PDA

View Full Version : S3ks Unik


knock
10-10-2015, 05:57 AM
agi itu, aku lupa hari apa,
aku masih tertidur di
ranjangku, yang kebetulan
sekamar dengan orang tuaku.
Kata orang tuaku sich, kami
tidur seranjang untuk
menghemat biaya AC yang
cukup mahal itu. Saat itu aku
memakai baju tidur satin
warna pink yang tidak
berlengan. Di dalamnya hanya
mengenakan celana dalam
warna kuning yang mini,
sehingga kalau ada pria yang
melihat pasti akan
terangsang melihatnya.
Hari itu, mama dan papaku
kembali sedang pergi ke
Jakarta. Sedang ciciku sudah
ke kantornya. Memang sudah
kebiasaan di rumahku, jika
ada orang di rumah, pintu
depan tidak pernah terkunci,
hanya dirapatkan saja.
Pagi itu, aku tidak tahu
bahwa mamaku memanggil
tetanggaku Benny yang
tukang servis AC itu, untuk
menservis AC di rumah. Benny
adalah seorang cowok chinese
yang wajahnya jauh dari
tampan. Rambutnya agak
botak. Tubuhnya tinggi.
Usianya tak jauh beda dari
ciciku. Katanya sich dia
pernah naksir aku.
Pagi itu, sekitar jam 8, Benny
datang ke rumahku membawa
peralatan hendak menservis
AC. Dia mengetuk pintu namun
tak ada jawaban karena aku
masih pulas tidur di kamar.
Maka dia memberanikan diri,
karena sudah kenal, masuk
ke rumah.
Waktu dia mendekati
kamarku, rupanya mamaku
lupa merapatkan pintu kamar,
hingga agak terbuka sedikit.
Benny tanpa kusadari
membuka pintu itu pelan-
pelan. Aku saat itu sedang
tertidur pulas tanpa ditutupi
selimut. Baju tidurku juga
sudah tersingkap sampai di
pusar, sehingga celana
dalamku yang berwarna
kuning menyala itu
terpampang bebas di hadapan
Benny.
Aku merasa ada tangan yang
meraba-raba pahaku. Namun
aku saat itu sedang
memimpikan bersetubuh
dengan pacarku. Saat tangan
itu membelai-belai
selangkanganku yang masih
tertutup CD itu, aku merasa
bahwa itu adalah jilatan-
jilatan dari pacarku.
Kurasakan tangan itu semakin
berani merabai tubuhku.
Diselipkan jarinya dibalik Cdku
yang sudah mulai basah itu.
Diraba-rabanya bibir vaginaku
dari luar.
Tiba-tiba di halaman belakang
ada suara genteng jatuh
sehingga aku terkaget dan
terbangun. Lebih kaget lagi
saat kulihat Benny sedang
mempermainkan vaginaku
dengan jari-jarinya sambil
cengegesan.
aEsPagi Dya, sorry gua masuk
tanpa permisi, abis ngga ada
yang bukain pintu. Pas gua
masuk eh gua liat lu lagi bobo
dengan baju seksi gini.aEt aEsGua
ngga tahan kalo liat lu beginiaEt
Aku berusaha menolak Benny,
tapi tangannya kuat
mencengkeram bahuku sambil
jari tangan yang satunya
sibuk mengorek-ngorek isi
vaginaku dari balik Cdku yang
sudah basah itu.
Aku merasakan geli yang
amat sangat, namun aku juga
tak begitu rela disetubuhi
oleh si Bandot ini.
aEsSudah Ben.. gua ngga tahan
nich.. entar ketahuan orang
ngga enak aEt kataku sambil
berusaha memegang
tangannya. Namun dia tetap
bertahan aEsTenang aja Dya,
bentar lagi pasti enak koq..
Ayo lah.. kita kan udah kenal
lama, sekali-sekali kasih donk
gua kesempatan..aEt kata
Benny sambil terus
mengorek-ngorek vaginaku.
Tak lama kemudian aku
merasakan akan orgasme,
sehingga pahaku menjepit
kuat tangan Benny yang ada
di selankanganku. Kira-kira 5
menit kemudian aku
merasakan ada cairan yang
keluar deras dari vaginaku.
Aku jadi lemas karenanya dan
telentang tak berdaya,
pasrah membiarkan apa yang
akan dilakukan Benny.
Benny kemudian menaikkan
dasterku ke atas hingga
lewat kepala dan
membuangnya entah kemana.
Dia tersenyum mesum melihat
payudaraku yang terpampang
bebas dengan putingnya yang
merah kecoklatan itu.
Dia segera mengenyot
payudara kananku, sambil
lidahnya bermain-main di atas
putingku. Tangan kanannya
perlahan-lahan merosot Cdku
hingga bugil. Kemudian jari-
jarinya kembali ditusuk-
tusukkan ke dalam vaginaku
yang sudah becek itu.
Mulutnya berganti-ganti
mengenyot kedua
payudaraku.
Aku yang sudah terangsang
itu tak sadar mulai mengelus-
elus kepala Benny yang botak
itu seperti kekasihku. Padahal
sebelumnya aku sama sekali
tak kepengen disentuh Benny.
Namun Benny sungguh sangat
pandai menaikkan nafsuku.
