratus meter dari
rumah kost yang aku
tempati. Selesai aku
menyampaikan alasan yang
dapat diterima atasanku,
segera aku bergegas pulang
lagi. Ketika aku sampai
dirumah, yang memang setiap
harinya sepi pada jam-jam
kerja, maka menambah
kegairahanku waktu aku
membuka pintu depan yang
tidak terkunci, dan langsung
kukunci saat aku masuk.
Tetapi pintu-pintu kamar
tertutup. Maka yang pertama
aku tuju adalah kamarku. Aku
buka kamarku untuk ganti
baju kerjaku dengan maksud
akan ganti baju kaos dengan
celana pendek saja.
Aku buka baju dan celanaku
satu persatu, dan saat aku
hanya kenakan celana
dalamku, tiba-tiba dari
belakang, Nina si gadis itu
sudah di belakang
mendekapku dan ohh,
menakjubkanaE|, rupanya
sedari tadi dia aku
tinggalkan, dia tidak lagi
kenakan bajunya sambil terus
menunggu di kamarku. Maka
kembali kenikmatan pagi itu
aku teruskan lagi, dengan
saling meraba dan dengan
ciuman yang penuh nafsu dan
kami masing hanya
mengenakan celana dalam
saja, sehingga kulit kami bisa
saling bergesekan merasakan
dekapan secara penuh,
sementara kami berpelukan
dan mulut berciuman, penisku
merasakan keempukan
tonjolan daging di
selangkangan Nani yang
seolah terbelah dua
memberikan sarang ke
batang penisku. Sedangkan
dadaku merasakan tonjolan
buah dadanya yang lembut
dan torehan puting susunya
di dadaku. Tanganku
bergerak dari punggungnya
beralih ke pantatnya yang
bulat untuk aku remas-
remas, sedang tangannya
tetap memegang leher dan
kepalaku dengan mulut, bibir
dan lidah saling mengulum.
Lama kami pada posisi berdiri
aEsEeehhaE| mmaas eehh eegh
enaak sayang nggaE|, teruss,
terussaE| geliiaE| egghh eenaakaEt
erangnya yang setiap saat
keluar dari mulutnya.
Kegairahan pagi itu kami
lanjutkan di lantai kamarku
untuk saling berguling dan
tetap saling peluk menaikkan
gairah petting kami yang
pertama kali di lantai
kamarku. Maklum kamar
indekost dengan tempat
tidurku yang seadanya dan
pas-pasan yang pasti kurang
pas untuk kegairahan petting
yang memuncak di pagi itu.
Dengan leluasa tangan kami
saling bergerak ke buah
dada, penis, puting dan satu
hal selama ini yang jadi
obsesiku adalah keinginan
yang terpendam untuk
mengemot puting bila melihat
buah dada wanita yang
sedemikian montok dan
menggairahkan, maka aku
tumpahkan obsesiku pada
kenikmatan pagi itu untuk
pertama kalinya. aEsMass
sayang terruss kemot
pentilku.. mmaass gelii, geelii,aE|
eehm Mas nikmat.. terus
jilatin pentilku teruss aku
peengin di jilatin terus
pentilku..aEt. Dengan penuh
gairah pertama aku puaskan
menjilati putingnya yang aku
rasakan semakin menegang
dan demikian juga dengan
penisku, sambil aku gesek-
gesekkan ke tonjolan daging
di selangkangannya.
Aku kembali agak kaget
ketika batang penisku merasa
basah saat aku gesekkan di
tonjolan daging selangkangan
Nina yang masih memakai CD,
yang bahkan penisku sendiri
belum mengeluarkan cairan
sperma. Maka sambil mulutku
mengemot dan menjilati
puting susunya, tanganku
mencoba meraba
selangkangan Nina diantara
belahan daging, namun tiba-
tiba dia memekik aEsAaE?aa ehh
jangan dulu Mas nggak tahan
gelinyaaEt.
Maka sementara aku
lepaskan kembali dan tangan
ku kembali meremas buah
dadanya sambil memilin-milin
putingnya aEsMassaE| heaE?eh
begitu kemotin pentilku
teruss.., susuku diremass-
reaE?eemasaE| eaE?eenak eehaE|
ehghhmaE| yangg geliaE|aEt.
