PDA

View Full Version : Polly, Pengganti Kekasihku


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Namaku Florence dan sekarang
aku sedang berada di Roma,
Itali. Aku tinggal bersama
kekasihku yang bernama Erick.
Aku selalu bercinta dengan
Erick setiap malam hari dan itu
membuatku selalu horny. Suatu
ketika, Erick terpaksa pergi
menjalankan bisnis di Malaysia
selama seminggu dan aku
sendirian selama seminggu di
rumah. Aku sebenarnya ingin
sekali mencari teman pria di
saat kekasihku tidak di rumah
karena vaginaku terasa gatal
sekali tanpa adanya pria di
sisiku.
Di Apartemenku, Erick
memelihara seekor anjing
jantan dan kami sangat
menyayanginya. Di suatu hari
saat Erick tiada di rumah, aku
tengah menonton film porno
bersama Polly, nama anjingku.
Di saat aku sedang menonton
film porno itu, aku
membayangkan seandainya
Erick berada di sisiku dan
bersetubuh denganku. Hal ini
membuat vaginaku menjadi
basah dan aku menjadi sangat
terangsang.
Di saat aku sedang
terangsang, tiba-tiba Polly naik
ke atas tubuhku dan tiduran.
Ia sekali-kali mengonggong
karena dia mau minum. Lalu
timbul ide gilaku, aku
mengambil sekotak susu bubuk
dan mencampurnya dengan air.
Setelah itu, aku kembali ke
sofa di mana aku barusan
tiduran dan aku membuka
pakaianku semua. Setelah aku
bugil, aku menumpahkan susu
untuk Polly di liang vaginaku.
Setelah itu, aku memanggil
Polly dan sambil menggoyang-
goyangkan ekornya, dia
meloncat ke sisiku dan mulai
menjilati susu yang berada di
sekitar vaginaku. Polly mulai
menjilati vaginaku dan
klitorisku, ini membuatku
menjadi menggelinjang-gelinjang
dan tiba-tiba saja aku menjadi
mendesah kenikmatan tapi
Polly terus menjilati vaginaku
mungkin karena dia merasa
haus dan lapar makanya ia
terus menjilati susu di sekitar
ceruk bibir kewanitaanku.
Aku mendesah tak karuan
karena kenikmatan yang tiada
tara ini sambil aku memilin
puting di payudaraku. Aku
menjadi nikmat sekali dan Polly
masih terus menjilati vaginaku
karena di vaginaku masih
banyak susu yang tumpah dan
sebagian dari susu itu sudah
tumpah di sofa tempatku
tiduran. Aku masih ingat bahwa
di saat Polly menjilati vaginaku.
Aku sudah beberapa kali
mengalami klimaks yang nikmat
sekali, tetapi aku masih kurang
puas.
Setelah beberapa saat Polly
menjilati susu yang masih ada
di vaginaku. Akhirnya Polly
menghentikan jilatannya
karena sudah tidak ada susu
lagi, yang ada hanya cairan
kewanitaanku tetapi sekarang
Polly menjilati cairan itu dan
membuatku semakin menjadi
gila. Nikmat sekali, susah
dilukiskan dengan kata-kata.
Setelah itu, aku berteriak
keras karena ada sesuatu
kenikmatan yang mendorongku
untuk bergetar hebat dan
keluar dari vaginaku. Aku tahu
bahwa itulah cairan kenikmatan
seorang wanita. Aku kurang
puas dan aku langsung
mengangkat Polly. Aku melihat
penis Polly yang panjang dan
nampaknya lebih besar dari
punya Erick. Mungkin karena
Polly adalah seorang anjing
herder yang sangat besar dan
gagah jadinya ini yang
membuat penisnya besar sekali.