Kemudian Benny melepas
seluruh pakaiannya hingga
terlihatlah kontolnya yang
berukuran sekitar 18 cm
dengan diameter 4 cm itu. Dia
menyuruhku untuk
menjilatnya.
Mulanya aku menolak karena
kontol itu agak bau, namun
dia menjejalkan kontolnya ke
mulutku hingga aku mulai
mengemutnya. Kepalaku
digerakkannya maju mundur
seperti sedang dientot oleh
kontolnya.
Tiba-tiba aku dikagetkan oleh
suara. aEsWah, lagi apa nich..
lagi asik ya.. ikutan donk..aEt
Kami berdua menoleh.
Rupanya Bang Man, sopir
tetanggaku masuk ke dalam
rumahku yang tak terkunci
itu. aEsSorry non, tadinya mau
minjem tangga, eh ternyata
lagi pada asyik..aEt Kata Bang
Man.
Aku merasa kepalang basah,
maka mendiamkan saja
keadaanku yang sedang bugil
bersama Benny. Kulihat Bang
Man segera melepas celana
panjang dan Cdnya. Kontol
Bang Man sedikit lebih
panjang dari Benny tapi lebih
kurus. Selain itu warnanya
juga hitam.
Kini kedua pria itu
mendekatkan kontol mereka
ke bibirku. Sambil terus
mengocok kontol Benny yang
sudah tegang itu, kontol
Bang Man yang masih lemas
itu mulai kujilat-jilat. Perlahan
tapi pasti kontol itu mulai
menegang, hingga akhirnya
sama tegangnya seperti
kontol Benny.
aEsBang, aku udah ngga tahan..
langsung masukin aja ya.. Ben,
elu masukin dari bawah aja
dech..aEt kataku kepada
keduanya.
Benny kemudian menelentang
hingga kontolnya mengacung
tegak ke atas. Perlahan aku
naik ke atas tubuh Benny
dan memasukkan kontolnya
ke vaginaku.
Mula-mula agak sakit, namun
Benny menghentakkan
tubuhnya ke atas hingga
bless.. Kontolnya langsung
masuk ke dalam lubang
memekku.
Aku perlahan-lahan mulai
menaik turunkan tubuhku.
Tak terlalu susah karena
vaginaku sudah basah. Aku
merasakan kegelian yang
amat sangat saat kontol
Benny keluar masuk tubuhku.
Tiba-tiba Bang Man
memaksaku agak
menelungkup. Kemudian.. bless..
Kurasakan kontolnya yang
panjang itu menyodok lubang
pantatku hingga aku agak
terdongak ke atas. Bang Man
segera menjambak rambutku
dan menjadikannya sebagai
pegangan.
Aku semakin kegelian karena
payudaraku yang tergantung
bebas itu dijilat-jilat Benny
dari bawah. Sungguh sensasi
yang luar biasa. Saat Bang
Man menyodokkan kontolnya,
saat itu pula kontol Benny
tertanam makin dalam ke
liang vaginaku. Aku sampai
dibuat orgasme 2 kali.
15 menit kemudian mereka
berganti posisi. Benny masih
menelentang, namun dia
mendapat jatah lubang
duburku. Sementara itu dari
depan, Bang Man
menyodokkan batangnya
kedalam vaginaku yang sudah
becek. Bang Man menggenjot
kontolnya maju mundur
dengan cepat sambil
tangannya berebutan dengan
tangan Benny meremasi
payudaraku.
Aku dibuat menggelinjang
kesana kemari oleh terjangan
dua cowok ini, hingga
akhirnya aku tak tahan dan
orgasme untuk entah yang
keberapa.
Tak berapa lama kurasakan
kontol Benny berdenyut-
denyut, dan dia
mencengkeram keras
payudaraku. Dia kemudian
menyemprotkan spermanya
banyak sekali di dalam
duburku.
Rupanya Bang Man masih
perkasa. Tanpa
mempedulikanku yang
kecapean, dia segera
memangkuku, sambil
kontolnya naik turun
menusuk vaginaku. Bibirnya
yang hitam itu sibuk
mengenyot-ngenyot puting
susuku hingga aku kegelian.
Akhirnya aku kepengen
orgasme lagi. aEt Bang.. aku
mau keluar lagi..aEt aEsTahan non,
abang juga dah mau nyampe..
barengan aja aEt
Akhirnya kurasakan aku mulai
mengejang, Bang Manpun juga
demikian. Akhirnya
pertahananku jebol. Dari
vaginaku keluar cairan
banyak sekali. Tak lama
kurasakan Bang Man juga
menyemprotkan banyak sekali
air maninya ke dalam
vaginaku.
Kami berdua kecapean hingga
telentang di ranjang. Rupanya
Benny sudah bangkit lagi.
Hingga tanpa memberiku
waktu istirahat, dia segera
menancap vaginaku.
Hari itu, kami bertiga bermain
sex sampai kira-kira hampir
sore. Aku merasa sangat
kelelahan sekali, namun juga
sekaligus puas sekali. Ini
adalah pengalamanku yang
sangat hebat.
aEsNadya, elu sungguh hebat,
kapan-kapan kita main lagi
yaaEt kata Benny sebelum
pulang sambil menciumku.
Dalam hati aku hanya bisa
mendongkol. Enakan di dia,
ngga enak di guanya,
gerutuku dalam hati.