PDA

View Full Version : Just For Fun


knock
10-10-2015, 05:56 AM
ni Pengalamanku sebenarnya,
sengaja aku samarkan namaku
dan suamiku agar dia tidak
tersinggung dan tidak tahu
kalau ini yang nulis saya, Kalau
sampai tahu kan nggak enak
dong, bisa tengkar nantinya.
Kejadian ini tidak pernah
kuduga sebelumnya, Selama ini
rumah tanggaku berjalan baik
dan aku tidak pernah
melakukan hubungan sex selain
dengan suamiku sendiri. Ade,
suamiku seorang kontraktor
yang cukup besar di kota
Malang Jawa Timur, hampir
setiap hari waktunya habis
dikantor untuk mengurus
proyek dan proyeknya. Aku
sendiri Dini menikah dengan
Ade, kakak tingkat kuliahku di
Perguaruan Tinggi Bandung , 2
tahun diatasku.Kehidupan
sexku biasa saja, dan
cenderung membosankan
padahal kurasakan sampai
sekarang gairahku cepat sekali
memuncak dan kalau
melakukan hubungan intim aku
suka sekali berlama- lama
menikmati dengan berbagai
variasi, tetapi suamiku
orangnya kuno dalam
melakukan hubungan sex
dengan cara yang biasa saja,
dia diatas dan aku dibawah,
kadang aku kepingin juga cara
lain seperti pada video porno
yang pernah kulihat saat
suamiku pergi, tapi tidak
pernah kesampaian, karena
pernah kuutarakan pada
suamiku dia tidaka menjawab
apapun, sehingga kadang aku
merasa tidak puas. Aku sering
juga melakukan masturbasi
untuk menambah kepuasanku
sambil membayangkan wajah
seseorang dengan penis
menantang. Saat ini aku
dikaruniai 2 orang anak yang
cukup manis dan ganteng. Aku
sendiri memiliki beberapa
kesibukan dirumah dengan
membuat caterring untuk
beberapa perusahaan yang
ada di Malang . Jadi dari segi
materi aku bisa dikatakan
sudah cukup.
Untuk mengisi waktu luang aku
sempatkan mengikuti kegiatan
kesehatan berupa senam pada
sanggar senam tertentu hal ini
aku lakukan untuk menjaga
stamina dan juga tubuhku biar
tidak gembrot, dan hasilnya
lumayan saat ini tinggi badanku
165 cm, rambutku hitam pekat,
mata coklat, pinggangku cukup
ramping pantat juga berisi dan
yang penting payudaraku tidak
kendor walaupn pernah
menyusui dan ukurannya cukup
membuat orang menelan ludah
36C. Aku sengaja mengambil
jadwal pagi karena siang
sedikit aku harus sudah rapi
berada dikantor pribadiku.
Setelah membereskan urusan
rumah aku bersiap berangkat
menuju tempat senam, denga
memakai T shirt Kuning cukup
ketat dan celana senam aku
memagut diri dikaca, Yach,
lumayan juga pikirku, dengan
tshirt tersebut payudaraku
seakan tertekan dan hendak
melompat keluar, aku sadari
itu.
Peugeot 306 yang kukendarai
memasuki pelataran parkir
kulihat didalam suara cukup
ramai juga kiranya hari ini. Aku
memang tidak pernah ikut ibu-
ibu yang suka ngerumpi
ditempatku senam, selesai
senam aku langsung pulang.
Pagi ini berbeda sekali tempat
senam hampir penuh, aku
duduk sendiri ditepi sambil
mempersiapkan baju senamku,
aku menuju kekamar ganti
kudengarkan ada beberapa
suara ibu-ibu cekikikan sambil
menceritakan pengalamannya,
Ah, gila pikirku, mereka suka
sekali sama laki-laki muda usia
untuk permainan sexnya.
"Iya Jeng Nik, tadi malam itu
seru lho, aku tidak menyangka
Dion begitu perkasa, aku
dibuatnya tak berkutik dalam
4 ronde sekaligus, padahal
kelihatan dia paling pendiam ya
disini, dan permainannya,O.
