PDA

View Full Version : Karyawan Asing


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Group tempat aku bekerja
banyak sekali tenaga-tenaga
asing yang ditempatkan
diberbagai tempat. Salah
satunya berada dalam
lingkunganku, dia dari
Hongkong dan wanita lagi.
Profesinya sebagai tenaga ahli
dalam bidang promosi,
periklanan, sales dan
marketing. Mulai dari research
lapangan dan sebagainya
sampai produk barang.
Namanya Angelique Khoo, tinggi
semampai, kulit bersih, mata
agak sipit dan hidung mancung,
rambut sebahu, dan selalu
mengenakan rok mini.
Kebetulan sekali aku pekerjaan
terlibat langsung dengannya,
sehingga ruangannya satu
kamar dengan aku dan
mejanya berhadapan denganku.
Satu minggu berselang dia
minta agar aku mengantarkan
untuk cek pasar soalnya dia
nggak bisa bahasa indonesia
dan mulai kuajarkan sedikit
sedikit. Ditengah perjalanan dia
menawarkan aku untuk
mengantarkannya kesuatu
tempat yang menyenangkan
sore nanti. OK jawabku tanpa
memikirkan selanjutnya.
Kebetulan cewekku Amanda
sedang pulang kerumah orang
tuannya dibandung, jadi aku
bisa pergi dengan Angel.
Setelah research pasar, kami
kembali kekantor dan
menunggu jam kantor selesai
sambil menyelesaikan sisa
pekerjaan. Jam tujuh kami
berangkat dari kantor menuju
rumah makan padang
dikawasan Juanda, aku memilih
tempat disamping karena
didalam sudah ramai. Selama
aku ngobrol dengannya aku
tawarkan jika dia bersedia aku
ajak untuk nonton tari
striptease laki-laki dan
ternyata lagi dia mau.
Segera aku angkat kaki dari
rumah makan tersebut untuk
cari pakaian yang sesuai
dengan acara tersebut ke
pusat perbelanjaan kawasan
bundaran HI A Sogo. Putar-
putar sampai jam sembilan
malam, baru kami berdua
menuju kawasan kuningan
untuk menyaksikan tarian
tersebut.
Kuparkir kendaraankuO lalu
kami masuk berdua kedalam
yang ternyata sebagian besar
(kira-kira 80%) adalah wanita
dari berbagai kalangan dan
umur. Kami pesan tempat dan
aku pesan minuman yang
menyegarkanO ternyata dia
minta minuman yang kalau
dikonsumsi terlalu banyak akan
memabukan. Tepat jam sepuluh
dimulailah acara tersebut mulai
dari musik yang ringan dan
penari (laki-laki) dengan
pakaian yang masih lengkap
sampai musik yang
menghentak-hentak dan penari
tersebut sampai polosO. yang
tinggal hanya kancutnya saja
sambil meliuk-liukan badannyaO
aku perhatikan Angel yang
mulai terpengaruh suasana
meneriakan kata-kata yang
kurang jelas kudengarO karena
semua penonton umumnya
kaum wanita berteriak
histerisO
Jam dua belas malam selesai
acara tersebut, kutuntun
Angel kemobilku karena dia
mulai mabuk akibat terlalu
banyak mengkonsumsi minuman
dan kuantarkan ke
apartemennya dikawasan
Gandaria kebayoran baru.
Kuantar sampai kedalam
kamarnya dilantai 4, aku
istirahat sejenak disofanya.
Angel bangun dan menghampiri
diriku untuk mengucapkan
terima kasih dan selamat
malamO tapi tubuhnya jatuh
dalam pelukanku sehingga
nafsuku mulai bangkit. Kuciumi
dari kening, mata, hidung
hingga mulutO disambutnya
ciumanku dengan permainan
lidahnya yang sudah
profesional. Lama kami
berciuman dan aku mulai
meremas teteknya yang agak
kenyalO lalu kubuka resleting
bajunyaO. kemudian kususupkan
tanganku kedalam behanya
untuk meremas teteknya lagi
dan memainkan putingnyaO.
sambil terus berciuman. Satu
persatu pakaiannya jatuh
kelantaiO behaO cdO tapi kami
masih berciuman. Tanganku tak
tinggal diam.. meremas diatas
sesekali memainkan puting dan
meraba dan memainkan
dibagian vaginanyaO oiO.
rambutnya yang gondrongO.
hitamO.
Vagina Angel telah banjir
akibat otot vaginanya
mengeluarkan cairan karena
rangsangan darikuO tangannya
mulai membuka satu persaatu
pakaiannku sampai kami berdua
bugil alias telanjang bulat.
Kusodok sodok jari tengahku
kedalam vaginanya
"SssshhhO.. oohhhO. GungO.
pleaseO.. ssssshhhhhO. donEt
stopO. aaaaahhhhhhhO."
Terus jari telunjukku
memainkan klitorisnya yang
mulai menegang.
"SssshhhhhO aaahhhhO.." dan
dia mulai merebahkan
badannya disofa kuciumi lagi
putingnya dan kusodok-sodok
lagi vaginanya dengan dua jari.
"SsssshhhhhO..
aaaaahhhhhhO..ooohhhh my
gooooodddd O.ssssshhhhhh O.."
