PDA

View Full Version : Senandung Masa Puber


knock
10-10-2015, 05:57 AM
ni adalah kisah semasa aku
masih di SLTP (sekarang aku
kelas dua SMU). Perkenalkan
dahulu namaku Indra, aku
bersekolah di SLTP 3 Klaten.
Aku orangnya manis (kata
banyak temen temen cewekku)
kayak bintang film India. Aku
bertinggi badan 172 cm, berat
badan 54 kg dan aku juga
seorang model sehingga
banyak cewek yang ingin
menjadi pacarku.
Aku mempunyai cewek yang
bernama Siska yang bersekolah
satu SLTP denganku dan juga
satu desa dan bahkan satu RT
denganku. Siska orangnya imut,
juga manis. Payudara Siska
berukuran 32b (memang serasi
untuk ukuran tubuh Siska
yang bertinggi 165 cm, jadi
terlihat sexy). Siska orangnya
suka memakai BH yang
membayang atau memakai
baju/kaos yang transparan. Dia
juga suka memakai celana
pendek ketat sebatas paha
sehingga menampakkan paha
mulusnya itu
Ini pengalaman ML-ku
dengannya yang begitu indah,
unik, dan mengasyikkan. Begini
awalnya, saat itu aku sedang
di rumah sendirian pada sore
hari (kebiasaanku kalau sore
hari aku ditinggal berjualan
oleh ibuku jadi aku sendirian di
rumah sedangkan ayahku
sudah meninggal sejak aku
kelas 2 SLTP). Saat itu aku
sedang nonton TV sendirian
(saat itu hari Minggu) Siska
datang ke rumahku dan
memintaku untuk menemaninya
karena dia takut dirumah
sendirian sebab ortunya pergi
ke Semarang dan lusa baru
pulang. Singkat cerita aku
langsung menuju ke rumahnya.
Aku langsung melanjutkan
menonton acara TV yang
sempat tertunda tadi
sedangkan Siska berganti baju
di kamarnya. Karena hawanya
dingin aku langsung menutup
pintu depan rumah jadi
dirumah hanya ada kami
berdua. Saat itu Siska selesai
berganti baju, saat dia keluar
aku langsung menatap tak
berkedip karena Siska memakai
baju yang begitu sexy dan
merangsang. Saat itu Siska
hanya memakai tanktop putih
transparan (sebenarnya itu
kaos dalam yang dipakai untuk
melapisi BH) tanpa memakai BH
lagi di dalamnya sehingga
payudaranya terlihat jelas di
dalamnya dan bawahannya
memakai rok kaos mini yang
menampakkan keindahan
pahanya. Jika ada cowok yang
ada didekatnya pasti cowok itu
akan menelan ludah dan
langsung beronani takkan
tahan dengan tubuh indah
Siska. Aku yang disuguhi
pemandangan indah itu hanya
bisa melotot tak berkedip.
Siska langsung duduk
disampingku dengan cueknya
yang saat itu sedang
terbengong. Dia langsung
ikutan menonton TV.
IHai Ndra bengong ajaI,
tegurnya sambil mengibaskan
tangannya.
IEh.. nggak kokI, jawabku
terbata bata.
Kami nonton TV sambil
mengobrol berdua hingga
pestanya habis. Kebetulan di
rumahnya ada VCD jadi kami
melanjutkan dengan menonton
VCD karena acara TV-nya jadi
membosankan. Kami menonton
film yang baru dia sewa dari
rental yang berjudul I007 -
The World Is Not EnoughI. Kami
menikmati film itu berdua
kebetulan di tengah film ada
adegan ML yang dilakukan oleh
James Bond dengan seorang
pemeran cewek. Kami langsung
terdiam memperhatikan adegan
itu dengan penuh perhatian.
Tanganku langsung
menggenggam tangan Siska
yang berada diatas pahaku.
Tanpa sadar aku sudah
melumat bibir Siska yang
kelihatan sayu (mungkin dia
terangsang juga). Aku langsung
menindih Siska sambil tetap
berciuman. Kami bermain bibir
dan lidah lama sampai tak
terasa tanganku sudah berada
di atas payudaranya yang
masih ditutupi oleh tanktopnya.
Aku masih mengelusnya saja
takut dia akan marah tapi
ternyata dia malah meremas
tanganku yang ada di
payudaranya sambil merintih.
IIh.. mhh Ndra kok nikmat yah
kamu elusin tadiI, katanya
sambil meremas tanganku yang
ada di susunya.
