PDA

View Full Version : Guru Jadi Pelacur


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Rosa telah menikah dengan
pria bernama Suhendra yang
pekerjaannya adalah teknisi
di pengeboran minyak lepas
pantai milik perusahaan asing
yang hanya bisa pulang 5-6
bulan sekali.
Rosa bertekad memulai
profesinya sebagai High Class
Call Girl saat ia tahu melihat
bukti bahwa suaminya main
belakang, selama bekerja di
lepas pantai Suhendra suka
membawa gadis-gadis nakal.
Hal ini ia ketahui dari teman
suaminya yang mempunyai
dendam terhadapa suaminya,
teman suaminya itu
menunjukan beberapa foto
hasil jepretannya sendiri yang
berisikan foto suaminya
sedang memluk dan mencium
mesra gadis-gadis nakal.
Rosa memulai kariernya di
bidang pelacuran kelas tinggi
dengan memasang sebuah
iklan di koran, begini bunyi
iklannya aEsMassage Maria,
cantik dan berpengalaman
menerima panggilan hub.
0812160700X aEs, dengan nama
samaran Maria maka
dimulailah petualangan
terlarang Bu guru kita ini.
SMS mulai mengalir ke
handphone Rosa yang
berisikan panggilan panggilan
tapi ada juga SMS yang
berisikan kalimat-kalimat
porno, Rosa tidak menanggapi
semua SMS itu karena hal itu
akan membuang waktu saja
begitu juga dengan
percakapan dengan calon-
calon kliennya semua gagal
mencapai kata sepakat.
Karena harga yang
ditetapkan oleh Rosa sangat
tinggi yaitu 1,5 juta sekali
datang, tentu saja jarang
yang berani memboking Rosa.
Sampai suatu saat ada
panggilan HP yang masuk
saat ia mengajar di kelasnya.
aEsPermisi anak-anak ibu mau
terima telpon dulu jangan
ramai ya!aEtkemudian Rosa
berjalan keluar kelas dan
menerima panggilan itu.
aEsHallo Maria? aEt terdengar
suara berat seorang lelaki0
aEsYa dengan siapa Pak? aEt
aEsBerapa tarif kamu semalam?
aEt
aEs1,5 juta bayar di muka,
tidak kurang dari itu aEt
aEsOk done deal, kita ketemu di
Kafe Bon Ami, Darmo Selatan
jam 18.30 nanti malam sampai
disana langsung miss call aku
ya bye ..tut tut tutaEt
Dalam hati Rosa merasa
berdebar dan aneh karena ini
adalah pertama kalinya ia
akan mendapatkan panggilan
serius dan anehnya orang
tersebut tidak menawar
harga yang ia ajukan, Rosa
termenung memikirkan
telepon yang baru saja ia
terima sampai seorang
muridnya menegur aEsBu, Ibu
sakit ya? aEt tanya seorang
muridnya. aEsOh nggak apa-apa
kok, ayo masuk lagiaEt sambil
memegang pundak muridnya.
Setelah selesai mengajar Rosa
segera pulang dan
mempersiapkan diri, ia mandi
dan berdandan secantik
mungkin tapi tidak menor,
dengan mengenakan gaun
malam warna hitam yang
anggun, Rosa berangkat ke
Bon Ami menggunakan taksi.
Rasa berdebar semakin
menjadi saat ia memasuki
kafe dan dengan tangan
sedikit gemetar ia memanggil
no. HP lelaki yang tadi siang
menelponnya segera saja
terdengar bunyi handphone di
pojok ruangan yang rupanya
sengaja di taruh di atas meja
oleh pemiliknya.
Mata Rosa memandang ke
arah sumber bunyi tersebut
dan melihat lelaki berumur 45
tahun keturunan cina dengan
pakaian necis dan
berkacamata minus yang
melambaikan tangan seolah
olah sudah mengenal dirinya.
aEsHi Maria, silahkan duduk
disini aEt. Ujar lelaki itu sambil
berdiri menjabat tangan
Maria yang tak lain adalah
nama samaran Rosa.
aEsOk kita makan dulu atau
langsung pergi nih? aEt tanya
lelaki itu.
aEsKita bisa langsung pergi
setelah pembayaran dilakukan
aEt ujar Rosa ketus
aEsWow santai saja non jangan
takut ini aku bayar
sekarangaEt. Sebuah amplop
coklat disodorkan dan
langsung dibuka dan dihitung
oleh Rosa
aEsOk 1,5 juta kita berangkat,
omong omong nama bapak
siapa aEt tanya Rosa
aEsTeman-teman memanggil aku
A Cun, yuk berangkat aEt.