Penisku terus aku gesek-
gesekkan dicelah
selangkangan Nina,
aEseeh,,eehhaE| eehhaE| eehhaE|
eehehaE| ehaEt. Demikian
lenguhannya setiap aku gesek
selangkangannya. aEsMasaE| tarik
CD-ku dan lepaskan
celanamuaE|aEt, sampai pada
ucapan Nina tersebut maka
sementara kami lepas
pergumulan itu sambil aku
dengan ragu dan deg-degan
menarik pelan-pelan CD-nya
yang masih dalam keadaan
telentang sementara aku
duduk dan dia mulai angkat
kakinya ke atas saat CD-nya
mulai bergeser meninggalkan
pantatnya, sambil terus
kutarik perlahan-lahan
dengan saling berpandangan
mata serta senyum-
senyumnya yang nakal, maka
aku dihadapkan dengan
sembulan apa yang disebut
clitoris yang ditumbuhi
rambut-rambut halus sedikit
keriting dan bllaass, lepas
sudah CD-nya tinggalah celah
rapat-rapat menganga semu
pink dan semu basah dengan
sedikit leleran lendir dari
lubang kenikmatan itu.
aEsNin.. kenapa sihaEt tanyaku
nakal, aEsApanyaaE| MasaEt
sahutnya sambil senyum,
aEsKalau dikemot-kemot
payudaranya sama pentilnya
tadiaEt. aEsAduh rasanya geli
banget, rasanya kaya mau
mati saja tapi nikmat iih geliaEt.
aEsEnggak sakit dikemot
dipentilnya tadiaEt tanyaku,
aEsEnak.. Mas, rasanya pingin
terus, kalau sudah yang kiri,
terus pingin yang kanan,
rasanya pingin dikemot
bareng-bareng sama mulut
Mas. Terus di liang
kewanitaanku jadi ikut-ikutan
geli nyut-nyutan sampai aku
eeghh.. hemm gimana yach
bergidik. hhmmaEt akunya.
aEsTerus pingin lagi nggak
dikemot-kemot?aEt tanyaku
penasaran. aEsIiihaE| Mas nakal,
ya.. Pingin lagi dongaEt, sambil
tangannya merayap ke
selangkanganku yang masih
pakai CD, memencet penisku
yang menonjol dan juga
meremas. aEsKalau adik Mas
rasanya gimana tuh kalau
kupegang-pegang gini?, geli
nggak?aEt keingin-tahuannya
besar juga. aEsSama nikmat
rasanya, pengin terus dielus-
elus sama Nina terus, geli eh-
ehaE| ehaEt dengan penasaran
dia mengesek-gesek pas
lubang penisku, jadi geli
rasanya.
aEsKalau ininya dipegang-
pegang gini gimana Mas?aEt
sambil dia pegang dan raba-
raba buah pelirku.aEt Yah
nikmat jugaaEt tegasku sambil
aku elus-elus pahanya yang
tidak begitu putih tapi mulus.
aEsEh.., Mas tadi kutipu, pura-
pura sakit, habis Mas
kelihatannya cuek sajaaEt,
sambil dia senyum nakal
menggoda. Brengsek juga nih
anak batinku, nekat juga
ngerjain aku. aEsMas.. selama
seminggu ini kita hanya
berdua saja dirumah, terus
gimana enaknya Mas?aEt
tanyanya sambil iseng
meremas-remas penisku yang
tetap tegak sedang aku
memilin-milin puting susunya
yang juga tetap tegang,
aEsKita kelonan terus saja
seminggu ini siang ataupun
malamaEt.
Kebetulan kerjaku selama ini
hanya sampai jam 14.00
sudah pulang. Dia menggoda
aEsTerus nanti kalau kelonan
terus Mas nanti nggak ada
yang nyediain makan gimana
dongaEt. aEsYah nggak usah
makan asal kelonan terus
sama Nina entar kenyangaEt.
Dia bangkit dan memelukku
erat-erat dan diciuminya
bibirku sambil lidahnya
dijulurkan ke
kerongkonganku. Sambil
melepas dia berkata aEsMas
kita kelonan lagi yuk sampai
sore, terus nanti mandi
barengaEt. Tanganku mulai
mengelus clitorisnya dan
mulutku terus mengulum
bibirnya dan kembali dia
telentang di lantai dan aku
mulai menindihnya aEsMas.. kalau
gini terus aku rasanya mau
pingsan kenikmatan eehhaE| M
eghhmmaE| aduuhaE| nikmat Mas
di memekku.. geli rasanya
teruuss eeghhaE| eghhaEt. Dan
aku rasakan clitorisnya
semakin basah, dan dengan
lahapnya jari tengahku aku
cabut dari clitnya untuk
kujilati jariku dan aku
rasakan nikmat gurihnya
lendir seorang perempuan
pertama kalinya. aEsEeehh..
eennakaE| aahh.. aahh uuhhgg
uughhg uuhhaE| ehhehhaEt saat
jariku kembali menelusup
kedalam lubang clitorisnya.