Aku diam saja sambil terus
meremas payudaranya karena
telah mendapat IijinInya. Saat
aku meremas remas
payudaranya, dia meraba raba
punggungku, terus ke bawah
hingga sampai di daerah
pahaku. Saat tiba didaerah
pangkal pahaku tangannya
berhenti dan meremas
kontolku (aku masih memakai
celanaku lengkap) yang sudah
sejak pertama melihat
penampilan Siska tadi telah
ngaceng. Dia meremas remas
terus.
IAkhh.. mhh terus sayangI,
kataku sambil meremas remas
payudaranya keras keras
karena rasa nikmatku di
daerah kontolku sehingga tak
sadar aku meremas kuat kuat
payudaranya sampai sampai dia
merintih kesakitan.
IAkkhh Ndra jangan keras
keras, sakit tauI, katanya
setengah marah. Aku langsung
minta maaf. Tangannya
memasuki celana satinku (saat
itu aku memakai kaos oblong
terus bawahnya memakai
celana satin tipis dengan
celana dalam yang terbuat dari
nilon tipis) dan langsung
menggenggam kontolku. Karena
terasa mengganggu aku
menyuruhnya melepas saja
celanaku.
ISis lepasin aja celanaku biar
nggak nggangguI, kataku
sambil menurunkan celanaku.
Dia terus membantu dengan
meloloskan celanaku sampai
terlapas hingga aku telanjang.
Dan akupun mematikan TV
karena suaranya mengganggu.
Ndra kok besar bangetI,
katanya sambil memegang
kontolku. Kontolku berukuran
panjang 17 cm dengan
diameter 4 cm.
IIya Sis dan hitam lagiI, kataku
sambil bercanda (kontolku
memang hitam).
IKocokin dong sayangI, kataku
sambil menaik turunkan
tangannya yang berada di
kontolku. Dia langsung
mengocok kontolku dengan
kasar, maklum dia baru lihat
kontol cowok jadi seperti
mendapat mainan baru.
Kocokannya terasa kasar
tetapi malah membuat sensasi
nikmat tersendiri.
IYang, kamu buka dong
kaosmu biar aku lihat
payudaramu masa aku saja
yang telanjangI, kataku sambil
mengangkat tanktopnya. Dia
hanya tersenyum menggodaku.
Aku langsung saja membuang
tanktopnya sembarangan.
IYang, payudaramu indah
banget sambil aku meremas
remas payudaranya.I
IKamu kocokin dong kontolku,
nah.. teruss yangI, kataku
keenakan ketika dia
melanjutkan kocokan di
kontolku. Kami melakukan saling
remas dengan berdiri
berhadapan di depan kursi
panjang, tanganku bosan
meremas payudaranya
langsung turun ke daerah
pahanya dan mengelusi paha
mulusnya tapi dia masih
mengocok kontolku sampai
kontolku terasa sakit. Aku
menghentikan tangannya agar
tidak menyakiti kontolku.
Tangannya langsung memelukku
dan badan kami langsung
menyatu. Aku terus mengelusi
pahanya. Hingga aku
mendudukkan dia di kursi
panjang.
ISis kamu duduk aja yah, aku
mau ciumin tempik (vagina)
kamuI, kataku tanpa basa
basi. Aku langsung menaikkan
roknya keatas tanpa
melepasnya hingga terlihatlah
celana dalamnya berwarna
merah jambu dengan gambar
bunga bunga kecil
merangsangku semakin hebat
saja. Aku langsung mencium
tempiknya yang masih
terbungkus celana dalamnya
menghirup wangi khas
tempiknya (aku paling suka
mengintip celana dalam cewek
kecil atau mini set, BH mini
yang bergambar lucu lucu). Aku
lama lama memandangi daerah
tempiknya yang masih
terbungkus dengan celana
dalam bergambar bunga itu.
Lalu tanganku pun menurunkan
celana dalamnya sampai
terlepas hingga terlihat tempik
sempit nan indah dengan bulu
tipis tipis. Sehingga tanpa
sadar aku pun berkata takjub.
ISis.. oh Sis kok semakin indah
sih sayang, aku boleh
menciumnya nggak sih?I,
tanyaku sambil meraba tempik
Siska.
IIya sayang, cium dan, milikilah
aku sudah nggak tahanI, kata
Siskaku menahan gairahnya.
Lalu akupun menciumnya
perlahan lahan. Aku
menciumnya dan tanganku
yang kanan naik meremas
payudaranya yang sudah tak
berpenutup itu. Lama lama aku
menjilati tempiknya dengan
sedikit melumatnya kasar
sehingga Siska merintih rintih
kenikmatan.
