PDA

View Full Version : Terjebak Pelukan PSK


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Kehidupan ekonomi yang
mebuat aku diperbudak nafsu,
sehingga diriku terjerumus
dilingkungan yang nista tanpa
menghiraukan kebatilan dalam
hukum agama itu sendiri.
Karena goadaan dan hasutan
dari nafsu terus aku ikuti
dalam perjalan yang penuh
dengan dosa dan kenistaan,
yang akhirnya kenyataan ini
baru kusadari dengan bujukan
dan rayuan seorang gadis
yang penuh misteri dipelukan
mimpiku.
Semulanya Cs kita sebut
namanya, anak yang lugu dan
sopan, rajin beribadah serta
suka membantu teman-
temannya yang kesulitan,
walaupun sebatas solusi dan
arahan yang sopan dalam
penyampaian berwibawa.
Teman-temannya sangat suka
padanya karena suka
bercanda, periang, suka
senyum membuat kawan dan
sahabatnya sangat rindu
padanya. Tapi perubahan
kerisis ekonomi yang membawa
dia jadi sangat mudah emosi.
Saat itu Cs masih duduk di
bangku perguruan tinggi negeri
salah satu di Medan, ianya
masih semester dua cobaan
yang pahit menimpahnya. Cs
melanjutkan kuliah di Medan
hanya berbekal dengan
semangat juang dan dukungan
kedua orangtuanya. Beliau
kuliah hanya biaya sendiri,
itupun tidak pernah jadi
hambatan buatnya. Apa saja
dia kerjakan di Medan, mulai
dari penarik becak, jualan
rokok, jualan monjan di salah
satu perbelanjaan di Medan
yang tidak asing lagi pada
masyarakat luas, sering
disebut sarang manusia buas
(SAMBU).
Dianya tidak pernah
ketinggalan dengan kawan-
kawanya walaupun dibidang
pendidikan. Orangnya ramah
sopan dan bertanggungjawab,
dengan tipenya mendukung dia
diangkat kawan kelasnya
untuk di jadikan Komisaris
Mahasiswa (Kosma). Mulai dari
semester tiga beliau menjabat
Kosma sampai akhir dianya
wisudah. Cs juga sangat sering
bergabung dengan dunia aktifis
pada tahun 1998 dalam hal
menuntu agar pemerintahan
Orde Baru dibubarkan, saat
itupula Presiden RI di jabat
Suharto yang menjadi bulan-
bulanan aktifis mahasiswa
untuk melengserkan pejabat
teras nomor satu di RI. Saat
itupula Cs mulai di kenal di
kalangan mahasiswa yang agak
arogan, tapi sopan dalam
menyampaikan aspirasinya
serta bertanggungjawab pada
anggotanya bila ada kendala
dan hambatan pihak keamanan.
Saat itu juga Cs sangat benci
yang namanya pihak keamanan
kerena beliau di pukuli saat ia
tak berdaya terkena gas
airmata saat menyelamatkan
wanita seorang pengunjukrasa
sedanga di kejar-kejar pihak
keamanan di Simpang Majestik.
Dari pukulan pihak keamanan
tersebut mengakibatkan Cs.
demam selama seminggu.
Dianya sangat gigih, dan tidak
ada rasa takut sedikitpun
dengan isu adanya aktifis yang
diculik, tetap ia menjalankan
ektifitasnya jam 3 pagi
mendayung becak mencari
uang kuliah, bayar kos, bayar
makan, serta beli buku. Saat
yang tidak diinginkan ada
telepon dari kampung
halamannya Imengatakan
orangtuanya sakit kerasI .
membuat Cs tidak bisa tidur
semalaman langsung kemas
barang-barang terus menjegat
angkot Morina 81 tujuan
Amplas. Tanpa pikir panjang
beliau terus membayar tiket
tujuan Tapanuli Selatan
(Tapsel) dengan menaiki bus
Barumun Setia. Sesampainya di
kampong halaman Bapaknya
sudah tidak kenal dengannya
lagi, saat itulah ia pasra
apapun yang terjadi karena
kondisinya sangat mengerihkan,
rumah sakit jaraknya puluhan
kilo meter, melihat kondisi
orangtua tidak sadar diri,
hanya dukun kampung yang
ada.
