PDA

View Full Version : Memek Dewi


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Aku terbangun dari tidurku di
atas sebuah ranjang ukuran
king size. Tubuhku telanjang
bulat tanpa sehelai benang
pun. Di kedua payudaraku
masih tersisa air mani pria
yang lengket di kulitku. Di
samping kiriku, kulihat
Andre juga dalam keadaan
bugil sedang tidur
tertelungkup. Di kananku,
Tommy yang juga bugil tidur
dalam posisi miring dengan
kaki agak tertekuk.
Kudengar suara orang
menggerakkan badannya
agak jauh. Aku duduk di atas
tempat tidurku, dan kulihat
Dewi dengan tubuh mulusnya
yang telanjang bulat sedang
membalikkan badan, dan
meneruskan tidurnya. Di
sampingnya ada Donny yang
tidur telanjang bulat dalam
posisi terlentang, dan mm..ini
pemandangan yang
menggairahkanku, batang
kemaluannya dalam posisi
tegang mengacung ke atas.
Aku turun dari tempat tidur,
dan menuju ke arah Donny.
Tanganku mulai nakal
mengocok-ngocok batang
kemaluannya. Donny mulai
bereaksi, tanpa sadar
pinggulnya ikut irama naik-
turun. Aku mempercepat
kocokan tanganku di batang
kemaluannya. Donny
terbangun dan tersenyum
melihatku.
aEsWow, Sus, enak banget
kocokan kamu, terus sayang..
oh.. oh,aEt Donny berkata
padaku sambil mulai
terengah-engah.
Aku kemudian bangkit dan
menaiki tubuh Donny.
Kuarahkan batang
kemaluannya yang telah
besar dan menegang itu ke
lubang kemaluanku.
Kumasukkan pelan-pelan
batang kemaluannya ke dalam
lubang kemaluanku, dan aku
mulai bergerak naik turun di
atas tubuh Donny. Nikmatnya
memang luar biasa sekali, aku
merasakan batang kemaluan
Donny menusuk-nusuk
rahimku. Donny kini mulai
mengimbangiku. Dia pun asyik
memainkan pinggulnya,
sementara kedua tangannya
memegang erat pinggangku.
Lidahnya mulai bermain
mengisap dan menjilati
payudaraku.
aEsDon, tetekku aE~kan masih ada
bekas pejunya,aEt aku
memperingatkan.
aEsAh, cuek,aEt kata Donny sambil
terus menjilati dan mengisap
puting payudaraku.
Lalu dengan kecepatan luar
biasa, Donny membalik tubuh
kami berdua tanpa
melepaskan batang
kemaluannya dari lubang
kemaluanku. Kini Donny yang
di
atas, dia yang bergerak aktif
memasukkeluarkan batang
kemaluannya.
aEsAh.., ah.., awww.., sstt.., ah..,aEt
mulutku mulai mendesis
berulangkali karena
rangsangan yang ditimbulkan
Donny.
Sedang asyiknya aku dan
Donny bersenggama, Dewi
yang tidur di sebelah kami
terbangun. Dia melihat kami
sedang asyik bersenggama,
lalu ikut bergabung bersama
kami. Dewi menyodorkan
payudaranya yang luar biasa
besar berukuran 38D ke
mulut Donny. Lidah Donny
segera menjilati payudara
Dewi dan kemudian mulutnya
asyik mengisap puting
payudara Dewi berulangkali.
Melihat itu, tanganku mulai
nakal. Kususupkan jari
telunjuk dan tengah tangan
kananku ke lubang kemaluan
Dewi. Aku asyik memainkan
jari-jariku ke luar masuk
lubang kemaluan Dewi. Dewi
membiarkan saja, malah dia
semakin lebar
mengangkangkan kedua
pahanya, sehingga jari-jariku
bisa leluasa keluar masuk
lubang kemaluannya.
