PDA

View Full Version : Sensasiku


knock
10-10-2015, 05:57 AM
Namaku Lia, statusku masih
membujang tetapi sudah tidak
gadis lagi, usiaku 28 tahun,
cantik, manis, tinggi 170 cm,
bodiku atletis dan sexy, aku
adalah seorang dokter hewan,
sehari-hari aku magang di
Kebun Binatang Surabaya
(KBS), berdomisili di Surabaya.
silakan kontak aku kalau mau
berkenalan dan dimohon serius
jangan bercanda.
Libidoku sangat tinggi sehingga
hampir setiap hari kalau aku
tidak melakukan hubungan sex
maka aku selalu melakukan
masturbasi, malam hari di
kamarku aku sering
melakukannya dan tak jarang
aku juga melakukannya di KBS
tempatku bekerja, kalau di
kebun binatang biasanya
kulakukan di kamar mandi
kantor klinik hewan atau
terkadang malah di dalam
kantor kliniknya, tentu saat
sepi dan pada istirahat siang
karena pada saat istirahat
makan siang para dokter
hewan lainnya pada pergi ke
kantin selama satu jam, nah!
Pada saat-saat seperti itulah
aku melakukan aktifitas
kebiasanku melakukan
swalayan memuaskan nafsu
birahiku, namun tak jarang aku
melakukannya dengan para
keeper (perawat satwa) tapi
kupilih yang berwajah ganteng,
rata-rata dari mereka
bertubuh macho mungkin
karena terbiasa bekerja keras
menangani satwa.
Seperti hari-hari biasanya pagi
itu aku datang ke KBS sebelum
ke klinik hewan yang terletah
dibelakang, aku sempatkan
untuk keliling kontrol dulu dari
kandang ke kandang
memantau barang kali ada
Satwa yang sakit atau kurang
sehat, aku keliling ke samping
belakang ke daerah hewan
karnivora, sampailah aku di
depan kandang singa. Saat itu
seekor singa baru saja dilepas
dari kandangnya ke halaman
tempat peraga dan bermain,
seekor singa jantan begitu
dilepas langsung mengejar
seekor singa betina dengan
penuh nafsu, setelah berhasil
mengejar dan menubruknya,
sang singa jantan mengaum
keras sambil menjilati singa
betina, sang singa jantan
menjilat kepala, punggung,
pinggang hingga ekor sang
singa betina, yang terakhir
sang singa jantan menjilati
kelamin sang singa betina
sehingga membuat si betina
mengaum keenakan.
Melihat adegan ini tiba-tiba
bulu kudukku berdiri, badanku
terasa merinding, gejolak
nafsuku pun timbul, nafasku
mulai tidak teratur dan dapat
kurasakan ujung CD-ku mulai
basah, hari ini aku memakai
hem longgar tanpa BH, aku
memang tidak terbiasa
memakai BH, aku memakai rok
bawahan mini yang bagian
bawahnya lebar, di dalamnya
aku memakai CD G String tipis
dan minim sekali, hanya ada
sedikit kain tipis sebesar dua
jari menutupi lubang
kemaluanku, selebihnya berupa
tali nylon yang melingkar
melewati bawah
selangkanganku hingga terjepit
belahan pantatku sampai
pinggang belakang yang
sambung dengan tali nylon
melingkar pinggangku, model G
String warna pink yang
kupakai ada ikatan di samping
kanan dan kiri pinggangku,
akibat melihat adegan yang
dilakukan sepasang singa ini
tadi selembar kecil kain tipis
yang menutupi liang vaginaku
jadi basah oleh lendir hangat
yang tiba-tiba mengalir keluar
dari dalang liang senggamaku.
