PDA

View Full Version : Pijat Erotis Ala Beno


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Rasanya tidak ada yang lebih
mengasyikan daripada
menikmati pijatan tangan
lelaki yang kuat setelah
letih berolahraga atau sehari
beraktivitas. Itu sebabnya
gue tidak segan segan
mengeluarkan uang untuk
membayar pemijat pria yang
tahu cara mengendurkan
otot otot tubuh yang kaku
sekaligus membuat gue rileks
abis.
Sayangnya tidak banyak
pemijat pria yang benar
benar terampil. Terpaksa
akhirnya gue sering memakai
jasa
pemijat wanita di spa spa
yang sekarang makin
menjamur. Apa boleh buat,
meski sebenarnya gue lebih
menyukai pijatan maskulin
lelaki.
Itu sebabnya ketika gue baca
iklan baris tentang seorang
pemijat pria yang khusus
melayani klien
lelaki, gue tergoda untuk
menghubungi nomor
teleponnya dan membuat
janji. Terus terang gue suka
khawatir
menanggapi iklan yang sering
kali tidak jelas kebenarannya.
Salah salah bisa menjadi
korban
pemerasan atau bahkan
perampokan. Tetapi dari
pembicaraan kita di telepon,
tampaknya Beno (nama
pemijat tsb) cukup sopan dan
profesional.
Tempat "Espraktek"Et Beno
ternyata terletak tidak jauh
dari salah satu pusat
pertokoan di pusat kota
sehingga
mudah dicari. Apalagi letaknya
tidak terlalu jauh dari kantor
sehingga kunjungan bisa
dilakukan dengan mudah
sehabis jam kantor. Rupanya
Beno lumayan laris juga
sehingga kita tidak bisa
langsung datang tanpa
membuat
perjanjian sebelumnya.
Untuk sesi pertama gue ama
Beno, gue sengaja pulang
dulu untuk mandi. Maklum,
gue masih malu malu dan
takut bau badan gue bikin
Beno terganggu. Dalam
perjalanan ke tempat Beno,
perasaan gue bercampur
baur
dari excited, nervous sampai
worried. Tetapi sesampainya
di dalam ruko tempat Beno
bekerja, gue
mulai tenang. Tempatnya
bersih dan Beno sendiri
berpakaian rapi menyambut
gue dengan ramah dan sopan.
Kekhawatiran gue langsung
pupus. Rasanya tidak mungkin
Beno melakukan pemerasan
atau sejenisnya. Beno
ternyata berpenampilan jauh
lebih muda dari umurnya yang
35 tahun. Parasnya sangat
jantan, klimis dengan
otot otot yang bersembulan
dibalik kaos ketatnya.
Rasanya sudah tidak tahan
ingin merasakan sentuhan
jantan dari Beno.
Beno menyilakan gue masuk
ke dalam ruangan pijat yang
bercat putih dengan aroma
eucalyptus yang
menenangkan.
Cahaya redup dan musik
klasik yang mengalun lembut
menambah suasana yang bikin
gue makin rileks. Beberapa
lilin aromatherapi dinyalakan
sambil Beno mengoleskan
minyak ke tangannya yang
kekar dan sedikit berbulu.
Dia mempersilahkan gue
membuka baju dan celana gue
dan tidur menelungkup di
meja pijatnya yang dilapisi
kain
katun lembut. Awalnya gue
agak malu malu bertelanjang
di depan lelaki jantan seperti
Beno, apalagi melihat
bentuk tubuh gue yang jauh
dari seksi. Masih dengan
bercelana dalam, gue berjalan
mendekati meja pijat
sampai Beno menghentikan
gue. Dia meminta gue
melepaskan bikini ketat Calvin
Klien gue. "EsTerapi saya
dilakukan tanpa busana"Et,
katanya. Dengan agak
canggung, akhirnya
kulepaskan kain penutup
aurat tsb.
Karena tegangnya, tidak
terasa kontol gue sudah
sedikit mengeras namun gue
tutupi dengan tangan sampai
gue menelungkup di meja
pijat. Beno sendiri tetap
terbalut kaos putih dan
celana jeans yang sama sama
ketat membalut dada dan
paha kekarnya.
Pijatan Beno memang benar
benar membuat ketegangan
otot gue sirna. Dimulai dari
leher, turun ke punggung
dan pinggang, tangan Beno
dengan terampil melakukan
gerakan memutar, menekan
dan menarik dengan ritme
yang
berganti antara lembut dan
keras. Perlahan tangan Beno
bergerak menyentuh pantat
dan paha atasku. Tak terasa
birahi gue mulai bangkit
seiring dengan sentuhan
sentuhan Beno yang makin
terasa erotis. Setelah 30
menit, Beno memintaku untuk
berbalik dan tidur terlentang.
Kembali rasa maluku muncul,
apalagi
setelah melihat kalau batang
kemaluan gue sudah mulai
mengeras lagi.
"EsTidak usah malu"Et, suara
Beno menepis keragu-
raguanku. Gue mencoba
menekan gejolak birahiku
agar kontol gue tidak
ngaceng. Rupanya usaha gue
cukup berhasil. Gue mulai
rileks saat belaian jantan
Beno
mulai menyentuh kaki gue.
Tetapi sayangnya hal itu
tidak bertahan lama, ketika
pijatan sudah menyentuh
paha atas gue, batang
kejantanan gue sudah mulai
bangkit. Akhirnya pada saat
tangan Beno sudah mulai
memijat dadaku yang berbulu,
kontol gue yang 14 centi
(memang tidak panjang untuk
ukuran lelaki asia) sudah
tegak berdiri. Beno
tampaknya tenang tenang
saja dan tidak memberikan
reaksi yang menambah rasa
malu. Dia
dengan tenang terus memijat
dada dan perut sampai ke
daerah selangkangan.