Yahuuut lho, memekku sampai
seperti mati rasa,O" Cerita
salah satu ibu peserta senam.
"Ah,. Masak sih jeng Rita,..
yach, sayang aku nggak
dapet ya, kalau sama Rico
gimana jeng,O itu lho anak
SMA 3 yang kita temukan
bersama waktu nongkrong di
caf? Regent,.. yang itunya
item dan gede." Timpal
temannya.
" Oh,.. Kalo yang itu sih
lumayan, tapi permainannya
masih hebat si Dion, Awalnya
saja aku sudah keder
dibuatnya.".,,,,,,,
" Masa, aku jadi pengin
mencobanya jeng,O Lihat aja
ya nanti, aku habisin dia
dengan segala tenagaku,"
celetuknya dengan geregetan.
Pembicaraan terus berlangsung
secara tidak sadar aku
terbawa ikut memikirkan Dion,
Apakah Dion itu pelatih senam
yang baru 2 bulan melatih
ditempatku, kalo lihat cirinya
pendiam dan acuh sih memang
dia,tanpa terasa tanganku
telah berada diantara dua
pahaku terasa hangat dan
kuraba pelan memeku dari luar
baju sanam ah,. Cepat-cepat
kubuang pikiran buruk itu aku
tidak ingin terjadi sesuatu.
Semakin kupikir semakin
berkecamuk pikiran itu ada.
Aku ingat waktu itu
Dion memang sempat menjadi
buah bibir dikalangan ibu-ibu
tempatku senam tapi aku tidak
pernah sedikitpun ikut
didalamnya. Apakah dion itu ya
yang dibicarakan ibu-ibu.
Pertama kali masuk Dion
memang sempat grogi disoraki
oleh ibu-ibu bahkan sempat
membuat wajahnya memerah
ketika perkenalan ibu-ibu
menanyakan statusnya. Bahkan
salah satu ibu ada yang
nyeletuk menanyakan besar
tidaknya ukuran vital Dion, dan
hanya dijawab dengan senyum
saja.
" Tok,.. Tok, Tok,.."
Aku terkejut mendengar pintu
kamar ganti diketok dari luar,
ah kiranya cukup lama juga
aku berada dikamar ganti ,
cepat cepat kekemasi
barangku dan keluar menuju
hall senam, disana masih
banyak ibu bergerombol
menunggu waktu senam
berlangsung. Aku duduk sendiri
sambil minum the hangat,
tiba-tiba disebelahku duduk
empat ibu-ibu yang nampaknya
cukup centil dengan usia yang
bervariasi. Sambil berbasa-basi
dia memperkenalkan diri dan,..
aku agak terkejut karena
suara dan namanya sama
dengan yang ada di kamar
ganti sebelahku tadi. Jeng
Nanik dan Jeng Rita cukup
keren juga orangnya dari
parfum dan merk lain yang ada
ditubuhnya bukan orang yang
tidak mampu kiranya. Nanik
kutasir berusia 37 tahun dan
mengaku anaknya 3 dan
suaminya pegawai swasta
dengan jabatan cukup layak,
kulitnya putih dan mulus
dengan alis tebal dandanannya
tidak semenor Rita Tingganya
sekitar 5 Cm dibawahku dan
payudaranya juga tidak
sebesar punyaku, kutaksir
sekitar 34 B tapi nampak
serasi sekali dengan
penampilannya. Kalau Rita lebih
tinggi dari Nanik tapi masih
dibawahku, rambutnya
dipotong pendek dan kulitnya
kuning langsat dengan jari
lentik payudaranya kutaksir
bernomor 36 B dan pantatnya
lebih besar dari Rita, dan
kelihatan sekali Rita lebih
aggresif dalam pembicaraan,
sambil diselingi tawa renyah
mereka.
" Eh jeng Dini kan sudah lama
ikut disini, udah pernah nyoba-
nyoba rasa lain nggak selain
rasa suami,ODengan cara
arisan bersama, enak lho
jeng, rugi kalo nggak
mencobanya" celetuknya
berbisik hati-hati,O Sambil
sesekali melirik Nanik.
