PDA

View Full Version : Waitress Bule


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Aku mau bagi-bagi
pengalamanku kepada pembaca
yang oke ini. Ini merupakan
pengalaman sekali seumur
hidupku. Sekarang aku sekolah
di Australia. Di sini banyak
sekali disco party yang
diadakan juga oleh anak-anak
Indonesia. Nah kebetulan last
weekend kemarin ada party di
satu pub di Downtown. Aku
pergi ke sana bersama teman-
temanku. Pembaca semua kan
tahu kalau kebiasaan di party
tambah malam tambah ramai.
Party ini baru dimulai jam 10
malam, tapi aku pergi sekitar
jam 11. Ternyata yang datang
sudah lumayan banyak. Kira-
kira jam 12 malam, sudah
banyak sekali orang yang
disco, minum-minum, merokok
di smoking area. Sekarang
baru dikeluarkan peraturan
bahwa setiap bar atau pub di
Perth tidak boleh merokok di
dalam, jadi di party ini
disediakan tempat merokok.
Pokoknya suasananya enak
sekali deh. Terus aku minum-
minum bersama temanku di
dekat barnya. Bar ini dekat
sekali dengan tempat disco-
nya, jadi sambil minum-minum
dan ngobrol kita bisa
mengecengin orang yang
sedang disco. Temanku
mengajakku minum, kuladeni
tapi dia menyuruhku yang
memesan minumannya.
Kebetulan ada waitress yang
lewat, kupanggil lalu kupesan
minuman beer. Waitress-nya
orang Amerika. Wajahnya oke,
terus body oke, buah dadanya
kira-kira 36B, pokoknya oke.
Temanku terus mengajakku
taruhan $500 kalau aku bisa
bersenggama dengan waitress
itu. Aku sanggupi taruhannya.
Waktu waitress-nya datang
membawa minuman, kuberi
tipnya agak besar (di sini kalau
pesan apa-apa mesti bayar
tip). "Oh, thank you. My name
is Stephanie. Do you need
anything else? Call me if you
want to order again."
Waitress-nya terlihat senang
sekali. Kubilang bahwa aku
nanti pesan lagi ke dia. Terus
dia pergi lagi meladeni orang
lain yang mau pesan minum.
Sesudah beer-nya habis,
kupanggil lagi si waitress itu,
pesan minuman lagi. Waktu
datang, kubayar sambil aku
menggodanya. Ternyata dia
suka. Habis menggoda sambil
ngobrol sebentar, kutanya jam
berapa dia selesai kerja. Aku
bilang aku mau mengajaknya
jalan-jalan. Dia bilang beres jam
2 pagi. Aku bilang nanti
kutunggu di tempat yang
kutunjuk. Dia bilang oke. Beres
langkah pertamaku.
Akhirnya kini sudah jam 2 pagi.
Teman-temanku sudah tidak
sabar mendengar kabar
baiknya, tapi mereka pergi lagi
ke tempat lain. Terus aku
langsung ketemu waitress itu
yang sudah siap pergi, tidak
lagi memakai pakaian kerja.
Lagian party kan agak gelap
jadi tidak begitu jelas
melihatnya. Waktu aku ketemu
dia, wow man, bodinya dan
buah dadanya membuatku
terangsang. Terus kubawa saja
dia ke restoran Thailand
(restorannya buka sampai
pagi), ngobrol-ngobrol
tentangnya sambil minum.
Ternyata ngobrol dengannya
enak sekali sepertinya aku
sudah mengenalnya sejak dulu.
Akhirnya omongannya
merembet ke arah gituan. Aku
sudah bernafsu sekali.
Pelan-pelan kudekati dia terus
kucium pipi, ke leher sampai
akhirnya ke bibirnya. Kebetulan
kita duduknya agak mojok jadi
tidak begitu kelihatan orang
lain, sudah begitu aku sempat
melihat jam menunjukkan jam 4
pagi, jadi sudah sepi sekali.
Ternyata aku menerima
responnya. Kutanyakan
kepadanya apakah mau gituan
denganku. Tahu-tahunya dia
mau. Akhirnya kita setuju mau
ke tempatku soalnya tidak
begitu jauh. Langsung saja
kami pergi ke tempatku.
Di mobil, tanganku sudah mulai
gatal. Satu tangan pegang
setir, satu lagi berkelana.
Pelan-pelan tanganku
menyelusup ke paha terus ke
daerah selangkangannya.
Kebetulan dia memakai rok,
jadi tanganku tidak ada
kesulitan masuk ke sela-sela
pahanya. Dia menikmati benar
elusanku. "MmmhO mmhO
ooohhO ohhhO" Setelah kira-
kira 10 menit aku merasa CD-
nya mulai agak basah, aku
berhenti mengelus-elus lagi
soalnya sudah sampai. Setelah
sampai di apartemenku,
kugendong dia sambil ciuman.
Lidahku pun beraksi. Dia agresif
sekali. Kedua tangannya
memeluk leherku, terus
kakinya ke pinggangku. Sampai
di kamarku, kita masih ciuman.
Tanganku mulai meraba buah
dadanya yang aduhai besarnya.