Dia peluk ibunya, adek-
adeknya, Kakaknya dengan
mengatakan sabar dan
ihklaskan kepergian ayah kita
penuh dengan genangan air
mata. Padahal penulis sangat
membutuhkan dukungan dari
ayah tercintanya. Setiap Cs
pulang kampung ayahnya di
peluk dan saat ia mau pulang
ke Medan tidak mau menerima
duit dari ayahnya I Cuma dia
berpesan agar duit tersebut di
berikan sama adek-adeknya
untuk sekolahI. menurutnya
dia bisa membiayai hidupnya
sendiri tanpa ada mengharap
agar dibantu oarangtuanya.
Ayah dan ibunya menangis
kalau dia pamit mau pulang ke
Medan. Tapi yang paling tidak
di lupakannya setiap ia
melangkah dari pintu rumahnya
selalu Imengingatkan kedua
orangtuanya agar jangan lupa
mendoakannya agar tercapai
tujuannya.I Cs juga mengajar
mengaji di Medan yang
membantu biaya hidupnya.
Saat masuk semester tiga
biaya hidupnya sudah mulai
melonjak baik itu biaya rumah
kos, biaya buku, tapi terus
dianya bisa bertahan sampai
semester lima. Masuk semester
enam mulai ia menggantikan
profesinya menjual sepatu,
sandal keluar kota seperti
Bandar Baru, tiga Binanga,
Tebing tinggi yang hampir
rata-rata langganannya wanita
pekerja sex komersial yang
menjajakan kemolekan
tubuhnya untuk mencari uang
kebutuhan sehari-harinya.
Perofesi yang di lakoninya
sangat beruntung banyak,
karena dia mengansurkan pada
WTS tersebut. Setiap
penagihan bulan muda Cs.
mengantongi diuit minimal dari
keuntungan Rp. 500.000,- pada
tahun 2001 dilain keuntungan
perharinya bisa dia kumpulkan
uang Rp 800 ribu/bulan,
dikeluarkan uang Kos, uang
makan, beli buku, ongkos masih
bisa menyimpan tabungan
Rp.200 ribu/bulannya. Tapi
keuntungan yang ia dapat
selama ini mulai turun karena
saingan mulai banyak dan
bahkan langganannya juga
sering mengulah alasannya
tidak ada tamu. Selama 5 bulan
ia berpropesi jualan sepatu,
sandal di tempat PSK
khususnya di Bandar Baru Cs
punya mama angkat boru
Nasution dan bapak angkat
marga Sembiring. Setiap hari
sabtu pulang kuliah di bukan
berjualan tapi langsung ke
Bandar Baru kerumah Mama
angkatnya yang kebetulan
anaknya laki-laki tidak ada
makanya mama angkatnya
sangat suka padanya. Mama
angkatnya juga menyewakan
kamar dan (bungalawo) yang
mempunyai anggota (wanita
Tuna Susila) WTS 8 orang
masih muda-mudah pada
umumnya umur masing-masing
17-25 tahun asalnya dari pulau
jawa yang di bawa salah satu
kemplotan germo yang sering
berhasil menjerat mangsanya.
Cs. sangat mudah
menyesuaikan diri dibandar
baru kerena, dianya sangat
ramah, suka bercanda. Saat
senggang WTS sering
mengajaknya makan-makan di
keliling Bandar Baru, soalnya
PSK tersebut dilarang keluar
dari lingkungan Bandar Baru.
Para PSK juga sering curhat
padanya, serta mengeluh
dengan keadaannya. Saat Cs
sering datang tiap hari Sabtu
pulang hari Senin pagi jam 6
merasakan kebahagiaan
tersendiri wanita PSK tersebut.
Karena menurut mereka
dengan kehadiran Cs membuat
mama dan bapak tidak suka
emosi dan marah-marah lagi.