Merah wajahku rasanya,
karena selama ini tidak pernak
aku temukan orang yang
bicara terbuka seperti itu, "E,
. E,.. ti, ti, dak kog,.. ini
apa ya,. Aku gelagapan.
Dan serempak dua ibu tadi
tertawa berbahak-bahak,O
Ah, masa jeng Dini, lha wong
sekarang fasilitas sudah
banyak kog tidak
dipergunakan, yach, JUST FOR
FUN saja kog, kalo habis yang
dibuang to jangan dibawa
pulang bingkusnya bisa bahaya
ya jeng Nanik,. Iya lho Jeng
Dini kita ini kan punya
kelompok disini yang kadang
bikin acara enjoy bersama dan
tertutup sekali lho, tidak
semua ibu boleh ikutan disini,
Tak lihat jeng Dini mulai
pertama ikut senam tidak
pernah ada teman dan
menyendiri, apa salahnya kalo
bergabung dan menikmati menu
baru kami.
Gila orang-orang ini Jeng Nanik
pintar juga ngomong gituan,
belum sempat aku berpikir dan
menjawab mereka menyela lagi,
. "Sudah lah jeng Dini ,. Ikut
aja rahasia pasti terjamin kog,..
dan yang penting ada menu
baru tiap bertemu". Sambil
menarik tanganku menuju hall
senam. Konsentrasiku bubar
selama senam aku secara tidak
sengaja hanyu oleh pikiran ibu-
ibu, dan kebetulan pelatihku
hari ini Dion.
Kuperhatikan seksama Dion
cukup keren juga
Tongkrongannya bodinya
bagus, otot-ototnya nampak
menyembul, dan,. Ayooo, hap,
satu, dua, renggangkan
kaki, perintahnya. Dia
menghadap peserta senam
dan, Alamak, otot diantara
kedua selangkangannya
tertekan oleh baju senamnya
nampak menyembul keras dan
cukup panjang, aku jadi
berpikiran yang bukan bukan,
seandainya bisa kugenggam
dan kulakukan seperti di video
porno itu enak kali ya,O.Gila,
pikirku aku kog jadi gini.
Senam sudah usai, mobil
merangkak pelan menuju
garasi, kuhempaskan tubuhku
diatas kasur, pikiranku
berkecamuk membayangkan
perkataan ibu-ibu tentang
menu baru penuh rahasia tadi,
tiba-tiba pikranku menerawang
dan melintaslah bayangan Dion
dengan mesra aku merinding,
Dion seolah datang dan
memelukku, tangannya mulai
membelai punggung dan turun
ke pantat. Diremasnya pelan
dan kurasakan benda keras
diantara selangkangannya
menempel ketat dibaju
senamku, aku kegelian, dan,..
Lambat namun pasti kurasakan
tangannya mulai menyentuh
dadaku yang kenyal,
kurasakan pelintirannya
membuat pentilku mulai kaku
dan keras,O..Aku mulai
mengejang, tapi tak dilepas
tangannya didadaku bahkan
mulai nakal, tangan kanannya
berani menuju selangkanganku
dikuaknya kuat-kuat celanaku
sampai kudengar robekan kain
Oh,O. Jari-jemarinya membelai
lembut gumpalan daging lunak
penuh bulu dan, Mulutnya tak
tinggal diam, Dion mulai
mengeluarkan lidaknya menjilati
memekku yang mulai basah,.
Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt,..
aku tak kuat menahan, Dion
masih terus menjilat dan
menjilat klentitku mulai kaku
dan memekku semakin basah
dan,. Kriiiinngggg,..
Krrriiiiingggg,. Suara telepon
berdering aku tertegun,Gila
cing aku bisa membayangkan
dengan Dion begitu hebaaat,
badanku meriang rasanya dan
satu lagi yang kurasakan
basah diselangkanganku. Aku
bangun bermalas-malasan dan
kuangkat telepon.
" Hallo,. Jeng Dini ada",..