Terus terang dari pengalaman
gue terdahulu, tidak semua
pemijat mau melakukan
pijatan alat vital, bahkan
diminta sekalipun. Gue sendiri
tidak berani memintanya
kepada Beno. Gue pikir
setelah bagian kepala,
biasanya
pijatan berakhir. "E| tetapi
ternyata tidak.
Setelah seluruh tubuh gue
berlumur minyak dan otot
otot gue lemas karena
pijatan, Beno berbisik ke
telinga dan berkata "EsKontol
bapak sangat jantan, mau
saya pijat juga ? Tanpa
bayaran lebih kok"Et. Gue
mengangguk tanpa
mengeluarkan satu katapun.
Kupejamkan mataku saat
kurasakan belaian halus di
atas batang
kemaluanku.
Perlahan belaian Beno
menyusuri batang kejantanan
gue, mulai dari bagian kepala,
badan sampai ke bagian
bawah dekat kantong
zakarku. Karena kontolku
tidak disunat, Beno mulai
memainkan kulupku diselingi
dengan
centilan lembut ke biji zakar
kiri dan kanan secara
bergantian. Ya Tuhan,
birahiku benar benar
memuncak
dan belum pernah gue
merasakan kenikmatan
sentuhan pada alat
kejantananku seperti saat
itu.
Kontolku makin membesar dan
mengkilat dari lumuran
minyak. Satu tangan Beno
mulai membelai bulu bulu dada
dan pentil susu gue yang
juga sudah mengeras. Selagi
satu tangan mulai bergerak
dari kantor zakar ke arah
bawah. Tidak terasa jari
jarinya mulai memasuki
tubuhku dan kontolku mulai
berdenyut denyut hendak
menyemburkan peju yang
sudah tertahan sendari tadi.
Pijatan di dada dan
permainan jari di lubangku
benar
benar membuat gue lepas
kendali dan mulai
mengeluarkan desahan
desahan yang tak
tertahankan. Beno dengan
lembut membisikan kata kotor
yang makin membuatku birahi.
Tak kusangka kalau ucapan
kotor bisa menambah
kenikmatan beronani.
Tangan Beno kini sudah
kembali menyentuh batang
kejantananku. Naik "E" turun "E"
naik "E" turun. "EsAhh"E|
kontolku, Ben.. kontolku.. Ben"Et
desahku. Kulupku mulai
tertarik naik dan turun,
sesekali memperlihatkan
kepala kontolku yang
biasanya tertutup. Gerakan
naik turun makin keras dan
cepat, berubah menjadi
gerakan
mengocok yang benar benar
membawa gue ke surga dunia.
Beno memintaku menaruh
kedua tanganku di atas
kepalaku
sehingga bulu bulu di ketiakku
terlihat olehnya. "EsSangat
seksi"Et, katanya.
Keringat mulai mengucur dari
pelipis Beno. Tidak tahan
akhirnya dia melepaskan kaos
ketatnya. Nafsu
birahiku makin memuncak
melihat dadanya yang bidang
berotot dengan bulu bulu
halus yang menyelumuti
seluruh tubuhnya. Rupanya
Beno terangsang pula,
terlihat dari jendolan besar
dibalik celana jeansnya.
Pemandangan dada seksi nan
jantan dari Beno, ditambah
dengan kocokannya yang
erotis benar benar membuat
gue
tidak tahan lagi dan gue
berteriak "EsBen, kontol gue,
kontol gue.. udah mau
muncrat"E| ah, kontol gue"E|.. "Es,
"EsCrot"E| crot"E| crot"E|"Et Pejuku
langsung muncrat, sebagian
terlontar bak meriam,
menghujani dada berbulu Ben,
sebagian muncrat ke muka
dan dada gue sendiri.
"EsAhhh"E|."Et. Rupanya ejakulasi
gue yang pertama masih
belum cukup memuaskan bagi
Beno.
Tangannya masih terus
mengocok pelerku, kali ini
makin keras. Kulupku sudah
tertarik sampai kepala
kontolku kini telanjang,
terekspose, basah dengan
cairan peju dan minyak. Rasa
nikmat bercampur dengan
rasa sakit karena saraf yang
amat sensitif ini kini tergesek
oleh tangan Beno yang
dengan jantan mengusap
dan menggosoknya. "EsOohhh..
Ben, sakit, Ben"E| titit gue
sakit"E|."Et. Tetapi Beno tetap
mengocok, kali ini dengan
satu tangannya mulai
mengocok batang kontolnya
sendiri "E" yang disunat dan
tegak berdiri dengan jantan,
18
centi dengan diameter 5
centi. Besar, hitam dan"E|
sangat maskulin ! Kita sama
sama mulai mendesah"E| dan.
"EsCrootttt, "E| crootttt"E|
croootttt"E|"Et baik kontol Beno
dan kontol gue sama sama
memuncratkan peju yang kali
ini benar benar membuat
kedua dada dan perut kita
berlumuran cairan mani tsb.
"EsAahhhh"E|"E|"E|"E|!"Et.
Setelah itu Beno mengambil
handuk hangat dan mulai
membersihkan tubuhku dari
minyak dan peju. Setelah
bersih dan berpakaian,
kuberikan tip yang besar dan
berjanji untuk kembali lagi
minggu depan untuk sesi
pijat berikutnya. Sejak itu,
Beno sudah menjadi pemijat
langgananku.