PDA

View Full Version : Ngewek Gadis Muda


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Pada tahun 1994 saya
tercatat sebagai siswa baru
pada SMUN 2 pada waktu itu
sebagai siswa baru, yah..
acara sekolahan biasa saja
masuk pagi pulang sekitar
jam 14:00 sampai pada
akhirnya saya dikenalkan oleh
teman seorang gadis yang
ternyata gadis itu sekolah
juga di dekat sekolah saya
yaitu di SMPN 3.
Ketika kami saling menjabat
tangan, gadis itu masih agak
malu-malu, saya lihat juga
gadis itu tingginya hanya
sekitar 158 cm dan
mempunyai dada yang
memang kelihatan lebih besar
dari anak seumurnya sekitar
34B (kalau tidak salah
umurnya 14 tahun),
mempunyai wajah yang manis
banget dan kulit walaupun
tidak terlalu putih tapi
sangat mulus, (sekedar info
tinggi saya 165 cm dan umur
waktu itu 16 tahun), saya
berkata siapa namamu?, dia
jawab LaE"- (edited), setelah
berkenalan akhirnya kami
saling memberikan nomor
telepon masing-masing,
besoknya setelah saling
telepon dan berkenalan
akhirnya kami berdua janjian
keluar besok harinya jalan
pertama sekaligus cinta
pertama saya membuat saya
deg-degan tetapi namanya
lelaki yahaE|, jalan terus dong.
Akhirnya malam harinya
sekitar jam 19.00 saya telah
berdiri didepan rumahnya
sambil mengetuk pagarnya
tidak lama setelah itu LaE"-
muncul dari balik pintu sambil
tersenyum manis sekali dia
mengenakan kaos ketat dan
rok yang kira-kira
panjangnya hampir mencapai
lutut berwarna hitam.
Saya tanya, aEsMana ortu
kamuaE|aEt, dia bilang kalau di
rumah itu dia cuma tinggal
bersama papanya dan
pembantu, sedangkan kalau
kakaknya dan mamanya di
kota lain.
aEsOohh jawab saya,aEt saya
tanya lagi aEsTerus Papa kamu
mana?aEt dia jawab kalau Papa
lagi keluar ada rapat lain di
hotel (papanya seorang
pejabat kira-kira setingkat
dengan wagub) jadi saat itu
juga kami langsung jalan naik
motorku dan tanpa
disuruhpun dia langsung
memeluk dari belakang, penis
saya selama jalan-jalan
langsung tegang, habis dada
dia begitu kenyal terasa di
belakangku seakan -akan
memijit-mijit belakangku
(motor waktu itu sangat
mendukung, yaitu RGR).
Setelah keliling kota dan
singgah makan di tempat
makan kami langsung pulang
ke rumahnya setelah tiba
saya lihat rumahnya masih
sepi mobil papanya belum
datang. Tiba-tiba dia bilang
aEsMasuk yuk!., Papa saya
kayaknya belum datangaEt.
Akhirnya setelah menaruh
motor saya langsung
mengikutinya dari belakang
saya langsung melihat
pantatnya yang
lenggaklenggok berjalan di
depanku, saya lihat jam
ternyata sudah pukul 21.30,
setiba di dalam rumahnya
saya lihat tidak ada orang
saya bilang aEsPembantu kamu
mana?aEt, dia bilang kalau
kamar pembantu itu terpisah
dari bangunan utama rumah
ini agak jauh ke belakang.
aEsoohhaE|aEt, jawab saya.
Saya tanya lagi, aEsjadi kalau
sudah bukakan kamu pintu
pembantu kamu langsung
pergi ke belakang?aEt, dia
jawab iya.
aEsTerus Papa kamu yang
bukain siapaaE|aEt
aEssayaaE|aEt jawabnya.
aEsKira-kira Papa kamu pulang
jam berapa sihaE|aEt, tanya saya.
Dia bilang paling cepat juga
jam
24.00. (Langsung saja
pikiranku ngeres banget)
Saya tanya lagi aEsKamu
memang mau jadi pacar
sayaaE|aEt.
Dia bilang aEsIyaaE|aEt.