IShh.. Ndraa.. ayo yang keras
enak banget Ndra..I, rintihnya
sambil meremas remas
rambutku dan menekan
kepalaku ke tempiknya. Aku
melepas jilatanku pada
tempiknya saat dia menikmati
jilatanku dengan tiba tiba
hingga membuatnya terengah
engah.
INdraa ayo kenapa kamu
hentikan sayangI, katanya
sambil terengah engah.
IYang kamu jilatin juga dong
kontolkuI, kataku sambil
menurunkan lepas kaos dan
roknya yang mini itu.
IGimana caranyaI, tanyanya
karena belum pernah.
IPinggangku di atas kepalamu
dan pinggangmu tepat di
bawah mukaku jadi seperti
angka 69a, kataku karena aku
ingin mempraktekkan gaya
yang ada di film BF.
ILalu kamu mengulum kontolku
lalu aku menjilati tempikmu
sayangI, tambahku sambil
mengatur posisiku di atas
kepala Siska.
IIh.. yang, geliI, katanya
menggenggam kontolku.
IIya sayang, kamu kulum ituI,
kataku menyuruh Siska
mengulum kontolku. Lalu Siska
mengulum kontolku dan akupun
mulai menjilati tempiknya
dengan rakus karena kegelian.
IMhh.. nghh..I, suaranya Siska
merintih sambil mengulum
batang kontolku.
IShh.. mhh.. shh.. terus
sayangI, kataku sambil
kegelian dan jilatin tempiknya.
Kami melakukannya lama sekali
hingga Siska sampai pada
puncaknya.
IAkhh say aku mau pipis..I,
katanya sambil melepas
kulumannya. Aku pun tak mau
melepas jilatanku malah
semakin menjilat keras keras.
IYanghh udahh.. enak yangI,
ceracaunya tak jelas. Lalu..
crot.. crot.. crot.. crot. Empat
kali air maninya menyembur
hingga meleleh kepahanya
akupun menjilati tempiknya
hingga bersih menikmati air
maninya yang rasanya melebihi
air madu itu hingga ke
pahanya.
IShh udah sayang, geli
tempikku kamu jilatin terusI,
katanya mendorong mukaku
menjauhi tempiknya yang indah
itu.
IYang kamu gantian dong
ngemut akuI, kataku sambil
menyodorkan kontolku. Lalu
Siska memegang kontolku dan
menjilati kepalanya yang
gundul. Lalu Siska memasukkan
ke mulutnya dan ngemut
seperti ngemut permen saja
hingga aku mendesah desah
keenakan.
IAhh sishh mhh enak sayang,
kamu hebatI, kataku sambil
tanganku meremas
payudaranya yang
menggantung kebawah karena
Siska membungkuk. Lalu tanpa
sadar akupun segera sampai.
IAkhh.. shh.. mhh crot croot
croot croot croot..I, 5 kali aku
menembakkan sperma ke mulut
Siska hingga meleleh keluar
dari mulutnya. Aku sengaja
tidak memberi tahu Siska kalau
aku sampai karena aku ingin
Siska merasakan air maniku.
Kata orang Irian Jaya yang
masih pedalaman, jika cewek
pasangannya meminum air mani
cowoknya dia akan setia pada
pasangan cowoknya. Itu
terbukti karena sampai
sekarang Siska tidak mau pisah
denganku.
IIh kamu IpipisI nggak bilang
bilang, tapi kok enak yah
sayang, kayak santanI, kata
Siska sambil mengelap air mani
yang keluar lewat pipinya.
IMhh.. enak kan sayang, mau
yang enak lagi nggakI, kataku.
Lalu tanpa minta izin dulu aku
lalu melebarkan pahanya
hingga dia agak
mengangkangkan pahanya
memperlihatkan bentuk
tempiknya yang berbulu halus
dan membukit indah itu.
ITahan yah sayang, tapi pasti
enak kok. Kontolku akan aku
masukkan ke tempikmuI,
kataku
IIya deh masukin aja tapi pelan
pelan yah biar aku liat
masuknyaI, katanya. Setelah
itu aku langsung memasukkan
kontolku perlahan lahan.
Pertama tama seperti ada
benda empuk yang menolak
kontolku. Dua kali gagal lalu
aku menarik tempik Siska ke
kanan dan ke kiri agar bisa
masuk dan aku menyuruh Siska
memegang dan memasukkan
kontolku kearah tempiknya.
ISis bantu dong sayang biar
cepet masuk. Ini pegang
kontolku dan aku menarik
tempikmu agar bisa masukI,
kataku sambil menarik narik
tempiknya. Lalu Siska
memegang kontolku dan
mengarahkan kontolku ke
lubang tempiknya yang masih
sempit perawan itu. Lalu.. 1,2,3
Bleesshh kepala kontolku baru
masuk. Kepala kontolku saja
yang masuk tapi sudah
memberikan sejuta rasa bagi
kami. Siska mendesah dan
memegang pantatku dan aku
menjerit kecil karena aku juga
baru pertama menusuk tempik
cewekku.