Lenguhan mulutnya dan
dengus napasnya menaikkan
gairahku yang kian meningkat
tapi aku ragu untuk menuruti
naluriku mencoba
memasukkan penisku ke
lubang senggamanya. Maka
sementara aku tahan
walupun penisku pun juga
sudah semakin basah oleh
lendirku juga. Aku mulai
merayap kebawah
selangkangannya dan mulutku
berhadapan dengan
clitorisnya tanpa dia sadari
karena matanya terpejam
menikmati gairah yang
dirasakan, saat lidahku mulai
menjilatlubang clitorisnya,
kembali dia terpekik
aEsaahhuughh huuaE| huaE| egghh
aduhaE| eggh nikmat, aduhh
aku gimana nih Mass aahh
aku nggak kuat, MassaE| Mas..
eghh.. egh hhgeehhaE| Mas.aEt
sambil dia aku perhatikan
pantat, paha, perut dan
kakinya seolah kejang seperti
kesakitan tetapi aku sangsi
kalau dia sakit, dan malahan
kepalaku dia tekan kuat ke
selangkangannya sambil terus
berteriak aEshehehggheh ahhaE|
ehhehhaE| huhhaE| massaE| aku..
akuu rasanyaaE| eghhaEt dan dia
bangkit sambil menarik CD-ku
yang masih aku kenakan, dan
blarr, penisku menantang
tegak aEsMas masukkan Mas..
eeghheghhaEt dan dia angkat
kakinya sambil telentang dia
bentangkan lebar
selangkangannya sambil
tangannya membimbing
penisku memasuki clitorisnya.
aEsMas.. kocok Mas eghh Mas
yang dalamaE| kocok terus
selangkanganku aduhh eghh
Mas enakkaEt.
Sambil menekuk kaki,
sementara tanganku sebagai
tumpuan dan dengan berat
tubuhku aku tindihkan dan
kuamblaskan penisku ke
lubang yang sedari tadi sudah
menunggu, dan aku rasakan
sedotan lubang yang sangat
kuat pada batang penisku
yang rasanya dikemot-kemot.
aEsEehhgehhgaE| teruss. teruss
MasaE| maass nikmat kocok
terus aduuh rasanya aku
nggak kuat mass ada yang
keluar eghh.. eeghh. eehhgg
aduuhh.. massaE|aEt aEsahhgg-aghaE|
Nani aku aduh egghh, Nani
rasanya memekmu ngemot
eghh eehhmmaE| nikmataE| terus
sedotaEt aEsMass nikmataE| sekali
nikmataE| dalam sekali. Aahh
aduhaE| hhaghhah Mass.., aku
mau keluarrraEt. aEsAku juga
NanaE| ahhgh aku sudah mau
keluar.. ahgghhahaEt. Dan aku
cabut penisku saat dia
demikian bergetar dan
menyedot sedot penisku
sehingga aku tak tahan lagi
untuk menyemburkan
spermaku dan saat itu aku
merasa dia terlepas dari
penisku, dia bangkit dan
menyongsong batang penisku
dengan mulutnya menyambut
semburan spermaku sambil
tangannya menggosok lubang
clitorisnya, ditimpali dengan
lenguhannya yang tidak
beraturan dimulutnya
aEsCppokklep.. plekk.. clepk..
clkek.. cslckekaEt bunyi
mulutnya mengemot dan
menyedot penisku sementara
aku terasa bergetar dan
tenagaku berangsur-angsur
lemas, sampai dia menjilati
sisa sperma pada penisku
dengan bersih.
Sesaat kemudian aku tidur
ditempat tidurku siang itu
kelonan berdua yang tidak
terasa telah jam 3 sore, dan
baru kemudian bangun
dengan badan terasa agak
pegal. Kami kembali berpagut
lama dengan saling rabaan
dan remasan masih dalam
keadaan tanpa busana.
Akhirnya kami mandi bersama
dengan air yang sebelumnya
kami. Itulah pengalaman
pertama kaliku menikmati
hubungan seks dengan
seorang gadis kampung
bernama Nani.