Lalu saya bilang, aEskalau gitu
sini dong dekat-dekat
sayaaE|aEt, belum sampai
pantatnya duduk di kursi
sebelahku, langsung saya
tarik ke dalam pelukanku dan
mengulum bibirnya, dia kaget
sekali tapi belum sampai
ngomong apa-apa tanganku
langsung memegang
payudaranya yang benar-
benar besar itu sambil saya
remas-remas dengan kuat
sekali (habis sudah kebelet)
diapun mengeluh aEsOhh.., oohh
sakitaEt. katanya.
Saya langsung mengulum
telinganya sambil berbisik,
aEsTahan sedikit yahaE|aEt, dia
cuma mengangguk.
Payudaranya saya remas
dengan kedua tanganku
sambil bibir saya jilati
lehernya, kemudian pindah ke
bibirnya langsung saya lumat-
lumat bibirnya yang agak
seksi itu, kamipun berpagutan
saling membenamkan lidah
kami masing-masing. Penis
saya langsung saya rasakan
menegang dengan kerasnya.
Saya mengambil tangan
kirinya dan menuntun
memegang penisku dibalik
celana saya, dia cuma
menurut saja, lalu saya suruh
untuk meremasnya. Begitu dia
remas, saya langsung
mengeluh panjang, aEsUuhhaE|,
nikmat sayangaEt, kata saya.
aEsTerussaE|aEt, dengan agak
keras kedua tanganku
langsung mengangkat kaos
yang dia kenakan dan
membenamkan muka saya di
antara payudaranya, tapi
masih terhalang BH-nya saya
jilati payudaranya sambil saya
gigit-gigit kecil di sekitar
payudaranya, aEsaahhaE|, aahhaEt.
Diapun mendesis panjang
tanpa melepas BH-nya saya
langsung mengangkat BH-nya
sehingga BH-nya berada di
atas payudaranya, sungguh
pemandangan yang amat
menakjubkan, dia mempunyai
payudara yang besar dan
puting yang berwarna
kemerahan dan menjulang
keluar kira-kira 1/2 cm dan
keras, (selama saya main
cewek baruku tahu sekarang
bahwa tidak semua
perempuan nanti menyusui
baru keluar putingnya). Saya
jilat kedua payudaranya
sambil saya gigit dengan
keras putingnya. Dia pun
mengeluh sambil sedikit
marah. aEsAahhaE|, sakkiittaE|aEt,
tapi saya tidak ambil pusing
tetap saya gigit dengan
keras. Akhirnya diapun
langsung berdiri sambil sedikit
melotot kepadaku.
Sekarang payudara dia
berada tepat di depan wajah
saya. Sambil saya memandangi
wajahnya yang sedikit marah,
kedua tanganku langsung
meremas kedua payudaranya
dengan lembut. Diapun kembali
mendesis, aEsAhhaE|, aahhaE|aEt,
kemudian saya tarik
payudaranya dekat ke wajah
saya sambil saya gigit pelan-
pelan. Diapun memeluk kepala
saya tapi tangannya saya
tepiskan. Sekelebat mata
saya menangkap bahwa pintu
ruang tamunya belum
tertutup saya pun menyuruh
dia untuk penutup pintunya,
dia pun mengangguk sambil
berjalan kecil dia pergi
menutup pintu dengan
mengendap-endap karena
bajunya tetap terangkat
sambil memperlihatkan kedua
bukit kembarnya yang bikin
hati siapa saja akan lemas
melihat payudara yang
seperti itu.
Setelah mengunci pintu dia
pun kembali berjalan menuju
saya. Saya pun langsung
menyambutnya dengan
memegang kembali kedua
payudaranya dengan kedua
tangan saya tapi tetap dalam
keadaan berdiri saya jilati
kembali payudaranya. Setelah
puas mulut saya pun turun
ke perutnya dan tangan saya
pelan-pelan saya turunkan
menuju liang senggamanya
sambil terus menjilati
perutnya sesekali mengisap
puting payudaranya. Tangan
sayapun menggosok-gosok
selangkangannya langsung
saya angkat pelan-pelan rok
yang dia kenakan terlihatlah
pahanya yang mulus sekali
dan CD-nya yang berwarna
putih saya remas-remas liang
kewanitaannya dengan
terburu buru, dia pun makin
keras mendesis, aEsaahhaE|,
aakkhhaE| ohhaE|, nikmat
sekaliaE|aEt, dengan pelan-pelan
saya turunkan cdnya sambil
saya tunggu reaksinya tetapi
ternyata dia cuma diam saja,
(tiba-tiba di kepala muncul
tanda setan). Terlihatnya
liang kewanitaannya yang
ditumbuhi bulu-bulu tapi
sangat sedikit. Sayapun
menjilatinya dengan penuh
nafsu, diapun makin
berteriak, aEsAakkhhaE|, akkhhaE|,
lagiaE|, lagii..aEt.