Selesai melakukan adegan
ciuman sebagai pemanasan
maka sang singa jantan
langsung melakukan adegan
doggie style memasukkan
penisnya ke lubang kemaluan
sang singa betina, sang singa
jantan langsung saja
melakukan kocokan dengan
kuat, tak berapa lama kemudia
sepasang singa ini sama-sama
mengaum dengan keras dan
sang betina membalik sambil
setengah berguling ditanah,
rupanya keduanya telah
mencapai orgasme, melihat
adegan ini tanpa terasa
tangan kananku ke bawah dan
meraba selangkanganku dari
luar rok yang kupakai, tapi
tak berlangsung lama aku
langsung sadar dan bergegas
menuju ke kantor klinik hewan
yang jaraknya tidak begitu
jauh dari kandang singa,
nafasku turun naik mengingat
peristiwa yang baru saja
kulihat, memang tantanganku
yang paling berat bekerja di
KBS adalah bila saat aku
melihat ada satwa yang
sedang bersenggama, nafsuku
langsung akan memuncak
mencari penyaluran.
Pagi ini masih sepi karena
sebagian dokter belum datang
dan mungkin sebagian lagi
sudah datang tapi masih
kontrol ke sangkar-sangkar
yang lain, aku memasuki
kantor klinik yang masih sepi,
di dekat samping pintu masuk
ada keranjang berisikan aneka
buah-buahan dan sayur mayur
untuk hewan yang perlu
dirawat di ruang karantina di
samping klinik, mataku melihat
ada ketimun di tumpukan
buah-buahan dan sayur mayur,
tanpa pikir panjang cepat-
cepat kuraih sebuah ketimun
tanpa sempat memilih lagi,
sialnya yang kuraih ketimunnya
cukup besar dan panjang,
genggamanku penuh untuk
menggenggam ketimun yang
kuambil, panjangnya sekitar
dua puluh lima centi lebih,
langsung aku masuk ke kantor
klinik yang masih sepi, hanya
ada seekor anjing Herder
sedang tidur diujung kantor
yang dingin ber AC itu, aku
langsung duduk di kursi dan
kuangkat kedua kakiku
kuletakkan di atas meja.
Kurenggangkan pahaku
sehingga selangkanganku
terkuak lebar, dudukku agak
maju di ujung kursi dan
badanku kusandarkan agak
merosot ke bawah, setelah
menemukan posisi yang pas
akupun mulai menggosok-
gosokkan ujung ketimun tadi di
bibir vaginaku, tangan kiriku
menyibak kain CD-ku yang
hanya sedikit menutupi liang
vaginaku, maka terbebaslah
saat ini vaginaku dari penutup,
kugesekkan terus ujung
ketimun tadi di bibir vaginaku,
hanya beberapa gesekan saja
vaginaku telah basah kuyup,
kini giliran klitorisku kugosok
pelan dengan ujung ketimun
tadi, rasanya luar biasa,
kutekan-tekan sedikit diujung
klitorisku dan kuputar-putar..
"Aaa.. Uuff! Oo.. Oouuh! Aa..
Cch!"
Aku tidak kuat menahan
ledakan yang ada di bawah
pusarku, rasanya aku hampir
orgasme, gesekanku makin
kuat dan cairan yang mengalir
dari liang senggamakupun
makin banyak hingga akhirnya..
"Aaahh.. Aa.. Uuf..!"
Akhirnya aku pun orgasme. Tak
puas sampai disini, ketimun
yang sejak tadi kupakai
melampiaskan nafsuku ujungnya
mulai kumasukkan pelan-pelan
ke dalam liang vaginaku,
kusodokkan pelan-pelan, mula-
mula keluar masuk hanya
sekitar tiga centi, makin lama
makin dalam kumasukkan
ketimun itu, tangan kiriku tak
tinggal diam, jari-jari tangan
kiriku meraba klitorisku,
kuusap-usapkan ujung
klitorisku dan kupelintir-pelintir
pelan dengan jariku, sambil
tangan kananku dengan irama
yang tetap mengocok ketimun
tadi keluar masuk hingga
hampir seluruhnya ketimun
yang besar dan cukup panjang
tadi tertelan ke dalam liang
vaginaku. Aku benar-benar
mengalami kenikmatan yang
luar biasa.