A Cun menggandeng tangan
Rosa dengan mesra seperti
istrinya sendiri.
Dengan menggunakan mercy
new eyes, A Cun membawa
Rosa meninggalkan kafe
dengan santai tapi pasti mobil
dibawa menuju ke arah
daerah perumahan elit di
daerah Dharmahusada. Ketika
sampai di depan sebuah
rumah mewah dengan pagar
tinggi A Cun membunyikan
klaksonnya, pagar besi itu
terbuka secara otomatis
meskipun tidak tampak orang
di halaman rumah mewah itu,
setelah mobil masuk sampai di
teras rumah seseorang
dengan seragam batik berlari
kecil menghampiri mobil.
aEsSelamat datang Koh A Cun
aEssambil membukakan pintu
mobil.
aEsYang lainnya sudah pada
kumpul toh, Yok? aEt tanya
Koh A Cun pada lelaki
berseragam itu
aEsSudah Pak, silahkan Pak aEt
kata petugas yang bernama
Yoyok ini .
Mobil A Cun segera dibawa
untuk di parkir oleh yoyok
yang rupanya bertugas
sebagai valet service. Acun
dan Rosa langsung masuk ke
dalam rumah mewah itu
aEsIni rumah Koh A Cun aEt tanya
Rosa kagum melihat ruang
tamu yang besar dan
dipenuhi barang mewah
aEsOh bukan, ini rumah
perkumpulan semacam klub
bagi kami untuk melepas
kepenatanaEt ucap Koh Acun
seraya membuka pintu ruang
tengah yang di dalamnya
berisi 3 orang lelaki dan 3
perempuan.Di ruangan itu
tersedia 5 kasur king size, 2
meja biliard, 3 set sofa
mewah dan sebuah mini bar
yang tertata apik serasi
dengan ruang yang relatif
besar itu, dari suasana
ruangan sudah dapat
diperkirakan bahwa ruangan
ini sering di pakai sebagai
ajang maksiat.
aEsHoi Cun, lama sekali kamu,
dapet barang baru ya?aEt
tanya seorang lelaki cina
berumur 56 tahun yang di
panggil Koh A Liong.
aEsAh nggak enak ah ngomong
gitu di depan orang aEt elak A
Cun
aEsKoh A Cun, mending kamu
kasih Mbak ini buat aku saja,
kamu pake saja salah satu
SPG yang aku bawaaEt ucap
lelaki berbadan gemuk besar
dan berkulit sawo matang
yang dipanggil dengan
panggilan Pak Angkoro.
A Cun mengamati SPG yang
ditawarkan padanya, diantara
tiga SPG itu ada satu yang
paling menarik hatinya yaitu
Lyvia Go. SPG berumur 21
tahun berdarah cina dengan
tinggi 168 cm dan berat 48
kg berwajah mirip Ineke,
dengan penampilannya yang
mengenakan rok super mini
dengan atasan kemeja ketat
nan tipis membuat A Cun tak
mampu menolak tawaran Pak
Angkoro.
aEsOk deh, Pak Angkoro boleh
ambil Maria, saya pinjam Lyvia
aEt sahut acun sambil langsung
menarik pinggang Lyvia dan
mereka berdua melakukan
deep kissing yang sangat
panas sampai terdengar
lenguhan lenguhan nafas
mereka.
Lyvia yang diciumi dengan
ganas segera membalas
ciuman itu sambil membuka
kancing kemejanya yang
seakan tak muat menampung
payudaranya yang montok.
Dengan rakus Koh A Cun
memelorotkan BH Lyvia dan
menghisap puting berwarna
coklat muda itu, sambil
bercumbu tangan Koh Acun
bergerak melingkar pinggang
Lyvia dan melepas kait rok
mini dan meloloskan rok itu
turun sehingga kini Lyvia Go
hanya mengenakan BH yang
sudah tidak menutupi
payudaranya dan sebuah
celana dalam berwana putih
berenda tipis yang sangat
seksi sekali melekat di
tubuhnya yang putih bak
mutiara. Dengan sekali angkat
tubuh Lyvia Go dibawa Koh
ACun menuju ranjang
terdekat, lalu
menelentangkannya sambil
meloloskan celana dalam seksi
itu dari tempatnya sehingga
tampaklah kemaluan Lyvia
yang sudah dicukur bersih,
tanpa membuang waktu A
Cun segera menjilat dan
menusuk nusukkan lidahnya
ke dalam vagina Lyvia yang
diikuti dengan erangan nikmat
dari Lyvia.