Setiap Cs pulang ke Medan
selalu di kasih duit oleh mama
angkatnya Rp 50.000 dan WTS
juga mengasihkan duit kumpul-
kumpulan Rp.100 ribu jadi
jumlahnya Rp. 150 ribu/minggu.
Cs mulai mencari pekerjaan
yang lain dengan menjual kaset
CD ke tempat-tempat yang
biasa dia jalani. Kaset CD lagu-
lagu, kaset CD flim horror, dan
semi serta CD porno. Usahanya
juga menguras keuntungan
yang banyak. Tapi profesinya
itu tidak berjalan lama karena
Cs di jebak kibus sendiri waktu
membawa kaset CD Porno 1000
keping di tangkap di Jalan
Pandan Sambu oleh salah satu
oknum Polsek di Medan. Karena
jaringan dan keramahan Cs
juga beliau hanya dapat
peringatan dari oknum Polsek
sendiri, karena menimbang Cs
masih Kuliah dan sangat dekat
sekali sama oknum Polsek
tersebut maka diberikan
kebebasan untuk melanjutkan
kulianya.
Dari pengalam yang di rasakan
Cs sangat jarang di temui
orang sepertinya. Cs terus
berkunjung setiap hari Sabtu
ke Bandar Baru yang akhirnya
dia terjebak dengan cinta
seorang WTS yang satu
tempat tinggal dengannya
dibandarbaru. Wanita yang
berhasil menaklukkan cinta Cs.
asal dari Jawa Barat yang
sering di panggil Wiwik cirri-ciri
orangnya masih mudah umur
17 tahun, putih cantik
berparas mungil tinggi badan
160 Cm. saat itu mama
angkatnya sangat marah
padanya karena menjalin
hubungan sepesial dengan
pekerjanya. Tapi lama
kelamahan mama angkatnya
juga menyetujuinya. Tanpa
terasa perjalanan hubungan
sudah berjalan tiga bulan.
Awalnya dikasih mama
bepergian di keliling
Bandarbaru itu sendiri, Cs pun
setuju. Tapai lama-kelamaan Cs
dengan Wi di bolehkan untuk
belanja ke Medan salah satu
pusat perbelanjaan (Medan
Moll). Dengan kepercayaan itu
wi sangat beruntung sekali
bisa jalan-jalan dan keluar ke
Medan. Akhirnya suatu saat
malam Minggu wi tidak kerja
untuk melayani tamu dianya
permisi pada Mama untuk naik
kepuncak Bandar baru
bersama Cs. malam semakin
larut hujan sangat deras
menghalangi perjalanan untuk
pulang. Ke bungalawo yang
mereka tempati. Cs dengan
lugunya gelisa takut mama
angkatnya marah, untung
bunganlawo tempat kawannya
wiwi punya telepon, Cs
meminjam telepon
membilangkan sama mama
angkatnya tidak bisa pulang
karena hujan. Mamanya
mengiakan tapi dengan syarat
besok pagi jam 6 musti ada di
rumah, Cs menyetujuinya. Wiwi
langsung nanya Iapa kata
mama ?I boleh katanya Cs
jawab. Cs langsung di peluk
wiwi dengan penuh kemesrahan
dan rasa senang serta terharu
sambil meneteskan air mata
yang membuat Cs merasa
kasihan dan sanyang. Kawan
Wi, Dewi meninggalkan kami
berdua didalam kamar. Cs tidak
pernah mendapat kasih sayang
yang penuh perhatian seperti
diberikan Wi padanya walaupun
ianya sudah pernah menjalin
cinta dengan wanita seseorang
semasa di bangku SMA. Wiwi
berterus terang sangat
senang mendapatkan Cs
sebagai kekasihnya baru
pertamanya. Saat itu wiwi
bercerita panjang leber sama
Cs atas pengalamannya yang
pahit hingga terjerumus
seperti ini. Yang mana
keperawanan wiwi di jual
germo sebesar Rp.5 juta pada
om-om yang notabenya
pejabat salah satu intansi
pemerintah di Jakarta. Wiwi
tanpa bisa melawan hanya
pasrah dirinya dijilati seperti
anak kecil tanpa di halangi
sehelai benangpun oleh om-om
yang sebaya dengan orang tua
wiwi. Malam itu juga keaslian
wiwi kandas sudah direnggut
lelaki jahannan yang tidak ada
rasa kasihan. Dengan buasnya
om tersebut menjilati seluruh
tubuh wiwi seperti harimau
yang kehausan mangsanya.