Aku mulai mengangkat Polly
dan nampaknya Polly
mengetahui maksud dari
majikannya sehingga dia hanya
menurut saja. Aku mulai
menghisap-hisap penis Polly
yang belum tegang dan
nampaknya Polly mulai
menikmati karena terlihat di
saat Polly menjulurkan lidahnya
dan menggonggong beberapa
kali. Aku tidak perduli dan aku
terus menghisapnya. Akhirnya
aku sudah tidak tahan lagi dan
aku memaksa supaya penis
Polly yang panjang dan sudah
tegang itu memasukki liang
kenikmatanku. Polly tidak
memperlihat perlawanan dan ia
nampak menuruti kemauan
majikannya.
Setelah kemaluan Polly
memasuki liang vaginaku,
rasanya nikmat sekali dan aku
mulai memeluk Polly yang
berada di atasku. Nampaknya
Polly juga menikmatinya karena
dia mulai menjilati mukaku
sehingga wajahku menjadi
penuh dengan air liur anjing.
Aku terus memeluk dan
menggoyang-goyangkan tubuh
Polly dan ini membuat penis
Polly mengocok keras liang
kenikmatanku. Aku mendesah
tak karuan dan tanpa kusadari
mencium moncong Polly dan
menjilati moncong Polly yang
basah. Aku terus bergoyang
dan bergoyang sampai
akhirnya aku merasakan ada
sesuatu yang keluar dari dalam
diriku. Aku terus mendorong-
dorong supaya penis Polly
terus memasukki liang
kenikmatanku dan akhirnya
aku merasakan bahwa Polly
sudah klimaks dan aku
merasakan ada air mani anjing
yang memenuhi liang
kenikmatanku. Di saat yang
bersamaan, aku juga tidak
tahan lagi dan aku
mengeluarkan cairan
kewanitaanku yang membasahi
penis Polly. Aku masih ingat
bahwa di saat Polly klimaks, ia
melolong-lolong dan
menggonggong bagaikan srigala
dan aku sempat kaget tapi
aku tetap cuek saja.
Akhirnya aku melepaskan Polly
dari pelukanku dan ia
mengibas-ngibaskan ekornya
sambil mengarahkannya ke
vaginaku. Aku masih capek
sekali karena kenikmatan yang
baru kurasakan dari anjing
peliharaan kami. Masih belum
reda rasa lelahku, Polly
sepertinya melihat ada cairan
yang keluar dari dalam
vaginaku dan karena ia pikir
itu susu untuk dia, dia menjilati
vaginaku yang masih basah
oleh spermanya dan cairanku
sendiri. Hal ini membuatku
bergairah kembali dan aku
mendesah terus sambil memilin-
milin putingku kembali dan ini
membuat hari terindah dalam
kehidupanku. Akhirnya aku
bergetar dan mengeluarkan
kenikmatanku lewat cairan
yang keluar dari vaginaku. Aku
akhirnya mengangkat Polly
turun dari sofa dan
memasukkannya ke kandang. Di
saat Polly sudah berada di
kandang, dia mengonggong
kepadaku seakan-akan
mengucapkan terima kasih
atau marah, aku sudah tidak
tahu lagi.
Setelah itu, aku mandi untuk
melepaskan bau anjing yang
masih melekat di dalam
badanku. Aku sempat
tersenyum sendiri di kamar
mandi mengingat pengalaman
seks-ku bersama Polly, anjing
peliharaan kami. Aku sempat
tidak percaya bahwa seekor
anjing bisa memuaskanku
berkali-kali. Aku terus
melakukan perbuatanku
bersama Polly selama Erick
tidak ada di rumah.
Seminggu kemudian, Erick
kembali dari Malaysia dan
setelah dia kembali, aku
bercinta dengan Erick lagi.
Kadang-kadang ketika aku
berciuman dengan Erick, aku
mendengar gonggongan Polly,
mungkin dia cemburu karena
dia tidak mendapat jatahnya?
he.. he..he.., tapi aku tetap
tidak bisa melupakan
pengalaman bercinta dengan
seekor anjing.