Setelah puas sayapun
menyuruhnya duduk di lantai
sambil saya membuka kancing
celanaku dan saya turunkan
sampai lutut terlihatlah CD-
ku, saya tuntun tangannya
untuk mengelus penis saya
yang sudah sangat tegang
sehingga sepertinya mau
loncat dari CD-ku. Diapun
mengelusnya terus mulai
memegang penis saya. Saya
turunkan CD-ku maka penis
saya langsung berkelebat
keluar hampir mengenai
mukanya. Diapun kaget sambil
melotot melihat penis saya
yang mempunyai ukuran
lumayan besar (diameter 3
cm dan panjang kira-kira 15
cm) saya menyuruhnya untuk
melepas kaos yang dia
kenakan dan roknya juga
seperti dipangut dia menurut
saja apa yang saya suruh
lakukan. Dengan terburu-buru
saya pun melepas semua baju
saya dan celana saya
kemudian karena dia duduk
dilantai sedangkan saya
dikursi, saya tuntun penis
saya ke wajahnya dia pun
cuma melihatnya saja. Saya
suruh untuk membuka
mulutnya tapi kayaknya dia
ragu-ragu.
Setengah memaksa, saya
tarik kepalanya akhirnya
penisku masuk juga kedalam
mulutnya dengan perlahan dia
mulai menjilati penis saya,
langsung saya teriak pelan,
aEsAakkhhaE|, aakkhhaE|aEt, sambil
ikut membantu dia memaju-
mundurkan penis saya di
dalam mulutnya. aEsaakkaE|,
akkaE|, nikmat sayyaanggaE|aEt.
Setelah agak lama akhirnya
saya suruh berdiri dan
melepaskan CD-nya tapi
muncul keraguan di wajahnya
sedikit gombal akhirnya CD
dan BH-nya dia lepaskan juga
maka telanjang bulatlah dia
depanku sambil berdiri.
Sayapun tak mau ketinggalan
saya langsung berdiri dan
langsung melepas CD-ya. Saya
langsung menubruknya sambil
menjilati wajahnya dan
tangan saya meremas -remas
kedua payudaranya yang
putingnya sudah semakin
tegang, diapun mendesis,
aEsAahhaE|, aahhaE|, aahhaE|, aahhaEt,
sewaktu tangan kananku
saya turunkan ke liang
kemaluannya dan memainkan
jari-jariku di sana.
Setelah agak lama baru saya
sadar bahwa jari saya telah
basah. Saya pun
menyuruhnya untuk
membelakangiku dan saya
siapkan penis saya. Saya
genggam penis saya menuju
liang senggamanya dari
belakang. Saya sodok pelan -
pelan tapi tidak maumasuk-
masuk saya sodok lagi terus
hingga dia pun terdorong ke
tembok tangannyapun
berpangku pada tembok
sambil mendengar dia
mendesis, aEsAahhaE|, ssaayaa..,.
ssaayaanggaE|, kaammuuaE|aEt,
sayapun terus menyodok dari
belakang. Mungkin karena
kering penis saya nggak mau
masuk-masuk juga saya
angkat penis saya lalu saya
ludahi tangan saya banyak-
banyak dan saya oleskan
pada kepala penis saya dan
batangnya dia cuma
memperhatikan dengan mata
sayu setelah itu. Saya
genggam penis saya menuju
liang senggamanya kembali.
Pelan -pelan saya cari dulu
lubangnya begitu saya sentuh
lubang kemaluannya dia pun
langsung mendesis kembali,
aEsAhhaE|, aahhaE|aEt, saya tuntun
penis saya menuju lubang
senggamanya itu tapi saya
rasakan baru masuk
kepalanya saja diapun
langsung menegang tapi saya
sudah tidak peduli lagi.