Akhirnya lelaki hidung belang
tadi terkulai lemas, wiwi
menangis dengan merasakan
sangat sakit sekali di
selangkangannya untuk berdiri.
Saat itu pula wiwi di bawah
germo jahannam itu tanpa
tahu tujuan menaiki pesawat
yang baru di ketahui wiwi
tujuan ke Medan. Sesampai di
bandara Polonia Medan wi
dengan germo tadi langsung di
sambut lelaki separuh baya
yang mengemudikan mobil
kijang warnah hitam. Menuju
salah satu hotel yang tidak
saya ketahui apa namanya,
yang jelas tempat tidurnya
seperti hotel berbintang.
Sayapun di suruh untuk mandi
dan di gantikan pakaian seksi
dan di suruh untuk menunggu
sebentar. Wiwipun pasrah apa
selanjutnya yang terjadi kelang
beberapa menit pintu
kamarnya terbuka, dilihatnya
om-om yang bermata sipit
sepertinya layak dipanggil
kakek. Laki-laki jahannan
menutup sambil mengunci pintu
dengan senyum melihat tubuh
wiwi yang hanya di balut rok
diatas lutut, Isambil
mengatakan kamu sudah saya
bayar Rp.3 juta tadi sama
tante yang rambut pirangI
dengan berat dan rasanya
mau bunuh diri saja wiwi
menahankan pedihnya
penderitaan tersebut. Tanpa
panjang lebar tua bangka tadi
membuka seluruh pakaiannya
tanpa di balu sehelai
benangpun. Wiwi sangat jijik
dan melihat tubuhnya yang
keriputan dengan napasnya
sangat bau. Wiwi dipeluk dan
dipaksa untuk membuka
pakaiannya, berkelang 15
menit pakainya sudah lepas
sepertinya lelaki tua itu sudah
berpengalaman membuka
pakaian mangsanya. Dengan
rakus menikmati tubuh wiwi
hanya 15 menit sudah
mengerang dan terkulai lemas.
Wiwi dikamar hotel tersebut
selama satu minggu dan tidak
ingat berapa orang yang
sudah dilayaninya lelaki hidung
belang yang pastinya bisa 8
orang satu hari satu malam,
kadang lebih yang sempat
membuat wiwi pingsan tanpa
sadar diri. Akhirnya wiwi di
bawah keluar menaiki mobil
kijang yang menjempunya,
keliling-kelinga sambil membeli
pakaian 5 sitel di salah satu
plaza, maka dan langsung pergi
meninggalkan plaza tersebut.
Wiwipun tidak tahu kemana
ianya dibawah hari menjelang
jam 20 wib baru sampai tujuan
juga langsung dijemput ibu-ibu,
yang tidak tahu dimana
tempatnya. Tante-tante yang
membawahnya berbisik-bisik
dengan ibu yang menjemputnya
itu dengan senyum dan
tertawak diatas penderitaan
Wiwi. Tante (germo) jahannam
tadi langsung pamitan mau
pulang sambil mengatakan Ikau
jangan main-main kalau tidak
mau matiI ancaman itu
membuat wiwi nyiut dan
ketakutan. Yang paling
jahannamnya duit penghasilan
selama satu minggu penuh di
Medan hanya di beli pakaian 5
sitel selebihnya habis dikuras
manusia laknat (germo)
tersebut.
Satu minggu di tempat yang
dititipkannya baru wiwi tahu,
karena di kasih tahu teman-
temannya yang senasib
dengannya. Dengan sangat
sayang Cs mendengar cerita Wi
sempat mengeluarkan airmata,
karena mengingat penderitaan
Wiwi yang saat itu sudah
hancur masa depannya.
