PDA

View Full Version : Pondok Terpencil


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Dhea mengerang sadarkan diri.
Kepalanya seakan-akan ingin
pecah. Ia berusaha mengingat
apa yang telah terjadi tapi
tidak berhasil. Ia ingat pergi ke
sebuah pesta dan bertemu
dengan laki-laki kurus dan
berusaha mendekatinya.
Akhirnya ketika Dhea bosan ia
pergi meninggalkan pesta tadi.
Ia sedang berjalan menuju
mobilnya ketika segalam tiba-
tiba menjadi gelap. Dhea
bangun dan duduk, sadar
dirinya ada di sebuah bale-bale
di sebuah rumah sederhana.
Tidak ada lampu satupun tapi
ia bisa melihat cahaya datang
dari ruangan sebelah dan
mendengar suara-suara.
Seseorang masuk ke dalam
ruangan itu dan berkata,
"Sudah waktunya lo bangun
cewek manis! Kita udah lama
nunggu nggak sabar
bersenang-senang sama lo!"
Kemudian laki-laki itu berkata
bahwa Dhea telah disergap
dari belakang dan kepalanya
dipukul hingga pingsan dan
dibawa ke sebuah rumah kecil
di dekat Pelabuhan Ratu, di
sebuah desa kecil jauh dari
manapun.
Laki-laki itu mendekati Dhea
dan berkata bahwa ia dan
teman-temannya tidak segan-
segan membunuhnya jika ia
tidak menuruti semua perintah
mereka. Mereka akan menyiksa
Dhea dulu dan akan butuh
waktu lama dan menyakitkan
sebelum ia bisa mati.
Ketakutan, Dhea berkata ia
akan menuruti semua perintah
mereka, dan laki-laki itu
tersenyum.
"Oke, masuk ke ruangan itu
dan buka pakaian lo,
semuanya!"
Dhea berjalan perlahan masuk
ke ruangan sebelah, masih
pusing akibat pukulan di
kepalanya. Nafas Dhea
tersentak ke ia masuk ke
ruangan itu. Ada 12 laki-laki di
dalam ruangan itu. Semuanya
berbadan besar dan kekar,
melihat penampilannya mereka
adalah buruh pelabuhan atau
pabrik yang kasar. Mereka
semuanya adalah laki-laki
paling besar yang pernah
dilihat oleh Dhea! Mereka mulai
bersiul dan berkomentar sambil
berseru kagum dan memanggil
Dhea dengan julukan jorok
ketika Dhea mulai melepaskan
pakaiannya. Ketika buah dada
Dhea yang kecil tapi padat dan
bulat terlihat, ia bisa melihat
seluruh penis laki-laki itu
langsung menegang. Dan ketika
vagina Dhea terlihat jelas,
Dhea merasa dirinya akan mati
ketakutan ketika melihat
tatapan penuh nafsu dari
wajah-wajah beringas di
hadapannya. Ia sangat
ketakutan membayangkan apa
yang akan terjadi pada dirinya.
Laki-laki pertama maju
mendekatinya. Ia bertubuh
hitam. Ia meremas buah dada
Dhea dan menyuruhnya untuk
berkeliling dan mengulum penis
setiap orang di ruangan itu.
Wajah Dhea memerah ketika ia
mendekati laki-laki yang
pertama. Laki-laki itu langsung
memasukan penisnya ke dalam
mulut Dhea dan langsung
memompa keluar masuk di
mulut Dhea. Dhea sendiri mulai
tersedak dan batuk, tapi laki-
laki itu tanpa peduli mendorong
penisnya masuk hingga
tenggorokan. Ia mengerang
dan berejakulasi. Dhea
merasakan mulutnya terisi oleh
semburan sperma yang hangat
dan lengket, dan ia berusaha
untuk menelan semuanya, tapi
sperma itu tetap mengalir
keluar dari sudut mulutnya,
mengalir ke dagunya.
Semua laki-laki itu tertawa
ketika Dhea merangkak
mendekati laki-laki berikutnya.
Semua sudah begitu
terangsang membayangkan
mulut Dhea di penis mereka,
sehingga tidak ada yang bisa
bertahan lama. Satu persatu
dari mereka bergantian
mengusapkan penis mereka
pada wajah, hidung serta bibir
Dhea. Mereka bergantian
memaksa Dhea mengulum dan
menjilati penis mereka.
Sekitar 40 menit kemudian,
Dhea telah menelan 12
semburan sperma dan di
wajahnya menempel sisa-sisa
sperma yang tidak berhasil ia
telan. Lalu seorang dari
mereka mendekat dan
menyuruhnya bertumpu pada
lutut dan tangannya. Dhea
berpikir dengan posisi
merangkak seperti itulah
dirinya akan mulai diperkosa
dari belakang, tapi jantungnya
seperti berhenti berdenyut
ketika mendengar laki-laki itu
berkata, "Siapa yang mau
pertama kali ngerasain pantat
bintang film kita ini?". Sebelum
Dhea sadar apa yang akan
terjadi, Dhea merasakan
sebuah kepala penis besar
menempel di liang anusnya
yang sempit dan kecil. Laki-laki
dibelakangnya mendorong
keras dan Dhea langsung
menjerit kesakitan. Laki-laki
yang lain tertawa senang
melihat liang anus Dhea
membuka dipaksa dimasuki oleh
penis yang besar itu. Laki-laki
itu bergerak cepat dan brutal,
ber-ejakulasi di dalam anus
Dhea memberika pelumas untuk
laki-laki selanjutnya.