INdra, sakit sayang..I, kata
Ssika menahan perih.
ITahan yah sayang ntar juga
enakan kokI, kataku.
IMhh nggak apa apa kok
terusin sayang masukin
kontolmu ayoI, kata Siska
memberiku semangat agar lebih
dalam memasukkan kontolku.
Akupun segera mendorong
pantatku maju agar kontolku
segera masuk.
Sleep.. pelan pelan kontolku
masuk ke tempik Siska. Terasa
sekali tempiknya memijat mijat
kontolku memberikan
kenikmatan yang membuatku
seperti terbang hingga aku
merasa ada selaput yang
menahan masuknya kontolku.
IApaan sih, ini kok nahan
sayang?I, tanyaku padanya
(maklum baru pertama jadi aku
tak tau yang namanya selaput
dara.
IUdah Ndra terusin aja dehI,
jawabnya sambil menggigit bibir
bawahnya. Lalu aku mendorong
perlahan kontolku agar masuk
lagi tetapi selaput itu masih
menghalangi. Lalu aku
memasukan kontolku dan
mendorongnya kuat kuat.
Sleep.. breett mirip kain sobek
rasanya ketika kontolku
menembus selaput itu.
IAkhh shh.. sakiit sekali NdraI,
kata Siska sambil memelukku
erat erat. Aku yang baru
merasakan juga merasa sedikit
perih pada kontolku seperti
lecet memajukan kontolku
pelahan lahan saja karena
belum masuk semuanya dan
setelah masuk semua baru aku
mendiamkan kontolku di dalam
tempik Siska. Rasanya memang
sangat indah, nikmat, sakit,
gatal, enak, perih semua
berkumpul jadi satu tak bisa
diungkapkan dengan kata kata.
ISis enak sekali rasanya
tempikmu menjepit jepit
kontolkuI, kataku pada Siska
karena memang tempik Siska
memijati kontolku.
IPerih Ndra, tapi nggak apa
apaI, katanya menahan perih
di tempiknya karena
keperawanannya baru saja
hilang.
Lalu perlahan lahan aku
memaju mundurkan kontolku
hingga aku mendesah dan
Siska menjerit karena merasa
perih dan nikmat bercampur.
IShh.. Siiss enak Sis tempikmu
asik bangethhI, kataku tak
jelas.
IMhh akhh.. sshh sakiit, periihh
yang, kontolmu besar bangetI,
katanya.
Gerakanku makin lama makin
cepat saja. Slep.. slepp..
bleeshh.. blesshh.. bleshh..
cplokk.. cplokk irama senggama
kami romantis banget.
Sudah dua kali kami berganti
posisi dari pertama aku diatas
tubuh Siska lalu Siska berganti
di atas tubuhku dan
menggerakkan tubuhnya naik
turun seperti naik kuda. Lalu
tak terasa ada yang mau
keluar dari dalam kontolku lagi.
IYang aku mau pipishh..I,
kataku menahan gerakan
pinggulnya.
IBentar sayang aku jugaa..I,
teriaknya sambil meremas
payudaranya sendiri. Hingga
tak sabar aku membalikkan
tubuh Siska dan melepas
kontolku lalu menunggingkan
tubuhnya lalu memasukkan
kontolku ke dalam tempiknya
lagi dan menggenjotnya kuat
kuat karena aku merasa akan
segera sampai.
ISleep.. slepp.. sleep cplok
cplokk cplok.. shh akhh sshh
aakhhI, desahan Siska dan
bunyi persetubuhan kami
beriringan lalu..
ICroott.. croott.. crroott..
suurr.. suurr.. suurrI, kami
saling melepaskan air mani kami
dan aku memeluk pinggang
Siska agar tidak tumpah air
mani kami. Lalu aku berguling
sambil tetap memeluk Siska
agar kontolku tetap menancap
di tempiknya dan membiarkan
Siska diatas tubuhku.
IMhh Siska, kamu hebat, aku
sayang kamu, Ikataku sambil
tetap memeluknya.
IShh.. kamu juga sayang , ini
pertama kali aku lakuin enaak
banget. Pantesan Papa sama
Mama sering bertelanjang
bareng kayak gini tak taunya
enak ya, YangI, katanya di
atasku.
IMemang kamu pernah lihat
Papa sama Mama kamu main
ginian?I, tanyaku.