Padahal ia di jebak germo tadi
masih di bangku SMA kelas 3.
saat itu dia wiwi menanyakan
langsung sama Cs Iapa betul
abang sayang ama Wiwi sambil
mengeluarkan air mata ?I. Cs.
termenung sejenak untuk
menjawab pertanyaan Wiwi.
Wiwi langsung merasa
terkucilkan di muka Cs, atas
tingkah Cs yang tidak
menjawab pertanyaannya. Wiwi
langsung mengatakan Imemang
Wiwi tahu abang tidak mungkin
sayang sama wiwi dengan
kondisi wiwi seperti ini, saya
sadar bang wiwi yang sangat
sayang ama abang, karena
wiwi butuh kasih sayang bang
itu saja, sambil menangis.
Cs menarik napas dalam-dalam
sambil menarik tangan wiwi
dengan penuh kasih sayang,
turus membersikan air mata
wiwi dengan sapu tangan yang
ada di kantongnya. Sambil dia
cium kening wiwi. Saat Cs
mencium kening, wiwi
meneteskan air mata yang
menandakan kasih sayang dan
terharu atas belaian yang
lebut, selamanya ini
dinantikannya tidak kunjung di
dapat. Jam sudah menunjukan
pukul 4.30 pagi, ayam jantan
mulai berkokok untuk
mengingatkan para ummat
Islam untuk mengerjakan
kewajibannya. Kami berduapun
terlelap tidur dengan kondisi
berpelukan, terdengar ketukan
pintu pada pukul 6 pagi. Cs
teringat dengan janjinya sama
mama angkatnya tadi malam,
langsung di bangunkannya Wiwi
untuk pulang ke bungalawo
mama. Dengan berat untuk
membukan mata karena
kurang lebih satu jam kami
tidur. Wiwi minta di peluk dan
di cium dulu baru ia akan
bangun. Cs mengokekan
persyaratan Wiwi, langsung
memeluk dan mencium kening
dan bibirnya Wiwi. Wiwi memang
manja sekali sambil minta Cs
untuk mengangkatnya, tapi Cs
sangat suka sekali dengan
sifat Wiwi yang cuek dan
manja.
Keduanya pamitan sama Dewi
untuk pulang kerumah, Dewi
mengiakan sambil mengatakan
Ihati-hati, kalian kurang tidur,
awas motor saat menyeberangi
jalan ya ? I di jawab Wiwi Iiya
KakaI, terimakasih
tumpangannya Kaka ? di jawab
Dewi iya ade. Kami berduapun
langsung jalan menuju rumah
mama dengan kondisi masih
kepayang, karena kekurangan
tidur tadi malam. Hubungan Cs
dengan Wiwi terus berjalan
dengan mulus sampai-sampai
ada yang cemburu kawan Wiwi
sendiri. Setiap aku ke Bandar
baru tidurnya tetap satu
kamar dengan Wiwi yang
menjadikan Cs lupa atas
larangan agama berhubungan
intim seperti suami istri. Dari
situ Cs ketagihan dan
kebiasaan dengan perbuatan
yang dilarang agama tersebut,
bahkan Cs pernah juga
melakukan hubungan badan
dengan kawan-kawan wiwi
sendiri atas ajakan kawannya.
Tapi Cs tetap lebih sayang
pada Wiwi. Sampai-sampai Cs
mengajak Wiwi untuk
melanjutkan hubungan ini
sampai pelaminan. Dengan halus
wiwi menjawab Ibang sayang,
aku sangat suka dan sayang
ama abang, tapi hubungan ini
tidak mungkin akan kita
lanjutkan sampai kejenjang
pernikahan sementara kerjaan
aku seperti ini. Bagaimana
nantinya bang ibu abang
mengetahuinya ! Wiwi tidak
mau abang dikucilkan orangI
jawaban. Ini membuat hati Cs
sangat sayang sama wiwi dan
merasa berdosa sekali atas
kejadian yang menimpahnya
menghianati Wiwi dengan
melakukan hubungan badan
sama kawan Wiwi sendiri.