" Ya saya sendiri, siapa ini ya,
"
" Aduh,. Masak lupa saya Rita
yang senam tadi,.. Wah
sedang apa ini kog kayaknya
malas-malasan saja,O..
Terasa sekali memang agak
serak suaraku saat ini habis
membayangkan dengan Dion
kering rasanya tenggorakkan.
",. Oh,. Tidak jeng ini lho
sedang membersihkan rumah
kacau balau gini, kalau jeng
Rita sedang apa ini kog
tumben telpon saya",
" Ah enggak lagi free aja ini
nggaE ada temen ngobrol, Eh,..
iya gimana tadi tawaran
kelompok kami jeng, Mbok
ikut aja lah biar sekali-sekali
punya menu sesuai selera, ha
ha ha,.. ndak usah takut,..
enjoy aja kog,OO.
Jeng rita menceritakan
panjang lebar club gilanya dan
aku tambah menerawang atas
kegiatan dengan
pengalamannya yang menggila
itu.
",. Jeng Rita apa suami jeng
nggak curiga,O.. belum selesai
aku bicara, Rita menimpali
dengan amat berapi-api.
" , ya caranya dong, abis
gituan sama yang lain jangan
mikirin dia lagi, abis ya abis
kan beres jeng jadi nyampek
rumah pikiran fres dan segar
lho,. Bener Jeng, ayo deh
ikutan ,O nanti pasti deh jeng
Dini suka. Rayunya tak henti-
henti".
Tak lama berselang telepon
kuakhiri tanpa jawaban iya
atau tidak,.. aku bingung dan
berfikir keras sampai akhirnya
aku tertidur.
Sore hari setelah menerima
laporan dari tukang antar
caterringku aku membukukan
hasil caterringku selama sehari,
aku membantu anak-anakku
menyelesaikan tugas
belajarnya. Kudengar bel pintu
dan suamiku pulang dengan
wajah kuyu kelelahan,
kupersiapkan perlengkapan
mandinya.
Malam larut aku sangat
menginginkan hubungan intim
malam ini, kucoba dekati
suamiku dia sudah tertidur
lelap tergambar kelelehan
diwajahnya, aku kasihan tapi
memekku sudah mulai basah
ingin dijenguk oleh kemaluan
suamiku. Kucoba
membangunkan dia, tapi dia
menolak dan hanya
kekecewaan yang kudapat
malam ini dan tanpa tersadar
aku sudah terlelap.
Suasana hingar bingar ruang
senam kembali kudengar dan
kulihat sekeliling kembali
bergerombol sekelompok ibu-
ibu yang 3 hari kemarin
mengajakku ikut dalam
kelompoknya.
" Hai jeng Dini, sini dong
kenapa sendirian saja disitu"
ajak jeng Rita sambil
tersenyum. Kulangkahkan
kakikku menuju kearah mereka
kuhitung ada 7 orang
denganku. Aku berbasa basi
memperkenalkan diri.
" Ibu-ibu, ini peserta baru kita
yang saya ceritakan kemarin
itu lho,,. Gimana Jeng jadi
ikutan ya, untuk pengalaman
aja kog, " ajaknya merayu.
" Iya jeng ,. (spontan ibu-ibu
seperti Koor) "Rahasia terjamin
deh", "Mereka itu sudah
terlatih kog, habis acara ya
kayak ngaak kenal lagi sama
kita deh, dijamin",."dan yang
penting jeng dijamin pasti
enjoy dan kurang terus,.
Hehehe",.
Suara mereka bersautan
mempromosikan kegiatannya
selama ini. Aku yang pusing
belum memperoleh jatah
suamiku tiba-tiba timbul pikiran
burukku untuk mencobanya.
" Tapi, Gimana ya,.. "
tanyaku bingung dan ragu.
" Alaaaaaahhhh nggak usah
bingung jeng nanti kita antar
dan kita service untuk
anggota baru kita, gimana
ibu-ibu kalo saat ini kita
tetapkan aja bahwa anggota
baru kita yang memperoleh
jatah arisan kunci saat ini dan
langsung kita antar,. Setuju".
