PDA

View Full Version : Ibuku Diembat Temanku


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Aku sedang nonton TV waktu
kulihat Ibuku memanggil Akbar
dengan kedok untuk
memperbaiki Saluran kamar
mandi yang rusak. Masih jam
4 sore. Malamnya aku sengaja
masuk kamar jam 8 malam
dengan alasan capek. Adikku
sedang pergi camping. Malam
sekitar jam 10, aku yang
sejak tadi terjaga mendengar
pintu belakang dibuka. 5
menit tanpa ada suara. Aku
keluar kamar dan tidak
mendapati siapa-siapa di
dapur. Waktu pintu belakang
kubuka ternyata tidak
terkunci. Aku melihat keluar
dan melihat nyala senter
diantara pohon-pohon yang
ada di kebun belakang
rumahku. Aku tahu, Ibu dan
Akbar janjian di pondok
tempat penyimpanan kapas
untuk kasur yang salah satu
bisnis ayahku. Aku menunggu
sampai nyala senter hilang
dan aku keluar dari dapur
menuju pondok itu. Kulihat
Ibuku masuk ke pondok. Aku
segera beranjak ke samping
dan mencari lubang untuk
mengintip ke dalam. Tak
susah karena pondok ini
memang dibuat seadanya.
Kudengar suara laki-laki
didalam. Lalu sebuah lilin
menyala menerangi ruangan
itu. Kulihat Akbar yang
mengenakan jeans dan kaos.
Sementara Ibuku Cuma
memakai daster yang bertali
di pundak. aEsHalo sayang.aEt
Kata Akbar sambil duduk
diatas kasur yang siap dijual
bersandar pada kasur yang
ditumpuk dibelakanganya.
Ibuku ikut naik ke kasur dan
duduk di sampingnya. aEsRindu
sama ini?aEt lanjut Akbar sambil
mengelus penisnya. Ibuku
tersenyum sambil merebahkan
kepalanya di dada Akbar
yang langsung memeluk dan
mengelus rambut ibuku. Tanpa
banyak bicara Ibuku langsung
mengelus penis Akbar. Akbar
membiarkan ibuku membuka
resliting celananya.
aEsSebentar.aEt Kata Akbar sambil
mengambil sebuah buku dari
samping kasur. aEsIni buku
gaya-gaya kamasutra, nanti
kita praktekkan.aEt Katanya
sambil membuka halaman
pertama. Ibuku ikut melihat
sambil telungkup di kasur.
Lama mereka membuka-buka
buku sambil bercakap-cakap.
Akbar lalu berlutut dan
pindah kebelakang ibuku yang
telungkup. Kakinya
dikangkangkan diantara
tubuh Ibuku dan memijat
punggungnya pelan. Lalu
tangannya naik dan membuka
ikatan daster Ibuku yang
ternyata sudah tidak pakai
BH. Akbar terus memijat
punggu dan turun ke pantat
sekaligus membuka baju Ibuku
yang juga ternayata sudah
tidak pakai CD, bokongnya
diremas-remas Akbar pelan,
bergerak kearah perut untuk
menarik Baju. Ibuku
menaikkan sedikit badannya
untuk mempermudah melepas
baju. Akbar langsung menarik
daster Ibuku lepas. Sambil
berlutut Akbar membuka baju
kaosnya. Lalu dia rebah di
punggung Ibuku, dadanya
yang bidang digesek-
gesekkan di punggung Ibuku,
pantatnya nungging. Lidahnya
menjilati leher belakang Ibuku
dan punggungnya. Ibuku
menaikkan badannya sedikit
keatas sehingga Akbar leluasa
meremas payudara ibuku
yang menggantung. Ibuku
melenguh pelan.
aEsSayangg..mhhmmi..oohhaEt
Akbar menggigit punggung
Ibuku yang membuatnya
menggelinjang pelan. Lalu
Akbar kembali berlutut dan
membuka resliting celana
jeasnya. Penisnya yang
terbalut CD lalu digesek-
gesekkan di pantat Ibuku
yang kembali telungkup. Lalu
Akbar menurunkan sedikit
CDnya hingga penisnya muncul
keluar. Coklat kehitaman.
Tangannya menumpu pada
kasur dengan tubuh
telungkup membuat penisnya
menempel di bokong Ibuku.
Lalu penisnya digesek-
gesekkan pelan di bokong
Ibuku, kepala penisnya
mengayun-ayun di tubuh
Ibuku. Akbar merangkak naik
dengan penis tetap
digesekkan ditubuh ibuku
yang telungkup, naik ke
punggung lalu di leher
penisnya digeser ke arah
mulut ibuku yang sedikit
mendongak. Ibuku langsung
berbalik dan meraih penis
Akbar yang menggantung
tepat diatas mukanya. Pelan
Ibuku mulai menjulurkan
lidahnya ke penis Akbar.
Akbar memainkan penisnya di
mulut Ibuku yang membasahi
penis Akbar dengan air
liurnya. Lalu Akbar
memasukkan penisnya ke
mulut Ibuku dan mulai
mengocoknya pelan.
Pantatnya digoyang-
goyangkan pelan. Kulihat
penis Akbar keluar masuk
mulut Ibuku. Tangan Ibuku
mencoba membuka celana
jeans yang masih membalut
kaki Akbar, tapi ia kesusahan
karena posisi Akbar yang
mengangkangi badannya.