Suatu waktu yang tidak saya
ingat persis kapan, mama
memanggil kami berdua, sambil
menanyakan pada kami
Iapakah kalian betul-betul
pacaran atau hanya kamuflase
saja untuk menutupi segala
hal ? I pertanyaan ini
membuat Wiwi nangis dan
memeluk mama sambil
mengatakan Imama aku baru
kali ini diberikan kasih sayang
dari seorang laki-laki yang
kucintaiI. Tanpa terasa mama
meneteskan air mata. Sambil
menanyakan pada Wiwi Iapa
kau mau pulang
kekampungmu ?I jawab aja
kamu tidak usah takut karena
aku sudah menganggap kau
sama dengan Cs, katanya.
Dengan penuh terharu juga
Wiwi menjawab, mama
mengijinkan Wiwi pulang
kampong ? kenapa tidak
mengijinkan wiwi pulang ?, Wiwi
pun tidak memperpanjangnya
sambil berterimakasih
sebanyak-banyaknya sama
mama. Satu bulan menjelang
bulan Suci Ramadhan Wiwi
pulang kampung meninggalkan
Medan dan Cs sendiri.
Sebelum pulang kampung wiwik
mengajak Cs untuk menginap di
Medan salah satu hotel selama
satu minggu. Megingat
pengahasilan dan tabungan
Wiwi selama melacurkan badan
kurang lebih Rp. 30 juta. Wiwi
saat berpamitan dengan
kawan-kawannya dan mama
sangat penuh dengan air mata
dan kasih sayang diantara
sesama PSK. Saat ia diatas bus
Sinabung bersama Cs menuju
ke Medan seperti burung yang
terbebas dari sangkarnya.
Tanpa sadar Wiwi memeluk dan
mencium Cs juga tanpa
mengiraukan kalau dibus itu
banyak penumpang.
Sesampainya di Medan ianya
meminta kepada Cs untuk
menginap bersamanya selama
satu minggu. semulanya Cs
menolak karena ia mau kuliah
dan tidak mau menambah
beban lagi bagidirinya.
Persoalannya kepulangan Wiwi
akan membuat Cs terasa sedih
dan sayang tanpa tahu
kemana harus mengadu. Hal ini
membuat Wiwi menangis karena
penolakan Cs Imenurutnya Cs
tidak sayang sama dia dan
menyuruh Wiwi pulang
langsungI. Akhirnya Cs
mengabulkan permintaan wiwi
untuk menginab di Medan
selama satu Minggu. Cs
menyetop langsung Taxi ke
Sumatera Villa dengan
memesan kamar nomor 105. di
hotel tersebut kami menginap
selama 3 hari selebihnya kami
menginab di Hotel Garuda Plaza
selama 3 hari, sabtu pagi kami
sudah memesan tiket pesawat
Wiwi tujuan Jakarta, berangkat
pukul 9.30 Wib pagi hari
Minggu.
Saat malam Minggu Wiwi
meminta saya masuk kekamar
mandi sambil memeluk aku.
Seterusnya memukul-mukul
dadaku dengan kondisi masih di
balut celana dalam. Wiwi saat
itu menangis dan menjerit
sambil mengatakan Iaku tidak
mau pulang sendiri bangO!
abang harus ikut sama wiwiO.
Sambil menjerit dikamar mandi.
Langsung dia bilang, kami masih
keluarga yang lumayan di
kampong itu bang. Soal duit
yang ditas Wiwi bukan
membuat aku bahagia bangO
hanya akau tidak bisa
membalas kebaikan abang sama
wiwi. Makanya wiwi mau
mengenalkan abang dengan
orangtua wiwi.
Akhirnya Cs mempertimbangkan
permintaan wiwi, tidak
mungking saat ini aku
kabulkan, karena itu membuat
aku Cs. jadi tersangka
nantinya terhadap hilangnya
Wiwi.hal ini ianya takut
terjebak di kota orang lain
yang terlintas dalam benaknya.