aEsAhh, aduh enak Koh, dasyat
aargh aEt
aEsEnak ya Go? Kamu sudah
berapa kali ngeseks selama
jadi SPG aEt tanya A Cun sambil
mengocok vagina Lyvia
dengan dua jari sambil
terkadang menggosok
kelentit mungil itu dengan
jempolnya.
aEsIni yang ke tu..juh aah hi hi
hi aduh geli Koh aEt
aEsYang pertama ama siapa aEt
selidik A Cun mencari cari
daerah g-spot dengan ujung
jarinya
aEsYang pertamaa, aduh yah
yah aauh disitu Koh enak,
yang pertama sama Pak
Angkoro di WC showroom
aahaEt
Untuk mengakhiri pemanasan
ini maka A Cun menempelkan
lidahnya di kelentit Lyvia,
kemudian menggeleng-
gelengkan dan memutar-
mutar kepalanya dengan lidah
tetap menempel di kelentit.
Menerima rangsangan dasyat
itu tubuh Lyvia melengkung
bagai busur panah yang siap
melesatkan anak panahnya.
aEsAduh Koh A Cun, aargh
masukin sekarang Koh jangan
siksa aku lebih lama lagi hm?
aEs.
Melihat Lyvia sudah
terangsang berat maka Koh
A Cun segera menghentikan
permainan oralnya dan
melepas bajunya sendiri
dengan cepat, Lyvia yang
melihat Koh A Cun melepas
bajunya kagum melihat badan
Koh Acun yang berotot,
dadanya yang bidang dan
perutnya yang terbagi 8
kotak sangat seksi di mata
Lyvia yang biasanya melayani
Pak Angkoro yang gendut.
Semakin bernafsu untuk
segera bersetubuh maka
Lyvia Go membantu melepas
celana Koh A Cun dan betapa
kagetnya Lyvia Go ketika
celana itu merosot langsung
nongol benda sepanjang 16.5
cm (wah ternyata Koh A Cun
tidak pakai celana dalam loh,
tapi dengan tidak memakai
celana dalam juga sangat baik
bagi kesuburan pria kata Pak
dokter).
Dengan posisi kaki yang di
buka lebar lebar, Lyvia
menanti Koh Acun sambil
tangan kanannya menggosok
gosok klitorisnya sendiri, Koh
Acun mengambil posisi di
tengah tengah kaki Lyvia
yang terbuka lebar dan
mengarahkan penisnya di
muka pintu gerbang
kewanitaan Lyvia.
aEsAku masukin ya Lyv?aEt
aEsSini kubantu Koh aEt Lyvia
memegang penis A Cun dan
mengarahkannya ke liang
senggamanya
aEsSeret banget ya Lyv, jadi
susah masuk nihaEt
aEsKoh jangan bercanda melulu
ah, kapan masuknya?aEt
aEsYa udah nih rasain LyvaEt
aEsAauh aah aah pelan dikit
Koh aEt
Akhirnya pelan tapi selamat,
penis Koh A Cun amblas ke
dalam vagina Lyvia dan
permainan kuda kudaan
khusus dewasapun dimulai,
Koh A Cun memaju mundurkan
pantatnya dengan tempo
sedang sambil memegang
kedua betis Lyvia sebagai
tumpuan tangannya.
Beralih ke ibu guru kita yaitu
Rosa Maria yang cuma
bengong melihat permainan
permainan liar di sekelilingnya.
aEsWah suasananya panas ya?
aEt Pak Angkoro menegur Rosa
Maria yang bengong
aEsAh nggak juga Pak, kan ada
ACaEt balas Rosa risih
aEsNggak panas gimana, coba
kamu lihat orang orang itu
pada telanjang ngapain
coba?aEt
aEsEeng eeng gimana ya Pak aEt
aEsEng eng eng apa, ayo lepas
bajumu, kamukan sudah di
bayar toh? aEt
Rosa merasa harga dirinya
diinjak-injak, di dalam hati
Rosa Maria berkata aEsAku
adalah seorang guru yang
dihormati dan disegani oleh
anak didik dan rekan
sekerjaku kenapa demi
dendam pada suami aku
harus menjerumuskan diriku
ke dalam lembah nista tapi
sudah terlambataEt, air mata
mulai menetes di pipi Rosa.