" Setuju deh biar tambah
saudara,. Nah sekarang kita
senam dulu yok,".ajaknya
sambil memberikan kunci
padaku dan aku menerima
kunci tersebut tetapi tidak
tahu untuk apa kunci itu.
Senam kali ini aku benar-benar
tidak konsentrasi dan bingung
apa yang harus aku lakukan,
hampir semua gerakanku tidak
ada yang benar.
Senam telah berakhir dan ibu-
ibu mengajak menuju tempat
yang telah disediakan, sebuah
rumah yang cukup bagus
dengan halam luas dibelakang
terdapat kolam renang, aku
membuka dengan kunci yang
telah disediakan, dan kulihat
ada 3 kamar yang tertutup
setelah omong-omong sejenak,
beberapa ibu masuk kamar
mandi untuk membersihkan diri
tak lama kemudian mereka ada
yang minta diri untuk pulang.
" Begini jeng Dini itu kuncinya
ada lima kan ? salah satunya
kunci diruangan yang tertutup
ini nah nanti kalo jeng Dini
sudah siap buka aja kamarnya
dan,. Lihat sendiri deh ada
apa disana dan enjoy saja
rimah ini aman kog, ini punya
jeng Nanik dan memang khusus
untuk kegiatan Arisan ini,
kebutuhan makan dan minum
ada di kulkas, dan silahkan
saja dinikmati sampai jeng Dini
suka kalo pulang ya langsung
aja pulang, kuncinya jangan
dibawa lho jeng, liriknya
menggoda".
Aku termanggu mendengarkan
ocehan jeng Rita sementara
temanya hanya tersenyum
dambil memainkan matanya.
Aku semakin bingung
bagaimana nantinya.
Tak lama kemudian mereka
berdua mohon pamit pulang
terlebih dahulu dan aku tinggal
sendirian. Aku bingung
melangkah antara iya dan
tidak, aku juga teringat kisah
kayalanku dengan Dion,O aku
tercenung.,..ingin mencobanya,
kulangkahkan kaki dengan
berdebar Klik,.. !!!! pintu
pertama kubuka tapi kulihat
sekeliling tidak ada
seorangpun, pintu kedua
kubuka dan,. Darahku
berdesir hebat kuluhat
seorang lelaki tegap dan cukup
ganteng dengan kulit bersih
memakai T shirt hitam dan
celana pendek biru tua dia
tersenyum, aku membalas
kecut dan kuurungkan langkah
kakiku masuk kamar tersebut,
aku kembali duduk diruang
tamu. Kunyalakan televisi untuk
menepis kegugupanku kuganti
channel per channel tapi tak
ada yang menarik tiba-tiba,.
" Hai ,.. Aku Bandi,.. Kenapa kog
tidak ngobrol didalam saja tadi
kan udah buka pintu tak
tunggu lho,.." pintanya sambil
mengulurkan tangan
perkenalan.
" Eh,.. e.Aku Dini,,.. Eh Ah
nggak kog Aku cuman pengin
tahu aja", jawabku gugup dan
tanganku mulai berkeringat
dingin.
Kuperhatikan wajahnya ada
bulu halus didagu masih baru
dicukur dan dadanya cukup
bidang dengan tinggi badan
berkisar 175 Cm, otot-ototnya
menonjol kuat. Bandi dengan
santai duduk disebelahku sambil
ikut mengawasi televisi yang
remotenya masih ditanganku,
dia tahu kalo aku gugup
diambilkannya aku minum susu
hangat dan dia menuju ke
televisi diputarnya Film laser
disk. Aku diam saja dan dia
mulai membuka pembicaraan
basa-basi untuk melemaskan
suasana.