Cs menjawab apa kemauan
wiwi. Selanjutnya dengan
kondisi tenang seperti tidak
ada beban, padahal dihatinya
sangat sedih perpisahan yang
akan terjadi besoknya. Sambil
mengatakan IWi kalau kita
jodoh akan jumpa kembali
nantinya sayangE dengan
kondisi menahan airmatanya,
alamat abangkan ada ama
Wiwi, nanti kalau rindu ama
abang hubungi saja dan
abangpun kalau rindu ama wiwi
abang akan hubungi Wiwi, Oke
sayangO.? jangan menangis lagi
ya ? terus mengajaknya keluar
dari kamar mandi sambil
mengambil handuk membalut
tubuh yang mulai kedinginan
selama 3 jam di dalam bak
mandi.
Cs mulai lega sesudah
mengganti pakainya dengan
mengenakan celana pendek
sambil merebahkan tubuhnya di
atas tempat tidur yang di ikuti
Wiwi untuk merebahkan
tubuhnya juga pas di samping
Cs. terus memeluk tubuh Cs
dengan penuh rasa sayang dan
takut pertemuan hanya yang
terakhirkalinya. Wiwi tidak
berpaling mukanya dari
tatapannya yang sedu pada Cs
penuh dengan rasa sedih,
sayang. Sesekali Cs menciumnya
untuk menghilangkan
kegelisaan tersebut. Kemudian
dengan akhir pertemuan itu
berdua melakukan cubuan yang
berlanjut hubungan badan
dalam menghilangkan kesedihan
dimata kekasihnya, sampai
akhirnya mereka terkulai lemas
dan tertidur. Bangun jam 7
pagi sambil Cs meminta
syarapan pada Office Boy
untuk diantar ke kamar
mereka. Sementara Wiwi mandi
yang juga saat itu pula Cs
masuk kekamar mandi untuk
mandi bersama. Saat berdua
didalam kamar pelayan hotel
mengetuk pintu kamar untuk
mengantar sarapan.
Dengan tubuh masih di balut
handuk Cs langsung membuka
pintu tersebut. Menyuruh para
pelayan kamar untuk
meletakkan sarapannya di atas
meja. Cs memanggil Wiwi
cepatan dari kamar mandinya
sayang, waktu sudah
menunjukkan jam 8.50 wib. Ade
berangkat jam 9.30 Wib
sayang, nanti yayang
terlambat. Wiwi langsung keluar
dari kamar mandi dengan
mengenakan handuk sambil
mengipas-ngipaskan rambutnya
agar kering. Terusnya mereka
menuju receftion untuk cekaut
dari hotel menuju bandara
Polonia Medan. Sesampainya
disana hampir terlambat nama
Wiwi di pangil-panggil para
operator pesawat untuk
menuju langsung ke pesawat.
Perpisah ini membut Wiwi
histreis menjerit sambil
mengatakan "banga jangan
lupa ama wiwiO!" wiwi akan
menelepon abang bila wiwi
sudah sampai ke Jakarta
natinya. sambil memberikan
ciuman terakhir di bibir Cs.
Jam 1 siang ada telepon dari
wiwi untuk Cs. kata pemilik
Kos, saat itu Cs dikamarnya
termenung dengan kisah yang
menjalin kasih sayang,
mendengar ada nama wiwi
langsung melompat dari tempat
tidurnya menuju ruangan
telepon " hampir setengah jam
wiwi menelepon dari Jakarta
yang mengatakan ia sudah
sampai ke Jakarta sekarang ia
mau menuju kegambir untuk
mencari bus kekampungnya,
teleponpun dimatikan. Sesampai
di kampung halaman Wiwik
dengan merasa terharu
Orangtuanya memeluk dan
menyambut wiwi dengan
sayang, akhirnya rumah
mereka di kerumuni warga
kampungnya. Jam 11 malam
suara telepon berdering Cs
langsung melompat dari tempat
tidurnya mengangkat telepon
tersebut. Apa yang di
perkirakan Cs ternyata tidak
meleset wiwi yang menelepon
dari rumahnya.mengatakan Wiwi
sudah sampai di rumah banga
papa mau ngomong bang
katanya, aku mulai gemetar
mendengar Papanya wiwi
ngomong "nak papa ucapin
terimakasih banyak, kalau mau
ke Jakarta dan kemarin
telepon saja kemarin ya nak ?
yang di jawab Cs "ia pa". yang
maungomongpun berganti-
gantian seluruh keluarganya.