Dengan satu hentakan yang
keras saya sodok kuat-kuat
lalu saya rasa penis saya
seperti menyobek sesuatu
maka langsung saja dia
berontak sambil berteriak
setengah menangis,
aEsSsaakkiittaE|aEt. Saya rasakan
penis saya sepertinya dijepit
oleh dia keras sekali hingga
kejantanan saya terasa
seperti lecet di dalam
kewanitaannya. Saya lalu
bertahan dalam posisi saya
dan mulai kembali
menyiuminya sambil berkata
aEsTahann.. sayangaE| cuman
sebentar kokaE|aEt
Saya memegang kembali
payudaranya dari belakang
sambil saya remas-remas
secara perlahan dan mulut
saya menjilati belakangnya
lalu lehernya telinganya dan
semua yang bisa dijangkau
oleh mulut saya agak lama.
Kemudian dia mulai mendesis
kembali menikmati ciuman
saya dibadan dan remasan
tangan saya di payudaranya,
aEsAhhaE|, aahhaE|, ahhaE|, kamu
sayang sama lakukan?aEt dia
berkata sambil melihat
kepada saya dengan wajah
yang penuh pengharapan.
Saya cuma menganggukkan
kepala padahal saya lagi
sedang menikmati penis saya
di dalam liang kewanitaannya
yang sangat nikmat sekali
seakan-akan saya lagi berada
di suatu tempat yang
dinamakan surga. aEsEnak
sayang?aEt, kataku. Dia cuma
mengangguk pelan sambil
tetap mengeluarkan suara-
suara kenikmatan, aEsAahhaE|,
aahhaE|aEt lalu saya mulai
bekerja, saya tarik pelan-
pelan penis saya lalu saya
majukan lagi tarik lagi
majukan lagi dia pun makin
keras mendesis, aEsAahhaE|,
ahhaE|, ahhkkhhaE|aEt akhirnya
ketika saya rasakan bahwa
dia sudah tidak kesakitan lagi
saya pun mengeluar-
masukkan penis saya dengan
cepat dia pun semakin
melenguh menikmati semua
yang saya perbuat pada
dirinya sambil terus meremas
payudaranya yang besar itu.
Dia teriak aEsSayaa mauu
keeluuarraE|aEt. Sayapun berkata
aEsaahhkkssaayyaanggkkuuaE|aEt ,
saya langsung saja sodok
dengan lebih keras lagi
sampai -sampai saya rasakan
menyentuh dasar dari liang
senggamanya tapi saya
benar-benar kesetanan tidak
peduli lagi dengan suara-
suara, aEsAhhaE|, aahhaE|, ahhaE|,
akkhhaE|, akkhhaE|, trussaEt
langsung dia bilang aEsSayyaa
kkeelluuaarraE|, akkhhaE|,
akhhaE|aEt, tiba-tiba dia mau
jatuh tapi saya tahan dengan
tangan saya. Saya pegangi
pinggulnya dengan kedua
tangan saya sambil saya
kocok penis saya lebih cepat
lagi, aEsAkkhhaE|, akkhhaE|,
ssaayyaa mauuaE|,
kkeelluuaarraE|, akkhhaE|aEt,
pegangan saya di pinggulnya
saya lepaskan dan langsung
saja dia terjatuh terkulai
lemas.
Dari penis saya
menyemprotlah air mani
sebanyak-banyaknya,
aEsCcroottaE|, croott.., ccrroottaE|,
akkhhaE|, akkhhaE|aEt, saya
melihat air mani saya
membasahi sebagian tubuhnya
dan rambutnya, aEsAkhhaE|,
thanks sayangkuuaE|aEt, sambil
berjongkok saya cium pipinya
sambil saya suruh jilat lagi
penisku. Diapun menjilatinya
sampai bersih. Setelah itu
saya bilang pakai pakaian
kamu dengan malas dia
berdiri mengambil bajunya dan
memakainya kembali.
Setelah kami berdua selesai
saya mengecup bibirnya
sambil berkata, aEsSaya pulang
dulu yah sampai besok
sayangaE|!aEt. Dia cuma
mengangguk tidak berkata-
kata lagi mungkin lemas
mungkin nyesal tidak tahu
ahh. Saya lihat jam saya
sudah menunjukkan jam
23.35, saya pulang dengan
sejuta kenikmatan.