ISering benget Ndra, hampir
tiap hari ginian bahkan kalau di
dapur atau di depan TV kalau
aku sudah tidurI, katanya
polos.
ICeritain dongI, aku
memintanya bercerita sambil
menarik tubuhku karena
kontolku sudah mengecil di
dalam tempiknya.
IBentar ya Yang, aku ganti
baju duluI, katanya.
IIya deh, aku tunggu disiniI,
kataku sambil duduk didepan
TV yang mati. Aku mengelus
elus kontolku yang masih
basah mengkilat itu.
Kontolku masih terasa nikmat
sisa kenikmatan yang tadi. Lalu
Siska keluar dari dalam dan
memakai daster tipis dari
bahan nilon berwarna merah
jambu (kelihatanya warna
kesukaan Siska) tanpa
memakai apapun lagi di
dalamnya sehingga transparan
memperlihatkan semua
keindahan tubuhnya dan
membuat kontolku berdiri lagi.
IKekamarku yuk Yang, di sini
dinginI, katanya.
IIya dehI, aku berdiri dan
masuk kekamarnya tanpa
memakai pakaianku karena aku
kegerahan.
IAyo dong, ceritainI, kataku
saat kami sudah sama sama
berbaring berhadapan di
ranjangnya Siska.
IDulu saat aku pulang sekolah
Papa sama Mama lagi di dapur
memasak berdua, tidak tau
kalau aku udah datang, nah
waktu itu aku denger suara
mirip orang nangis tapi kok
aneh karena penasaran aku
deketin suara itu apa Papa
sama Mama bertengkar ya,
pikirku lalu aku intip dari dalam
kamarku ini, kuintip dari celah
ini (sambil menunjuk celah
cendela yang menuju ke dapur
rumahnya) lalu aku perhatiin..
kok Papa memangku Mama dari
atas meja dapur dan Mama di
atas Papa, mereka semua pada
nggak pakai baju, baju mereka
ada dibawah kaki Papa. Waktu
itu Mama bergerak naik turun
diatas perut Papa dan merintih
rintih kayak orang nangis tapi
kok mukanya kaya orang
bahagia gitu..I, cerita Siska
terputus dan tangannya
memegang kontolku yang
berdiri lagi karena
memperhatikan cerita Siska lalu
meremasnya. Lalu aku
mendekat dan memasukkan
tanganku kedalam rok
dasternya mencari tempiknya
lagi dan memasukkan jari jariku
kedalam tempiknya.
IPelan pelan Yang masih sakitI,
katanya sambil menahan
tanganku agar tidak menusuk
nusuknya keras keras.
ILanjutin dong sayangI, kataku
sambil menusuk nusukkan
tanganku ke tempiknya
perlahan lahan.
ILalu Papa menjilati puting
payudara Mama dan
mengemutnya, tiba tiba Papa
dan Mama saling peluk dan
mereka menjerit bersama
sama.. akhh Paa kata Mama,
lalu Mama turun dari Papa lalu
Mama mengemut kontolnya
Papa yang besar banget..
ISegini..I, kataku sambil
menunjuk kontolku yang
tegang membesar dalam
genggaman tangan Siska.
IBesaar lagiI, katanya sambil
mendesah desah karena
merasa geli dalam tempiknya
ada benda asing.
ILalu? lanjutin dongI, kataku
ILalu Mama menjilatin kontol
Papa sampai bersih, kok nggak
jijik ya, pikirku saat itu tapi
ternyata memang enak ya
sayang? (dia nyengir) lalu
Mama bilang udah Pa, ntar
Siska pulang lho, lalu aku
lepasin semua baju dan aku
ganti bajuI, ceritanya polos
sekali. Tangannya lalu mulai
menaik turunkan kontolku.
IKalau di TV?I, tanyaku lagi.
IDulu saat aku mau tidur, tapi
Papa sama Mama masih nonton
TV berdua, lalu aku intip Papa
sama Mama saling raba raba,
Papa meraba ke payudara
Mama dan tempik Mama tapi
Mama meraba kontol Papa
yang masih tertutup celana
pendek Papa, lalu Papa
menarik daster Mama sampai
Mama nggak pakai apa apa
lagi, ternyata Mama nggak
pakai pakaian dalam, lalu Papa
meremas payudara Mama dan
menciuminya. Mama mendesah
dan memandang ke atas
seperti keenakan lalu Mama
melepasi semua baju Papa
sampai Papa telanjang dan
mengulum kontol Papa seperti
mengulum permen. Papa
keenakan sambil meremas
rambut Mama sampai
berantakan, lalu Mama
berbaring di sofa TV dan Papa
menaiki tubuh Mama dan
memasukkan kontol Papa ke
tempik Mama yang bulunya
lebat lalu bergerak naik turun
berkali kali, kayaknya mereka
sama sama keenakan hingga
Papa sama Mama menjerit jerit
dan mendesah, lalu setelah
lama Papa naik turun Papa
turun dari tubuh Mama dan
menjilati tempiknya Mama lalu
aku masuk dan menutup
kamarku, saat itu aku
langsung melepas semua
pakaian dalamku dan kembali
memakai dasterku lalu aku
mengelusi tempikku sendiri naik
turun karena sudah gatel
banget tempikku, YangI,
katanya polos sekali.