Aku sendiri sudah dua kali
mencapai orgasme karena tak
kuasa menahan nikmat yang
ditimbulkan kocokan batang
kemaluan Donny di lubang
kemaluanku. Namun Donny
tampaknya belum lelah, dia
masih asyik menyetubuhiku
sambil mulutnya mengisap
payudara Dewi. Andre yang
terbangun melihat kami
bertiga di lantai ikut
bergabung. Andre meminta
Dewi mengisap batang
kemaluannya, dan Dewi tak
menolaknya. Di sebelahku,
Dewi mengisap batang
kemaluan Andre dengan
penuh gairah. Tiba-tiba
kulihat Tommy juga
terbangun. Dia pun bergabung
bersama kami. Tommy segera
menyodorkan batang
kemaluannya ke depan
mulutku, dan aku segera
membuka mulutku dan
mengisap batang kemaluan
lelaki yang tadi telah
beberapa kali menyetubuhiku.
Kini, kami kembali berpesta
orgy sex. Sebelumnya, kami
sudah melakukan itu, dan
karena lelah, kami semua
tertidur. Setelah terbangun,
rupanya kami aE" termasuk
aku aE" masih belum puas, dan
sekali lagi melanjutkan pesta
orgy sex kami. Nikmatnya
memang berbeda
dibandingkan hanya
bersenggama antara satu
pria dan satu wanita saja.
Kalau orgy sex rasanya lebih
nikmat, karena aku yang
wanita bisa merasakan
berbagai batang kemaluan
pria dan juga berbagai macam
gaya dan posisi seks.
Donny tiba-tiba mempercepat
goyangannya, rupanya dia
sudah hampir sampai
klimaksnya, dan tak berapa
lama kemudian, Donny
menyemprotkan air mani dari
batang kemaluannya di dalam
lubang kemaluanku. Tommy
mencabut batang
kemaluannya dari mulutku, dia
mengambil tissue,
membersihkan lubang
kemaluanku sekedarnya saja,
dan segera memasukkan
batang kemaluannya yang
sudah tegang membesar ke
dalam lubang kemaluanku.
Kini, Tommy yang
menggoyang-goyangkan
pinggulnya dan
menyetubuhiku. Aku lagi-lagi
mencapai orgasmeku,
sementara kulihat Andre juga
telah mencapai klimaksnya
dan menyemprotkan air mani
dari batang kemaluannya di
dalam mulut Dewi. Sebagian
air mani itu meleleh keluar
mulut Dewi, sementara Dewi
masih terus mengisap kuat-
kuat batang kemaluan Andre
agar seluruh air mani Andre
tertumpah habis dari batang
kemaluannya. Andre kemudian
mencabut batang
kemaluannya dari mulut Dewi,
lalu Dewi menyeka sisa-sisa
air mani Andre dengan
tangannya dan tangannya
yang penuh dengan sisa-sisa
air mani Andre disekanya ke
payudaranya.
aEsBiar tetek gue makin asyik
kalau sering kena peju cowo,aEt
ujar Dewi bergurau sambil
tertawa.
Tapi aku tak sempat
memperhatikan lagi
kelanjutannya, karena
bersamaan aku mencapai
orgasmeku yang kesekian
kalinya, Tommy juga mencapai
klimaksnya dan
menyemprotkan air maninya
di dalam lubang kemaluanku.
Namun Tommy dengan sigap
mencabut batang
kemaluannya dari lubang
kemaluanku, lalu
menyodorkannya ke depan
mulutku.
aEsSusi, isep dong, sayang,aEt
pintanya.
Aku segera memasukkan
batang kemaluan Tommy ke
dalam mulutku dan
mengisapnya kuat-kuat.
Kurasakan Tommy masih
beberapa kali menyemprotkan
air maninya yang tersisa di
dalam mulutku. Wah, rasanya
air mani Tommy banyak sekali
sampai meleleh keluar
mulutku.