aEsWah, kok malah nangis iki
piye? Waduh!!aEt Pak Angkoro
mengelus-elus perutnya yang
besar karena bingung.
aEsNggak Pak, ayo kita mulai
aja permainan ini aEt Rosa
mengusap air matanya.
aEsYa gitu dong, itu baru
semangat profesional jangan
nangis lagi ya aEt
Rosa membuka gaun
malamnya dengan pedih dan
rasa hampa, demikian juga
Pak Angkoro beliau membuka
seluruh pakaiannya
memperlihatkan tubuhnya
yang gemuk dan hitam.
aEsSini Ros, bapak akan
membuat kamu melayang
layang aEt pangil Pak Angkoro
Rosa yang masih malu dan
canggung menutup tubuhnya
yang bugil dengan tangannya
sedapat mungkin sambil
melangkah ke arah Pak
Angkoro
aEsWah kok malu malu gitu,
jangan kuatir Ros bapak
nggak akan kasar kasar
sama kamu aEs, Pak Angkoro
memandang tubuh Rosa dari
atas ke bawah. Jakunnya
naik turun memandang tubuh
Rosa yang menggiurkan,
kulitnya yang kuning langsat
bagai kulit putri kraton
meskipun tidak seputih Lyvia
tapi pancaran erotik dari
mata Rosa bagai sinar
pancasona pusaka tanah
jawa. Dan cara gerak Rosa
Maria sungguh
membangkitkan gairah,
keayuan khas gadis jawa
terpancar dari setiap lekuk
tubuhnya dan terutama
payudaranya yang berwarna
kuning gading sungguh
mengundang birahi lelaki
manapun yang melihatnya.
Dengan lembut Pak Angkoro
meletakan kedua telapak
tangannya di atas payudara
Rosa dan mulai memijat
lembut sambil perlahan ia
melekatkan bibirnya ke bibir
Rosa yang sensual di
lumatnya bibir Rosa, semakin
lama semakin panas sampai
kedua tubuh itu seolah
menjadi satu, Pak Angkoro
melingkarkan tangannya ke
pinggang Rosa dan
menariknya sampai lekat pada
tubuhnya dan mencumbu Rosa
dengan penuh nafsu. Dihisap
dan dimasukannya lidahnya
kedalam relung relung mulut
Rosa sehingga mau tak mau
Rosa membalas pagutan-
pagutan liar itu. Hasrat
kewanitan Rosa benar-benar
dibangkitkan oleh Pak
Angkoro yang berlaku seperti
kuda jantan dan mendominasi
seriap permainan ini. Rosa
mulai merasakan hawa panas
naik dari dadanya ke ubun-
ubun yang membuat Rosa
semakin tak berdaya melawan
hawa maksiat yang begitu
kental dalam ruangan ini
sehingga akhirnya Rosapun
terlarut dalam hawa maksiat
itu.
aEsRos aku minta dioral dong aEt
sambil menyodorkan penis
hitamnya yang berdiameter 5
cm dengan panjang 14 cm.
aEsNggak ah Pak, jijik saya! ih! aEt
aEsWah kamu kudu profesional
Ros, kalau kerja jangan
setengah-setengah gitu dong,
gini aja kamu tak oral kalau
sampai kamu orgasme berarti
kamu kudu ngoral aku yah?
aEt. Belum sempat Rosa
menjawab Pak Angkoro telah
menyelusupkan kepala
diselangkangan Rosa dan
mulai melancarkan segala
jurus simpanannya mulai dari
jilat, tusuk sampai jurus
blender yang memnyapu rata
seluruh dinding permukaan
vagina Rosa sehingga dalam
waktu 7 menit Rosa sudah di
buat kejang-kejang.
aEsOooh Pak oouh oh pa..akaEt
Rosa meregangkan ototnya
sampai batas maksimal.
aEsTuh kamu udah orgasme,
nggak bisa bohong sekarang
giliranmuaEt ucap Pak Angkoro
senang.
Pak Angkoro menarik kepala
Rosa dengan tangan kirinya
sementara tangan kanannya
memegang penisnya sendiri
sambil mengocok ringan,
setelah mulut Rosa dalam
jangkauan tembak Pak
Angkoro segera menjejalkan
penisnya ke dalam mulut
Rosa. aEsAyo dong RosaaEt Pak
Angkoro menyuapkan
penisnya seperti menyuapkan
makanan pada anak kecil,
setelah penisnya berada
dalam mulut Rosa maka
dengan menjambak rambut
Rosa Pak Angkoro memaju
mundurkan kepala Rosa.
aEsEhm ehm Pak Angko.. ehm
ehmaEt Rosa berusaha
berbicara tapi malah
tersenggal senggal
aEsUdah diam aja deh Ros
jangan banyak bicara emut!aEt.