ISeperti ini?I, kataku sambil
mengelusi tempik Siska.
IYahh.. shh kaya gitu, enakhh,
YangI, katanya sambil
memegang tanganku.
Lalu di luar ada bel pintu
berbunyi.
IYang, bukain dulu, siapa tuch
di depanI, kataku karena
takut kalau ortu Siska pulang.
Lalu Siska berlari keluar sambil
membenahi dasternya yang
berantakan lalu membuka pintu
rumahnya ternyata Desi
tetangga kami yang juga kelas
tiga SLTP tapi beda sekolah
dengan kami. Lalu Desi masuk
dan Siska mengajak Desi main
bersama kami asal Desi jaga
rahasia dan ternyata memang
Desi mau jaga rahasia, jadi
kami main lagi bertiga. Lalu Desi
masuk kekamar Siska.
IKamu Ndra ngapain di sini,
tanpa baju lagiI, katanya
terkejut melihatku telanjang
bulat.
ISsstt jangan keras keras,
yang penting ayo mainI,
kataku membungkam mulut
Desi.
IIya Des, kita main ginian yuk,
katanya kamu pingin nyobainI,
ajak Siska.
IIya sih tapii..I, kata Desi.
INggak apa apa deh, ntar kita
jaga bertiga rahasia iniI, kata
Siska lagi.
Lalu Desi diam saja tak tau
apa yang mesti dia perbuat.
Lalu aku mendekatinya dan
memeluknya dari depan
memegang meremas
payudaranya tapi dia masih
saja diam lalu aku menurunkan
kaos ketatnya hingga terlihat
BH-nya yang berwarna putih
bersih. Desi mulai ada
tanggapan padaku, dia lalu
memelukku dan meraba raba
punggungku lalu aku
memeluknya dan meraba
punggungnya juga.
Lalu Siska bergabung dan
berjongkok dibawahku untuk
mengemut kontolku yang sejak
tadi tegang terus. Aku lalu
meremasi payudara Desi yang
berukuran 34 itu (memang
lebih besar dari Siska tapi
runcing diputingnya) yang
masih ditutupi BH dan menarik
BH-nya sampai kaitanya
terputus lalu membuangnya
sembarangan.
IPelan pelan Ndra, nanti BH-ku
gimana?", kata Desi takut
kalau BH-nya rusak. Aku diam
saja karena melihat keindahan
payudara cewek selain punya
Siska terus meremas payudara
Desi. Setelah puas meremasnya
aku segera saja melumat
putingnya yang sedikit
mengeras pertanda Desi mulai
terangsang. Sedang Siska
masih mempermainkan kontolku
dibawah
Aku meremas payudara kiri
Desi sedang payudara kanan
Desi aku lumat habis habisan.
Desi tak sadar meremas remas
kepalaku sampai rambutku
berantakan.
Lalu aku mencabut kuluman
Siska pada kontolku dan
membaringkan Desi diranjang
Siska lalu menurunkan
celananya 3/4 hingga terlihat
celana dalam Desi yang mini
sekali berwarna hitam berenda.
Karena memakai tali disamping
kiri kanannya hingga hanya
mampu menutupi tempik Desi
saja. Lalu aku mulai mengerjai
tempik Desi yang masih
terbungkus celana dalam
sexynya itu. Desi hanya melihat
dari atas karena belum pernah
melakukannya. Sedang Siska
hanya menonton kami bermain.
Aku menjilat, mencium, dan
menggigit kecil pada tempiknya
hingga Desi merem melek
keenakan. Lalu aku mulai
menarik celana dalam Desi
hingga tali talinya terlepas dan
membuangnya sembarangan.
Lalu aku kembali menjilati
tempik Desi yang ternyata
sangat indah menggunduk
tebal dengan bulu yang lebat
jauh lebih lebat dari punya
Siska yang mulai basah cairan
kenikmatan Desi. Aku
menjilatinya naik turun kekiri
den kekanan pada itilnya yang
nyempil bikin geregetan aku
saja. Desi yang keenakan
mendesah desah tak karuan.