Angel mulai mencari-cari
penisku yang sudah tegang
sejak menuntun dia dari
kuningan tadiO. dan mulai
menghisap penisku mulai dari
kepala
"SsssshhhhhO aaahhhhO..
AngelO.. aaaahhhhhO. ssshhhhh
O."
Perlahan lahan mulutnya masuk
dan melahap penisku semuanya.
"Ssssshhhhhhh O..
hhhhhmmmmmmO..,"
Kutambah jariku satu lagi
hingga tiga yang masuk
kedalam vaginanya.
"SsssshhhhhO. aaachhhhO.,"
tambah satu lagi hingga hanya
jempol saja yang masih diluar
memainkan klitorisnya.
"SsssshhhhO. hhhhmmmO..," aku
melepaskan penisku dari
mulutnya dan mulai kuarahkan
kebibir vaginanya yang banjirO..
perlahan lahan kudorong
penisku.
"SssshhhhhO. oooohhhhhO.
AgungO. hhhhmmmmmmO.,"
Bibir bawahnya menggigit bibir
atasnya, kuangkat kedua
padanya dan kusandarkan
disandaran sofa yang sebelah
kiri sedang yang kanan
kuangkat danO "bless.."
"AaaahhhO.. sssshhhhO.,"
kuayunkan perlahan lahan.
"SssshhhhhO ooohhh my godO..
come onO sssshhhhhO," terus
kuayunkan hingga kupercepat
ayunanku.
"SssssshhhhhhhO AngelO aku
mau keluar nichO.,"
"SssshhhhhO. aaaahhhhhhO,"
kedua pahanya mulai dijepitkan
pada pinggangku sambil terus
menggoyangkan pantatnya.
"SssshhhhhhO. aaaahhhO.."
Tiba tiba Angel menjerit
histeris..
"OoooooohhhhhhO.
ssssshhhhhhO. ssshhhhhO.
sssshhhO.," ternyata dia sudah
keluar, aku terus menggenjot
pantatku semakin cepat dan
keras hingga mentok kedasar
vaginanya
"SshhhhhO. aaaahhhhO
aaaagggggghhhhhO.,"
"CretttttO crrreettttO
ccrreeettO.," kutekan pantatku
hingga penisku menempel dasar
vaginanya, dan keluarlah
maniku kedalam liang
vaginanya.
"SssshhhhhO bbbbrrrrrrOO.,"
saat terakhir maniku keluar,
akupun lemas tetapi tidak aku
cabut melainkan menaikan lagi
kedua pahanya hingga dengan
jelas aku lihat bagaimana
penisku masuk kedalam
vaginanya Angelina yang
dikelilingi oleh rambutnya yang
lebat. Kebelai rambutnya sambil
sesekali menyentuh klitorisnya
"SsssshhhhhhO aaahhhhhO,"
aku mulai mengayunkan kembali
penisku, biar agak ngilu aku
paksakan. Kapan lagiOO
"SssshhhhhO.. aaaahhhhhO
hhhmmmmO," aku meminta
Angel untuk posisi nungging
dengan tidak melepaskan
penisku dalam vaginanya.
Penisku terasa dipelintir oleh
vaginanya, terus kugenjot lagi
"sssshhhO. ssshhhhhO"
Angel mendorong pantatnya.
"AaaaaaachhhhhhhO againO.
ssssshhhhhO," dia sudah keluar
lagi.
Aku masih asik mengoyang
pantatku sambil meremas
teteknya yang dari tadi aku
biarkan. "SssshhhhhO
hhhhmmmmO. aaaahhhhO."
"CreeetttttO creeettO,"
akupun menekan pantatku dan
menarik pinggulnya hingga
penisku mentok lagi didasar
vaginanya, kami berdua sama
sama lemasO.
Kuambil sebatang rokok,
kunyalakan dan kuhisap. Angel
meminta rokok tersebut, aku
nyalakan lagi. Kami duduk dan
sama sama menikmati
permainan tersebut sambil
merokok dan meremas
kemaluan kami masing masingO.
Kuangkat tubuh Angel
ketempat tidurO.. kami tidak
membereskan
pakaian kami yang masih
berserakan dilantai ruang
tamuO aku putar jam beker
tepat pukul lima soalnya aku
mau pulangO. angel mulai
merapatkan matanya sambil
tangannnya merangkul dan
tubuhnya yang berkeringat
merapat ketubuhkuO meskipun
udara dirungan sudah dingin
tetapi tubuh kami masih
berkeringat akibat permainan
tadiO.
Jam beker berderingO aku
bangun.. lalu cuci muka dan
siap untuk berangkat menuju
rumahku karena masih banyak
pekerjaan yang harus
diselesaikan. Pagi harinya aku
bertemu lagi dengan AngelO
wajahnya yang ceria dan
tubuhnya yang segarO kusapa
dia O morningO. lalu crupppO.
crupO.. tak disangka dia
menciumku..
ThanksO. katakuO anytimeO.
katanya.. lalu kubalas kucium
lagi diaO.crupO
Kami bekerja seperti biasaO
tanpa sepengetahuan pacarku
Amanda.