Baru kali ini aku merasakan
buah dada orang bule, mimpi
apa aku semalam. Kuremas-
remas buah dadanya, dia
semakin nafsu saja. Aku sudah
tidak tahan ingin bersetubuh
dengannya, kubuka baju serta
roknya. Dia juga membuka baju
dan celanaku. Sekarang dia
tinggal memakai BH dan CD
hitam, sedangkan aku tinggal
memakai CD, aku melihatnya
jadi tambah nafsu. Sepertinya
warna hitam itu simbol warna
seks. Kupeluk dia dari belakang
sambil mengelus-elus buah
dadanya sambil mencium
lehernya.
Terus kubuka BH-nya. Ini
moment yang menggairahkan.
Kuelus-elus buah dadanya yang
mulus itu. Dia juga kelihatannya
terangsang sekali. Kubuka CD-
nya pelan-pelan terus giliran
dia membuka CD-ku.
Kemaluanku sudah tegang
sekali. Dia melihat kemaluanku
lalu mengelus-elus batang
kemaluanku. "OhO ohO mmhhhO"
tidak berapa lama otomatis dia
menghisap batang kemaluanku
"OhO yesO ohO" Mainan lidah
dan mulutnya yang sudah prof
itu membuat kemaluanku
tegang sempurna. Sudah 10
menit kira-kira dia menghisap
batang kemaluanku. Aku sudah
hampir keluar tapi kutahan
dan kusuruh dia berhenti.
Terus kurebahkan dia di
ranjang. Kubuka pahanya
lebar-lebar, kelihatan bulu
kemaluannya rapi berwarna
coklat dan liang kemaluannya
yang merah merekah.
Kujilati buah dada dan puting
susunya. Dia meringis
kenikmatan. Kira-kira kujilati
sekitar 5 menit buah dadanya
secara bergiliran kanan dan
kiri. Terus kujilati dan
kumainkan klitorisnya,
tanganku yang satu mengelus-
elus pahanya, satu lagi
mengelus-elus buah dadanya.
Dia menikmati nikmatnya
jilatanku, "MmmhhhO oohO yesO
babyO uuhhO fasterO uhhhO"
Setelah hampir 10 menit dia
mulai orgasme. Dia sudah
seperti kemasukan setan,
kupercepat gerakan lidahku.
Akhirnya dari liang
kemaluannya mengeluarkan
banyak cairan. Kujilati
cairannya sampai bersih meski
agak bau dan asam. Tapi aku
suka. Aku memulai aksiku tapi
sebelumnya aku memakai
kondom dulu takut resiko
penyakit. Kuarahkan batang
kemaluanku ke lubang
kemaluannya yang sudah
terangsang sekali, terus
kumasukkan pelan-pelan,
"BlessO" masuklah batang
kemaluanku ke lubang
kemaluannya, "OhO mmhhO"
aku tidak ada masalah
memasukkan batang
kemaluanku ke lubang
kemaluannya, soalnya dia
sudah tidak perawan lagi dan
kemaluannya sudah agak
basah. Pelan-pelan kugenjot
dia sambil berciuman.
Beberapa saat kemudian,
tempo permainanku
kupercepat. Dia meringis
kenikmatan, kupercepat lagi,
dia semakin agresif. Kira-kira
15 menit permainan kami
berlangsung, dia mengeluarkan
cairan lagi. Aku bisa merasakan
karena gerakanku makin licin.
Setelah mengambil nafas
sebentar, aku bilang mau ganti
posisi doggy style. Terus dia
menungging di dekat pinggir
ranjang. Kuelus-elus pantatnya
yang montok, kemudian
kuarahkan kemaluanku dan
memasukkan pelan-pelan.
Tanganku mengelus-elus buah
dadanya, "OhhO uuuhO uhhO"
dia kenikmatan. Terus kugenjot
lagi semakin cepat, dia mulai
klimaks sekarang, "OhhO ahhhO
aaahhO mmmhhhO" dia mau
keluar, tapi aku masih bisa
menahan punyaku. Akhirnya
liang kemaluannya berlepotan
cairan kewanitaannya. Kucabut
kemaluanku sambil membalikkan
badannya dan menyuruhnya
rebahan di tepi ranjang. Kujilati
bibir kemaluannya sampai
bersih lalu kusuruh dia main di
atas. Aku rebahan, lalu dia
dengan posisi jongkok di atas
badanku mencoba memasukkan
batang kemaluanku ke lubang
kemaluannya. "BlessO" dia
menggoyangkan pinggulnya dan
pantatnya. Dia percepat
goyangannya "AahhO aahhhO
ahhO" aku bilang bahwa aku
sudah mau keluar. Dia
menggenjot sebentar kemudian
berdiri melepaskan kondomku,
terus dia mengisap batang
kemaluanku dengan ganas. "Oh..
nikmat sekaliO" akhirnya
spermaku muncrat di dalam
mulutnya, enak sekali rasanya.
Dia menjilati spermaku sampai
bersih.
Sesudah permainan ini selesai,
kita tidur dalam keadaan bugil.
Kita baru bangun jam 3 sore,
lalu kuantarkan dia pulang.
Sampai di rumahnya, aku sudah
janjian mau ketemu lagi dan
menanyakan nomor teleponnya.
Akhirnya aku telepon temanku
dan akhirnya dapat $500 dari
temanku itu. Lumayan $500
buat menutupi bayar
apartemenku dan dapat
kenikmatan tiada tara lagi.
Sering-sering taruhan seperti
begini oke juga.