"NnghhO", Aku hanya berani
menlenguh pada hal aku ingin
berteriak rasanya, kenikmatan
yang kualami mencapai ubun-
ubun kepalak.
"Aaa.. Aaff!", kemudian aku
mencapai orgasme yang kedua
kalinya.
Akhirnya aku terkulai lemas di
kursi dalam posisi kedua kakiku
masih di atas meja dan pahaku
masih mengangkang, ketimun
yang kupakai tadi sengaja
masih kubenamkan di dalam
vaginaku, leherku tersandar di
kursi beberapa saat sampai
aku dikejutkan oleh elusan di
selangkanganku, rupanya
tanpa kusadari sejak tadi apa
yang kulakukan diperhatikan
oleh anjing herder jantan yang
sejak tadi memang ada di
ruang kantor klinik, rupanya
cairan vaginaku yang meluber
tadi menetes ke lantai dan
membasahi lantai di bawah
kursi putar yang kududuki, dan
dengan diam-diam pula tanpa
kusadari si anjing herder tadi
menjilati cairanku yang di
lantai, setelah habis dijilat
semua rupanya anjing herder
ini masih merasa kurang dan
mencari sumber keluarnya
cairan tadi, maka ditemukanlah
sumbernya yang mengalir
melalui belahan pantatku yang
sintal, maka dijilatnya
selangkanganku.
Pada jilatan pertama tadi
cukup membuatku terkejut
tapi untungnya aku tidak
melakukan gerakan yang dapat
membuatnya takut atau ikut
terkejut, hingga jilatan
berikutnya dapat kurasakan
lebih nikmat karena aku sudah
mulai terbiasa dengan lidahnya
yang panjang dan kasar itu,
pelan-pelan ketimun yang
sejak tadi masih terbenam
dalam liang vaginaku kucabut
keluar supaya dapat
memberikan ruang yang lebih
leluasa bagi anjing herder ini
untuk menikmati kemaluanku.
Akibat kucabut keluar maka
cairan lendirku yang sejak tadi
terbendung di dalam akhirnya
keluar dengan derasnya.
Seperti telah terlatih maka
anjing herder jantan tadi terus
dengan rakusnya menjilat
vaginaku, saat lidahnya yang
panjang dan kasar tadi
menjilat klitorisku aku pun
tersentak geli dan nikmat.
"Uuu.. Uuf!" Belum pernah
vaginaku merasakan jilatan
yang senikmat ini, aku kembali
merasakan akan mencapai
puncak kenikmatan dan..
"Ooo.. Ooch!" Tumpah kembali
sudah cairan agak kental dari
dalam liang vaginaku, aku
mengalami orgasme yang
ketiga kalinya, Gila!
Setelah selesai mengalami tiga
kali nikmatnya orgasme maka
aku pun bergegas berdiri
sambil menghalau pergi anjing
herder itu, saat aku berdiri
CD-ku terjatuh ke lantai,
rupanya tanpa kusadari sejak
tadi CD-ku sudah terlepas dan
begitu terjatuh CD-ku langsung
disambar anjing herder tadi
dan digondol lari keluar.
Aku berusaha mengejar namun
sia-sia karena dia lebih cepat
larinya, aku pun berbalik dan
masuk ke kamar mandi mencuci
selangkangan dan vaginaku
bersih-bersih dengan sabun.
Terus terang aku jadi tiba-tiba
takut akan kuman yang bisa
saja dibawa oleh si herder tadi
melalui liurnya masuk ke dalam
tubuhku melalui liang vaginaku.
Selesai membersihkan
selangkangan dan vagina,
akupun keluar ruangan kantor
klinik dan melanjutkan tugasku
berkeliling memeriksa kalau-
kalau ada satwa yang sakit
atau kurang sehat, hanya saja
kali ini aku berjalan lebih hati-
hati sebab aku tidak memakai
CD lagi sedangkan rok yang
kupakai cukup mini dan cukup
lebar bawahnya, semoga saja
tidak ada angin nakal yang
bertiup hingga membuat rokku
terangkat, bisa celaka!