Setelah lima menit berjalan
Rosa akhirnya secara mandiri
mengulum ujung penis Pak
Angkoro, sementara
tangannya mengocok dengan
kasar pangkal penis Pak
Angkoro.
aEsYes gitu Ros, wah kamu lebih
hebat dari istriku loh, mau
gak kamu jadi gundikku?aEt Pak
Angkoro berbicara ngawur
karena keenakan dioral Rosa.
Merasa jenuh dengan
permainan oral akhirnya Rosa
meminta untuk bercinta.
aEsUdahan dong Pak, kita
ngesks yang bener aja ya?aEt
tanya Rosa dengan halus.
aEsOk, kamu yang minta lohaEt.
Pak Angkoro menarik Rosa
yang tadinya mengoral dia
dalam posisi jongkok menuju
meja biliard dan menyuruh
Rosa menumpukan kedua
tangannya menghadap meja
bilirad sementara Pak
Angkoro yang berada di
belakang Rosa mengatur
posisi sodokan perdananya.
aEsRos nungging dikit dong, ya
gitu sip!aEt Pak Angkoro
mengelus pantat Rosa yang
bahenol kemudian
mengarahkan senjatanya ke
vagina Rosa.
aEsAaouh Pak Angkoro, pelan
Pak sakit penisnya bapak sih
kegedean aEt ucap Rosa
setengah meledek.
aEsWah kamu itu muji apa
menghina Ros? mungkin
vaginamu yang kekecilan RosaEt
Pak Angkoro membalas ejekan
rosa dengan menarik pinggul
Rosa ke belakang secara
cepat maka amblaslah seluruh
penis Pak Angkoro.
aEsAuuw gede banget, aauw
aah aEt Rosa mulai menggoyang
pinggulnya berusaha
menyeimbangi goyangan Pak
Angkoro.
Pak Angkoro membenamkan
penisnya dalam-dalam dengan
menarik pinggul Rosa
kebelakang, dengan penis
masih tertancap di vagina
Rosa kemudian Pak Angkoro
memutar pinggulnya
membentuk lingkaran
sehingga penis yang didalam
vagina Rosa menggencet dan
menggesek setiap syaraf
syaraf nikmat di dinding
vagina.
aEsAauh, Rosa keluar ahhaEt Rosa
mengalami orgasme yang
menyebabkan setiap otot di
tubuh Rosa mengencang
sehingga tubuhnya kelojotan
tidak terkendali.
aEsLoh Ros, kok sudah KO,
belum 10 menit kok udah
orgasme wah ini kalau cowok
namanya edi, ejakulasi dini
kalau kamu berarti menderita
odi orgasme dini, ayo terusin
sampai aku keluar juga aEt.
Pak Angkoro mengganti posisi
bersenggama dengan
mengangkat tubuh Rosa dan
menidurkannya di meja biliard.
Kemudian kaki rosa
dibentangkan oleh Pak
angkoro lebar-lebar dan
dengan kekuatan penuh penis
besar itu menerjang
mendobrak pintu kewanitaan
Rosa, sampai-sampai
klitorisnya ikut tertarik
masuk, Rosa yang masih
dalam keadaan orgasme
makin menggila menerima
sodokan itu sehingga secara
refleks rosa mencakar bahu
Pak Angkoro.
aEsOouchh Rosa kamu ini apa-
apaan sih, kok main cakar-
cakaran segala?aEt
aEsOouh aash sorry, abis rosa
nggak tahan sih ama
sodokannya Mas yang begitu
perkasaaEt bujuk rosa agar
Pak angkoro tidak marah.
aEsJangan cakar lagi ya, kalo
tidak rasain iniaEt Pak Angkoro
menggigit puting Rosa dengan
lembut tapi sedikit
menyakitkan.
aEsAauw nakal dehaEt ucap rosa
sambil menggoyangkan
pinggulnya sendiri agar penis
Pak Angkoro tetap
menggesek dinding vaginanya.
Dalam waktu singkat Rosa
yang mula-mula seorang guru
telah berevolusi menjadi
pelacur kelas tinggi yang
benar benar profesional baik
dari kebinalan maupun
ucapannya, semua sudah
berubah Rosa kini benar
benar seorang pelacur sejati.