Aku kaget dua kali karena
begitu aku menoleh ke televisi,
kulihat film porno yang diputar,
disana terlihat orang kulit
putih sedang asyik menghisap
kemaluan orang kulit hitam
yang tegang dan panjang, aku
risih dan malu tapi badanku
mulai hangat terutama ada
rasa geli disekitar pahaku,
Bandi kelihatan mulai lebih
mendekatiku aku tak
menghiraukan mataku tetap
kearah televisi, tanpa kusadari
aku mulai ikut hanyut dan
kurasakan ada benda asing
yang menempel didadaku,
kulirik ternyata tangan Bandi
kutoleh dia hanya tersenyum
dan melanjutkan kegiatnnya.
Aku diam merasakan dan dia
semakin berani, diselusuri
leherku dengan bibirnya,
turun kebahuku, ditariknya
pelan kaosku sampai kelihatan
tali Bh. ku aku tak tahan,
disofa aku direbahkan
perlahan, dia tambah
semangat, tanpa bicara dia
mulai mengupas kulitku
perlahan, tak pernah
kurasakan hal ini sebelumnya,
aku seolah melayang kegelian.
Bandi membuka sendiri kaosnya
dan kulihat dada bidang itu
ditumbuhi bulu halus. Dia
bekerja sendiri ditariknya
kaosku sampai beberapa
kancing terlepas dan diangkat
keatas hingga sekarang hanya
tinggal Bh da rokku saja,
tanganya kurasakan menempel
lagi pada susuku dipelintirnya
ujung susuku dan kurasakan
mengeras,dia mulai menindihku,
aku terpejam kurasakan bulu-
bulu halus mulai menyentuh
dadaku,Ditariknya lepas Bhku
sehingga susuku yang besar
seolah melompat keluar dadaku
bandi terkejut melihat
besarnya susuku dengan
warna kuning langsat dengan
bulatan kecil coklat tua
kemerahan serta putting kecil
menantang mulutnyapun
menuju putingku, kurasakan
lidahnya lincah membuat
nafsuku memuncak, putingku
semakin mengeras sesekali
kurasakan gigitan kecil giginya
menggores putingku. Diatas
perut kurasakan ada benda
yang membonggol mendesak
hebat. Bibirku terasa habis
dilumat bibirnya, sampai aku
tak bisa bernafas, aku mulai
berkeringat dan,.. Tangan
kanannya mulai menuju kearah
vagina, diselipkan diantara
pahaku, aku gak kuat kupeluk
dia dan dia semakin berani
ditariknya rokku sampai
terlepas, ditarik perlahan
celana dalamku sambil
tersenyum dan dengan sigap
direnggangkannya kakiku
sehingga dia dengan leluasa
Bandi melihat memekku yang
padat dengan bulu hitam
keriting, tangannya mengocek
memekku yang sudah basah.
Dimasukkannya jari tengah
sedangkan ibu jari dan
jempolnya membuka jalan
dengan meminggirkan rambut
kemaluanku. Klentitku kaku,O
dijilat dan disedotnya susuku
sampai aku kegelian dan,.. kini
kurasakan mulutnya sudah
diatas memekku. Aku semakin
geli lidahnya menyapu bersih
ruang dalam memekku yang
basah sambil tangan kanannya
ikut membantu memainkan ,..
" Eeeeeeeh.,,,,, Bandi,O
aduuuuuh, " aku mengerang
kegelian, tapi dia tidak perduli
diteruskannya mempermainkan
klentitku.
Aku sudah tak tahan, dengan
berjongkok kududkkan bandi
dan aku kaget melihat benda
menggelantung tegak
menghadap keatas (bukan
tegak lurus seperti punya
suamiku kayaknya) disela
selangkangannya. Dia hanya
tersenyum memegang leher
penis dan digerak-gerakkan
dengan tangannya, kudekati
dan kupegang,. Alamak,..
tanganku tak cukup melingkar
pada penisnya dan panjangnya
2 cm dibawah pusarnya. Aku
geli dan taku melihatnya Hitam,
mendongak seperti pisang
ambon besarnya, Kutaksir
panjangnya sekitar 19 Cm,
sedangkan yang pernah
kurasakan hanya 16 CM.
" Kenapa kog dilihatin seperti
itu",.. tanyanya
" Eh , aku heran kog kayak
gini ya,cukup nggak ya ini
lewat punyaku nanti". Jawabku
sambil tetap memegangnya.