Akbar mengerti dan
melepaskan penisnya dari
mulut Ibuku. Ia beranjak ke
samping Ibuku berdiri dan
membiarkan Ibuku melucuti
celannya. Ibuku pelan menarik
celana jeans Akbra ke bawah
membiarkan CDnya tinggal
dan membalut penis Akbar
yang kepalanya sudah
menonjol keluar dari CD. Lalu
Ibuku menciumi paha dalam
Akbar yang masih berdiri
mengarah ke atas ke
selangkangan bagian dalam.
Akbar mengangkangkan
kakinya hingga Ibuku leluasa
bergerak dibawahnya. Sedikit
Ibuku menggigit buah peler
Akbar yang masih terbalut
CD, lalu Ibuku sedikit menarik
CD hingga buah peler Akbar
keluar. Ibuku menjilatinya
pelan. Kulihat akbar melenguh
pelan sambil memejamkan
matanya menikmati jilatan
Ibuku. Tangannya meremas
rambut Ibuku. Tanpa sadar
tanganku sendiri sudah
bergerilya di sekitar
selangkangan. Aku Cuma
memakai celana pendek
hingga penisku yang sudah
tegang terasa menempel di
dinding pondok. Aku
memelorotkan celananku
sampai lutut dan membiarkan
penisku menikmati udara luar
sambil tanganku meremasnya
pelan. Didalam kulihat Ibuku
menarik penis Akbar keluar
dari CD dan menjilatinya
pelan. Lalu memelorotkan CD
akbar hingag ia berdiri bugil.
Dengan ganas ibuku menjilati
dan menghisap penis Akbar. Ia
menggelinjang dan melenguh,
badannya menggeliat pelan
menikmati sensasi isapan
Ibuku. Penis Akbar masuk
perlahan di mulut Ibuku yang
langsung menguncinya dan
Ibuku menggerakkan
kepalanya pelan mengocok
penis Akbar. Akbar membalas
dengan menggoyangkan
pantatnya maju mundur.
Tangannya memegangi pundak
Ibuku. aEsSSHhh..n ahh.. ohhmm..aEt
Ibuku semakin mempercepat
kocokannya dan Akbar
mengimbangi juga. Kulihat
tubuhnya menegang,
tangannya mencengkeram
bahu Ibuku dan tubuhnya
sedikit menunduk. aEsOhh..aEt
Goyangan pantat Akbar
berhenti begitu juga kocokan
mulut Ibuku. Penis Akbar lepas
dan sperma langsung muncrat
ke sekitar leher Ibuku. Akbar
terbaring di kasur, Ibuku
mengambil tissue yang
ternyata sudah tersedia
disana juga sebotol air
mineral. Ia melap sperma yang
tumpah di lehernya dan
memberikan air kepada Akbar
sekaligus membersihkan penis
Akbar yang layu penuh
dengan sperma. Mereka
bedua masih telanjang dan
berbaring bersebelahan.
Kontolku yang sejak tadi
tegang perlahan-lahan juga
mengendur melihat aktivitas
mereka yang masih ngobrol.
Aku melihat jam tanganku.
Pukul 10.30. aku memutuskan
pulang sebentar untuk
mengambil kameraku yang
memang sengaja kusiapkan
untuk mengabadikan gambar
mereka. Begitu kembali dari
rumah kudengar didalam
pondok suara erangan dan
lenguhan juga derit papan.
Aku buru-buru mengintip
kedalam dan melihat Akbar
sedang ngentotin Ibuku. Aku
buru-buru memasang tripod
kamera dan mencari lubang
yang lebih besar. Aku dapat
lubang sebesar cangkir dan
kameraku langsung mengarah
ke dalam. Kulihat Ibuku tidur
telentang dengan pantatnya
ditumpu bantal, kakinya
dipunggung Akbar yang
berlutut dihadapan Ibuku.
Penisnya menancap di vagina
Ibuku dan mengocoknya
dengan ganas. Langsung aku
menjepret adegan itu.
Sesekali Akbar menciumi Bibir
Ibuku dan menjilati
payudaranya, tangan akbar
menumpu pada kasur,
pantatnya terus mengenjot
penisnya di vagina Ibuku yang
menggelinjang dan
mengerang-erang. Ibuku lalu
merangkul bahu Akbar. Akbar
menyesuaikan posisi dengan
menjulurkan kakinya hinggak
posisi mereka berganti, Akbar
dibawah dan Ibuku diatas.
Penis Akbar terlihat maksimal
penetrasinya hingga bulu
jembut mereka bersatu. Lagi-
lagi aku mengabadikan posisi
mereka. Ibuku langsung
mengenjot vaginanya di penis
Akbar. Akbar merebahkan
Tubuhnya dan Ibuku dengan
leluasa mengatur gerakan
diatas. Tangan Akbar meraih
payudara Ibuku dan
mengelusnya pelan. Sesekali
putingnya dicubit membuat
Ibuku menggelinjang sambil
terus mengenjot. Kulihat
genjotan Ibuku semakin
kencang sekaligus erangannya
semkin keras. aEsMHhhmm..
oohh..aEt Lalu genjotannya
semakin pelan.
aEsSayang..sayang..sayang..aEt igau
ibuku yang tubuhnya lalu
terbaring di atas tubuh
Akbar. Akbar mengelus
punggu Ibuku dan pelan
membalikkan Tubuh Ibuku lalu
melepaskan penisnya yang
basah oleh tumpahan air
lendir vagina Ibuku. Akbar lalu
menciumi payudara Ibuku
yang masih terbaring lelah,
lalu perlahan Akbar bangkit
dan melap penisnya dengan
Tissue, lalu berpakaian.