Akhirnya Wiwi yang ngomong
dengan kondisi menangis, sambil
mengatakan papa akan
mengadukan germo tersebut
besok bang. Soalnya Wiwi masih
ingat wajah dan kawan-
kawannya bang. Wiwi berpesan
agar Cs menjaga kesehatan
dan menyelesaikan kuliahnya.
Nanti kalau ada waktu, abang
datang kekampung Wiwi ya
bang ? soal ongkos abang wiwi
yang menanggung. Selam satu
bulan penuh hubungan melalui
telepon terus. Tapi bulan
keduanya hari yang tidak
disangka Cs. pindah Kos setelah
5 hari pindah kos dompetnya
hilang beserta catatan alamat
dan No. telpon hilang semuanya
bersama dompet tersebut.
Pada hari ke 10 Wiwi rupanya
nelepon ke tempat kos lama,
yang menerima bukan pemilik
kos tapi anak kos sendiri
mengatakan Cs sudah pindah
tanpa mengasitahu alamat Cs
pindah. Dari situ awalnya putus
hubungan langsung, yang
membuat Cs kembali pada
perilaku pasaran. Tapi Cs
sangat bersyukur bahwa
kuliahnya bisa terselesaikan
dengan kegigihannya, walaupun
dia mengalami suka duka yang
pahit dan senang.
Atas kejadian itu pula
membayangi dirinya untuk bisa
berjumpa kembali, tapi apa
hendak dikata kalau tuhan
tidak merestui dan mengijinkan
sangat tidak masuk akal lagi
untuk ketemu. Cs pun mulai
terjun dan bergabung dengan
salah satu OKP (organisasi
kepemudaan) yang juga sangat
di segani dan di takuti diMedan
karena kearoganannya serta
uangnya yang banyak. Cs juga
terjerumus dengan pergaulan
bebas apalagi kondisi
perekonomian sampai saat ini
mencekik leher. Lapangan kerja
sangat minim menjadikan para
serjana banyak sekali
pengangguran.
Toh suatu saat Cs membaca
Koran terbitan Medan, melihat
adanya rubrik jodoh
menjadikan ianya ikut
bergabung serta
mencantumkan namanya. Suatu
malam tidak tahu persis malam
apa yang jelas pada bulan Juli
2005 ada seorang cewek yang
meneleponnya mengatasnakan
Dina Olivia masih mahasiwa di
perguruan tinggi negeri di
Medan, saat ini masih semester
7 yang mengingatkanku pada
wiwi.
Yang menjadi penasaran buat
ku ini orang sangat mistris
bagiku, kerena sampai saat ini
dianya tidak mau jupa dengan
ku karena sebuah penghalang
pacarnya yang sangat premitif
yang mengekang kebebasan
orang lain yang bukan istrinya
ini jelas pemerkosa Hak Azasi
Dina sendiri.
Padahal dari suaranyan,
sifatnya yang suka bercanda
sangat mirip sekali dengan Wiwi
yang membimbing akau pada
jalan yang di ridhoi tuhan yang
maha esa. Ini saatnya aku
dibikin berpikir tanpa batas
hanya karena telepon seorang
gadis yang tidak tahu persis
rimbanya. Adakah tuhan akan
mengabulkan permintaanku ini
untuk bertemu dengan sidia.
Aku (CS) ingin sekali berjumpa
dengannya, tapi (Dina) selalu
menolaknya, bahkan ia bilang
untuk melupakannya tanpa
sebab dan tujuan yang jelas.
Ini membuatku jadi makin
penasaran. Bila Koran ini ia
baca mudah-mudahan akan
terbuka pintu hatinya untuk
berjumpa tanpa meminta hal-
hal lainya.