"Ndra nikmat terushh.. Ndraa",
katanya mendesah
merangsang. Aku sesekali
menjilat sesekali menyedot
tempik Desi hingga lama sampai
tak terasa.
"Akhh.. Ndra aku mau pipis
Ndra", desahnya telah sampai
pada puncaknya. Lalu aku
memeluk pinggangnya dan
suurr.. suurr.. suurr.. ssuurr
empat kali cairan putihnya
menyembur dari tempiknya.
Aku menjilati semua cairannya
sampai habis karena rasanya
enaak sekali. Kayaknya punya
Desi lebih manis dari punya
Siska tapi sedikit encer.
"Uumhh Ndra, enak banget
deh, tadi Siska pasti
keenakan", katanya.
"Iya dong, kamu mau yang
lebih enak lagi nggak?",
kataku. Sedangkan Siska
sedang memainkan tempiknya
sendiri dan meremas
payudaranya di atas meja
belajarnya karena terangsang
berat melihat permainan kami.
"Ndra, aku ingin rasain air
pejuh (sperma) kamu boleh
nggak?", tanyanya.
"Boleh, kenapa tidak", kataku.
Lalu Desi mendekatkan
wajahnya ke kontolku karena
tadi melihat Siska mengulum
kontolku. Lalu dengan pelahan
terus menerus Desi ngemut
kontolku sampai tak terasa
kontolku kembali akan
mengeluarkan airnya.
"Des, aku nyampe lhotelan
yah", kataku memegangi
kepala Desi. Lalu crot..
croott..crot 3 kali kontolku
menembakkan pejuh kedalam
mulut Desi lalu Siska mendekati
Desi.
"Des, bagi dong aku mau nih",
katanya lalu mencium bibir Desi
dan berebut air pejuhku. Aku
istirahat sebentar karena
kelelahan.
"Ndra, aku mau dong kaya
yang ada di BF itu", katanya.
"Gimana?", tanyaku pura pura
tidak mengerti.
"Itu lho yang cowok
memasukkan tititnya (Desi
menyebut kontol dengan titit)
ke dalam tempik ceweknya",
katanya.
"Emang kamu mau?", tanyaku.
"Iya aku pingin banget
ngerasain kata Kak Sinta
(kakak Desi) enak banget kaya
di surga", katanya lagi.
"Iya deh, tapi kamu siap siap
dong", kataku sambil naik ke
tubuh Desi dan
mengangkangkan paha Desi
kaya Siska tadi lalu menarik
tempik Desi ke kanan dan
kekiri.
"Des, bantuin dong, masukin
kontolku gih", kataku. Lalu Desi
memegang kontolku dan
menempelkanya ke tempiknya.
Aku lalu mendorong kontolku..
bleeshh.. kepala kontolku
masuk duluan.
"Akhh.. Ndra emhh enak", kata
Desi berbeda dengan Siska
yang kesakitan saat aku
masukin kontolku. Tangannya
mendorong pantatku agar
kontolku lebih memasuki
tempiknya dan slleepp..
kontolku pelahan lahan
memasuki tempiknya tapi
anehnya Desi malah keenakan
nggak kesakitan.
"Shh.. terusin Ndraa enaak",
katanya terus menekan
pinggulku hingga kontolku
kembali menyentuh selaput
tipis seperti punya Siska.
"Tahan yah Des", kataku.
"Udah Ndra, masukin cepetan
aku tak tahan", katanya
kembali menekan pinggulku. Aku
lalu menekan pinggulku kuat
kuat dan.. breet ada seperti
kain tipis kembali terlewati
kontolku.
"Akhh shh perriih", Desi baru
berteriak kesakitan.
"Pelan dulu Ndra, tempikku
perih", katanya. Aku lalu
mendiamkan kontolku di dalam
tempik Desi dan menikmati
jepitan jepitan tempik Desi
pada kontolku.
Aku melihat kearah Siska yang
sedang masturbasi sambil
mengangkat roknya keatas
menggunakan HP 8250 milik
Desi yang kecil dan mengeluar
masukan HP itu. Aku merasa
kasihan banget karena dia
sudah terangsang banget lalu
aku menyuruhnya berdiri
menghadapkan tempiknya ke
mukaku agar tempiknya dapat
aku puaskan. Lalu aku menaik
turunkan pinggulku pelahan
lahan sambil menikmati remasan
remasan tempik Desi.
"Shh.. akhh.. shh.. akkhh",
desahan Desi keras keras
membuat aku makin semangat
menyetubuhinya.