Belum selesai aku melanjutkan
omonganku disorongkakn ujung
penisnya kemulutku, dan,
ehm,.mulutku tak muat
menampung semua penisnya
kedalam, kurasakan nikmat
juga, selama ini aku tak
pernah seperti ini, Sedotanku
keluar masuk penisnya
menyembul tenggelem dalam
mulutku tangannya juga tidak
diam menggapai semua bagian
tubuhku yang sensitif, aku
semakin terangsang. Tak lupa
pula Bola penis dua buah
menjadi sasaran lidahku,
kurasakan ada cairan bening
sedikit cukup manis dan terus
kuhisap sampai mulutku tak
mampu lagi menahan
besarneragakan posisi
sanggama bermacam-macam
dengan mani membasahi mulut
wanita.,(.. Tiba-tiba terlintas
dipikiranku bahwa Aku akan
berbuat seperti yang di Laser
Disk itu ,.. ingin merasakan air
mani Bandi yang segar nanti,
akan kuhabiskan)
" Din coba kamu ngadep
belakang dan pegangi ujung
sofa itu". Perintahnya.
Aku tidak menolah kulakukan
perintahnya tiba-tiba
kurasakan penis bandi dipukul-
pukulkan pada pantatku aku
kegelian. Diserudukkan penisnya
ke memekku dari belakang sulit
sekali,.. dia coba lagi dan gagal.
" Aaaaaaah, seret sekali ya
kayak perawan" omongnya,
Aku semakin tersanjung karena
anakku sudah 2 tapi memekku
dibilang seret kayak perawan.
Aku berbalik ku bantu bandi
dengan mengelomohi penisnya
dengan ludahku tapi masih juga
tidak berhasil menembus
memekku. Kulihat Bandi tidak
kehilangan akal diambilnya hand
bodi dan dioleskan pada
penisnya yang besar dan,
perlahan masuk pada vaginaku
yang kecil, kurasakan agak
pedih.
" Bandi,.. udah ah, nggak bisa
masuk lho,terlalu besar sih",.
pintaku.
" Sebentar , tahan dulu ya,
ini udah nyampai sepertiga
lho". Jawabnya sambil
didesaknya vaginaku dengan
penis dan, sreeet, sret,
sreeeeetttttt. "aaaaaUUUUUU",
aku menjerit kurasakan
penis Bandi terasa tembus ke
kerongkonganku, digerak
gerakan pantatnya aku
kegielian, akhirnya banjir juga
vaginaku dan kurasakan
kenikmatan saat penis bandi
maju mundur diruang vaginaku.
Sesekali pantatku ditepuknya
untuk menambah semangatku
menggenjot penisnya, susuku
dibiarkan bergelantungan
berbegrak bebas sementara
tangan bandi sibuk memegang
pinggulku memaju mundurkan
pantatku. Saat penis masuk
badanku terasa tertusuk geli
tak karuan. Sesekali juga Bandi
menciumi punggungku sambil
penisnya terus bergerak
keluar masuk memekku. Aku
juga berusaha dengan
menggerakkan pantatku kiri
kanan dan penis Bandi seakan
terjepit diapun mengerang
kuat. Dipegangnya susuku
kuat-kuat dan ditarik
masukkan penis besar tersebut
berulang sampai aku kelelahan.
" Aaaahhhhhh,..Dini, aku mau
keluar nih,O". Erangnya.
" Sebentar ya,O" Kuatrik
penis Bandi dan tak kusia-
siakan, kumasukkan lagi dalam
mulutku sambil kugerakkan
maju mundur tanganku, dan
dia semakin kegelian, tak lama
kemudian,. Sreeet,.. Sreeet,
Sreeettt,.. kurasakan mulutku
penuh dengan tumpahan air
manu bandi, segar rasanya,
kubersihkan penis bandi
dengan mulut dan lidahku dari
air maninya,..dipegangnya
kepalaku seakan dia tak mau
aku membuang maninya keluar.