Ketika laki-laki selanjutnya
sedang memperkosa anus
Dhea, laki-laki yang lain
memegang salah satu dari kaki
Dhea dan menariknya.
Kemudian ia menggosokan
penisnya ke telapak kaki Dhea
yang berkerut dan mengejang
menahan sakit. Laki-laki itu
terus menggosokan penisnya
ke telapak kaki hingga jari-jari
kaki Dhea yang kukunya dicat
merah menyala, sementara
semua laki-laki di ruangan itu
bergantian mencoba anusnya.
Beberapa laki-laki yang lain
berlutut di depan Dhea dan
mengocok senjata mereka di
muka Dhea. Dan ketika laki-laki
di hadapannya mulai
menyemburkan sperma mereka
ke wajah Dhea, laki-laki yang
ada di pantatnya menarik
penisnya dan sedetik sebelum
ia ejakulasi, ia mendorong
penisnya masuk ke dalam
vagina Dhea yang perawan.
Semburan demi semburan
mengisi lubang kewanitaan
Dhea dengan sperma. Dhea
mulai menangis menyadari
dirinya bisa hamil oleh mereka.
Sementara itu laki-laki yang
menggunakan kakinya
menggosok-gosok makin cepat
dan keras. Ia berteriak,
"Aahh.., gue kelluarr.., gue
kkeluaar..!" Air mani langsung
tersembur ke telapak kaki
Dhea dan mengalir membasahi
jari-jari kakinya. Selanjutnya
semua 12 orang itu mendapat
giliran menggunakan anus Dhea
untuk memuaskan nafsu
mereka, bergantian mereka
menampar dan memukul pantat
Dhea sambil tertawa senang
melihat lubang anus Dhea
membesar. Mereka
menjulukinya Dhea Si Lubang
Besar. Laki-laki yang terakhir
juga memasukan tangannya
hingga pergelangan ke dalam
anus Dhea. Dhea menjerit dan
menjerit ketika tangan laki-laki
itu masuk ke dalam anusnya.
Kemudian mereka semua
memerintahkan agar Dhea
menjilati penis mereka hingga
bersih. Perut Dhea terasa mual
tapi ia tetap menurut perintah
mereka dengan harapan
mereka akan puas dan
meninggalkan dirinya.
Yang selanjutnya terjadi
adalah, mereka menarik tubuh
Dhea dan diseret keluar, untuk
pertama kalinya Dhea sadar
dirinya berada di tempat
terpencil dari keramaian. Laki-
laki itu mendorong tubuhnya
menuju ke sebuah kandang.
Dhea jatuh tersungkur
kelelahan dan kesakitan.
Tubuhnya gemetar ketika ia
mendengar ringkikan kuda di
dalam kandang itu. Dhea mulai
menangis dan meronta-ronta
ketika dirinya diseret
mendekati kuda yang ada di
dalam kandang. Seseorang
berkata, "Lo bakalan ngerasain
bagaimana rasanya kuda
sayang!" Perlahan tangan Dhea
meraih penis kuda tersebut
dan mulai menggosoknya, dan
tersentak melihat ukuran
penisnya. Panjangnya dua kali
dari panjang penis laki-laki
yang pernah dilihatnya, dan
tangannya sama sekali tidak
bisa menggenggam diameter
penis kuda itu. Dhea berharap
ia hanya disuruh mengocok
penis tersebut, tapi laki-laki
itu berkata agar Dhea
mengulum penis itu dengan
mulutnya. Dengan air mata
mengalir di pipinya, Dhea mulai
menjilati penis kuda tersebut,
hampir saja ia muntah karena
bau yang tercium olehnya.
Dhea hanya mampu memasukan
kepala penis kedua itu saja ke
dalam mulutnya, sedangkan
tangannya digunakan untuk
mengocok batang penis kuda
itu.
Semburan sperma yang
pertama membuat kepala Dhea
terdorong menjauh dari penis
itu. Semburan yang kedua
menyembur ke wajah dan buah
dadanya. Ia membuka mulutnya
dan berusaha menelah sperma
yang disemprotkan oleh kuda
itu. Wajah Dhea tertutup
seluruhnya oleh sperma kuda
dan rambutnya lengket karena
sperma tersebut. Sebagian
besar sperma itu mengalir
turun dan menetes ke budah
dada Dhea.
Dhea langsung jatuh
tersungkur lemas berpikir
semua itu telah selesai. Satu
dari laki-laki itu berlutut di
depan wajahnya dan
menyeringai ketika berkata ini
adalah permulaan bagi diri
Dhea. Ia berkata agar Dhea
bersiap-siap menunggu sampai
sisa kelompok mereka sampai
ke pondok tersebut.