"Shh.. Ndraa ukhh", desahan
Siska tak kalah indah sambil
meremas kepalaku. Aku
menggenjot tempik Desi dan
sambil melumat tempik Siska
sungguh pengalaman
bersetubuhku yang indah dan
baru pertama kali. Gerakan
pinggulku dari perlahan menjadi
semakin cepat dan semakin
cepat hingga Desi memeluk
pinggangku erat erat tanda
Desi akan sampai dan..
"Shh akkhh surr.. suurr.. suurr..
ssuur", Desi sampai untuk yang
kedua kalinya.
Lalu aku mencabut kontolku
dari tempik Desi dan
membaringkan Siska di
ranjangnya lalu kembali
memasukan kontolku ke dalam
tempik Siska dan
menggenjotnya kuat kuat.
"Shh.. mhh.. sshh.. akhh",
desahan Siska.
"Mhh.. ahh Siska, tempikmu
nikmathh", rintihanku menahan
kenikmatan.
Lalu serr.. serr.. serr.. Siska
telah sampai duluan.
Sleep.. sleep.. clleepp.. clleepp
suara kocokan antara kontolku
dan tempik Siska merdu.
"Ndra sudah yang aku capek,
geli Yang, udah", katanya tapi
aku tak peduli dan terus
menggerakan pinggulku
kesetanan
"Nggh.. hhaahh.. maahh.. gelii",
desahan Siska malah membuat
aku nggak sampai sampai.
Sedangkan Desi hanya diam
menonton saja sambil mengelus
elus tempik dan payudaranya
yang basah oleh keringat.
Hingga akhirnya, "Sis mhh..
yahh.. clep.. sllepp clleepp croot
crot crot croot crroott", aku
sampai juga.
Ranjang Siska morat marit
tidak karuan dan banyak
bercak darah dan lendir putih
disana sini berbau aneh. Bercak
darah dari Desi dan Siska yang
telah aku perawani.
Akhirnya kami bertiga tidur
bersamaan dan tidak memakai
baju sama sekali. Aku
terbangun pada tengah malam
karena udara terasa dingin
banget dan menyenggol kaki
Desi hingga terbangun.
"Des, dingin yah", kataku.
"Iya Ndra", jawabnya.
"Des pakaian dalammu rusak
biar besok aku ganti yah",
kataku sambil mengambil
pakaian dalam Desi dan
menyimpannya
"Iya deh, tapi besok aku
gimana?", tanyanya.
"Besok kamu nggak usah pakai
dulu, terus aja pulang dan
ganti baju, lagi pula punya
Siska kan kekecilan karena
kamu lebih besar dari Siska",
kataku.
"Tapi payudaraku kelihatan
dong, ntar dilihatin Mamaku
gimana", katanya lalu
mendekatiku dan duduk di
sampingku.
"Besok kamu pakai aja
jaketnya Siska biar
payudaramu tertutup lalu
kamu pakai celanamu itu,
nggak bakalan kelihatan
tempikmu kok, karena
celanamu kan tebel", kataku
"Oklah, Ndra sini aku mau liat
titit kamu", katanya lalu
memegang kontolku.
"Kok bisa yah bikin puas orang
padahal kan benda ini kecil",
katanya sambil menimang
nimang kontolku dan aku
hanya tiduran menciumi bibir
Siska yang kecil mungil
berwarna merah jambu itu.
"Iya dong kan itu burung
dewa", kataku sambil meremas
payudara Siska yang
menggelantung ke kanan
karena tidur Siska ke arah
kanan (aku mulai terangsang
lagi karena kontolku dimainin
lagi).
Lalu Desi kembali mengulum
kontolku dan saat itu Siska
terbangun karena remasanku
terlalu keras
"Ndra, sakit", katanya lalu
bangun dan aku bangun juga.
"Desi, kamu keenakan dari tadi
aku juga mau dong", lalu Siska
ikutan berebut ngemut
kontolku. Saat itu rasanya
seperti dijalari beribu semut
dan dialiri listrik ribuan watt.
"Sudah kalau tak tahan
masukin aja kontolku ke
tempik kalian", kataku lalu aku
tiduran dan Siska naik ke
selangkanganku dan menduduki
kontolku hingga masuk semua
dan bergerak semakin lama
semakin cepat. Mereka
bergantian memasukkan
kontolku ke dalam tempiknya
menjadikanku seperti mainan
hingga mereka puas.
Kami melakukan skandal ini
hingga sekarang. Aku biasa
bermain bertiga antara aku,
Siska, Desi. Terkadang juga
hanya aku dengan Desi,
terkadang hanya aku dengan
Siska, terkadang di rumah
Siska terkadang di rumah Desi
atau terkadang di rumahku.
Kami melakukan semua itu
tanpa bosan bosannya.