Dan, Bandi tergeletak
kelelahan dengan keringat
yang luar biasa.
Kubersihkan diriku dan kulihat
Bandi masih istirahat dengan
telanjang. Kuciumi tubuh Bandi
(kini aku tidak malu lagi)
perlahan dia tersenyum dan
kulihat penisnya mengecil
lemas, kupegang, remas
perlahan dan aku masih kurang
nampaknya,.. mulutku dengan
sigap melahap penis bandi yang
lemas itu, dalam kondisi lemas,
masuk semua bagian penis
kemulutku, terus kupermainkan
seperti dalam LD yang diputar
Bandi tadi. Tak lama kemudian
mulutku sudah tak muat
menampung penis bandi untuk
kukulum, akhirnya kurelakan
sebagian batang penis bandi
keluar dari mulutku. Bandipun
mulai bangun dan aggresif,
diusapnya vaginaku yang sudah
kucuci dan mulai basah oleh
tangannya. Bandi berbalik
menciumi vaginaku sementara
aku menciumi penisnya yang
tambah mengeras (posis 69),
bandi tambah menggila
dimasukkan semua bagian
lidahnya ke vaginaku aku
menjerit kegelian.
Bandi memindah posisi ditaruh
tubuhnya diatas karpet dan
diangkatnya tubuhku
menindihnya, penis Bandi
ditutuntun menuju lubang
kemaluanku dan,.. tanpa ampun
lagi kemaluanku diucek-ucek
oleh penisnya,.Kurasakan penis
bandi tidak masuk semuanya
atau memang vaginanku yang
dangkal aku tak tahu, yang
ada dalam benakku sekarang
hanya nafsu dan nafsu saja,. .
Kugerakkan naik turun
pantatku menduduku pahanya
sementara vaginaku sibuk
melahap penis bandi yang
kekar dan angkuh itu. Tangan
bandi sesekali mengucek
susuku tak kuhiraupan karena
nikmatnya tak seberapa
dibanding dengan penisnya
yang mengisi penuh vaginaku.
Kurebahkan tubuhku karena
payah sambil kulumat bibir
bandi yang terus mengerang
itu, dan terus kugoyang
pantat sesuai irama nafsuku,
bandipun demikian. Aku mulai
merasakan vaginaku semakin
longgar karena becek basah
dan geliku memuncak, Kugigit
dada bandi kuat-kuat untuk
menahan kepuasan dan
bersamaan dengan itu pula
kudengar erangan bandi yang
menyatakan bahwa air maninya
akan tumpah, Kupercepat
menggoyang pantat karena
aku tak mau menyia-nyiakan
keadaan ini aku ingin kepuasan
maksimal,O
Dan,O.. Aaaaaaaahhhhhhhhh,O
Sreeeeet,. Sreeetttt, sreet,
.. Kurasakan ada aliran
hangat menyemprot vaginaku
dan terasa penuh,. Bandi
masih mengerang hebat aku
gigit dadnya sekali lagi sambil
kucakar punggungnya untuk
menahan kenikmatan yang
tiada taranya ini. Kuangkat
pantatku pelan-pelan dan
masih kulihat sisa-sisa
ketegangan dipenis bandi.
Kuraih penis itu dan
kubersihkan kembali dengan
mulut mungilku yang serakah
tiada habisnya melihat penis
tegang besar dan keras itu.
Bandipun tersenyum puas
layaknya aku, ciuman mesranya
mendarat dujung bibirku, dan
diapun tak mau ketinggalan
mengusap vaginaku dengan
lidahnya, akupun geli. Tak
terasa hari sudah siang.
Tak lama kemudian aku pamit
dan aku menjadi keterusan
mengikuti acara ibu-ibu itu
dengan berganti-ganti
pasangan yang hebat.
Sedangkan hubunganku dengan
suami tetap tidak terganggu
karena suamiku tidak pernah
minta yang aneh-aneh, jadi
asal aku terlentang dia masuk,
kocek - kocek sebentar
selesai. Untuk kepuasan lainnya
aku dapatkan dari yang lain.